tema bebas
Foto : Tumblr
Bener ga seh
kepribadian cewek bisa diliat dari segi warna lipstick favoritnya? Ok kita
bahas yuk melalui sudut pandang esta.
Lipstick warna merah
Menurut esta perempuan
yang suka pakai warna lipstick merah terutama merah cabe (merah terang) itu
biasanya punya kepribadian yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan
kadang suka menjadi pusat perhatian. Sedangkan perempuan yang menggunakan warna
merah maroon lebih terlihat memiliki kepribadian yang dewasa, terkesan elegan,
dan memiliki selera yang tinggi dalam beberapa hal .
Lipstick warna orange
Perempuan yang memiliki
warna favorit orange atau semacam warna peach memiliki kepribadian yang easy
going, ceria, supel, dan terkadang memiliki sifat humoris yang tak terduga. Dia
juga dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan dan mudah beradaptasi dengan
lingkungan yang baru, sehingga tidak heran kalau si penyuka warna ini memiliki
banyak teman disekitarnya.
Lipstick warna ungu
Penyuka lipstick dengan
warna-warna ungu biasanya tipe perempuan dengan kepribadian yang melankolis alias memiliki hati yang lebih
perasa. Jadi , mereka merupakan tipe yang penyayang, ga tegaan, dan gampang
terenyuhan. Tapi dibalik itu semua, dia merupakan pribadi yang dapat dipercaya dan
sangat perhatian.
Lipstick warna pink
Perempuan yang menyukai
warna pink terlihat seperti seorang perempuan yang girly (cewek banget), atau termasuk
golongan yang suka cari aman alias tidak suka keluar dari zona nyamannya dan
cenderung tidak menyukai perubahan yang muncul secara tiba-tiba. Selain itu,
penyuka warna pink dianggap memiliki sifat keibuan yang suka mengayomi dan
melindungi orang-orang disekitarnya. Jadi intinya, penyuka warna pink ini
identik dengan kepribadian seorang perempuan sejati (perempuan yang lemah
lembut, tidak suka dengan kondisi lingkungan
yang serba berantakan dan terburu-buru).
Lipstick warna coklat
Perempuan penyuka
warna-warna nude, krem, coklat memiliki kepribadian yang cuek, apa adanya , pemalu,
pendiam, tidak suka menjadi pusat perhatian, dan terkesan tidak terlalu peduli
dengan penempilannya di muka umum. Karena perempuan tipe ini lebih peduli apa
yang dia suka bukan tentang apa yang orang lain suka dari dirinya.
Lipstick warna neon (biru, kuning)
Perempuan penyuka
warna-warna neon yang mencolok cenderung memiliki kepribadian yang unik, nyentrik,
tidah mudah ditebak, dan seseorang yang inovatif (suka menciptakan sesuatu yang
baru). Tapi mereka kadang rumit dan dinilai paling labil dlam mengontrol
emosi,kara terkadang mereka memiliki sifat yang meledak-ledak.
Nah itu seh pendapat
esta tentang kepribadian perempuan yang esta lihat berdasarkan pengamatan di
lapangan selama ini, khususnya pada sebagian perempuan pengguna lipstick. Tapi semua
itu balik ke pribadi kalian juga ya,karna setiap orang pasti memiliki pendapat
yang tidak selalu sama kan. So.. semoga tulisan ini bisa menjadi selingan yang
menghibur di weekend kalian ya guys.. see you.. J
Dengan rendah hati,
A
![]() |
| Foto: Pinterest |
Hidup seperti halaman dalam buku diary. Setiap lembarnya penuh dengan segala yang menakjubkan. Setiap kisah perjalanan dalam hidup seakan tertuang dalam setiap halamannya. Tentu perjalanan itu tidak selalu mulus. Ada tikungan, belokan, jalan sempit, bahkan jalan yang berlubang. Sama halnya dengan hidup. Ada kalanya merasakan kesedihan, ketakutan, keterpurukan, keceriaan, kebencian, dan kebahagian walaupun bukan kebahagiaan yang seutuhnya.
Sering kali melihat hidup dari hal yang kita tidak suka. Seakan keterpurukan atau kesedihan bertahan lebih lama daripada kebahagiaan yang kita rasakan. Tidak. Sebenarnya seberapa lama kita merasa bahagia dan sedih itu sama. Hanya saja manusia kerap kali memperpanjang waktu sedih mereka.
Coba berhentilah sebentar dari segala aktivitas dan rutinitasmu. Merenunglah sejenak dan selami setiap detik itu untuk memutar kembali apa yang sudah kamu alami, kamu lakukan, dan kamu rasakan. Lihat dirimu sendiri sama seperti ketika kamu melihat orang lain. Dan disitulah kamu akan merasa jika kamu sebenarnya sudah merasakan kebahagiaan walaupun hanya beberapa detik atau beberapa menit.
![]() |
| Foto: Pinterest |
Ingatlah, dengan kamu masih bisa bernapas kamu bahagia karena kamu masih dapat menemui hari esok. Ingatlah ketika kamu masih bisa tersenyum kepada orang lain, setidaknya kamu tidak memiliki hati yang beku atau penuh dengan kebencian. Ingatlah ketika kamu masih bisa merasakan marah, berarti Allah masih sayang padamu dengan menguji seberapa kemampuanmu untuk bersabar. Ingatlah ketika kamu masih bisa menikmati nasi dan lauk di piringmu ketika ada yang harus menahan rasa lapar karena belum memiliki nasi untuk dimakan. Ingatlah ketika kamu masih bisa menggunakan anggota tubuhmu dengan normal ketika ada mereka yang mungkin kesulitan. Ingatlah ketika kamu masih bisa bertegur sapa dengan orang lain disekitarmu yang sama ataupun berbeda, ketika ditempat lain mungkin ada yang sedang saling berhadapan dan bertegur sapa dengan senapan.
Masih ada banyak hal yang bisa kamu lakukan dalam hidupmu. Masih ada banyak hal yang memerlukan keberadaanmu. Hidup itu tentang pertemuan dan perpisahan, tentang keberhasilan dan kegagalan, tentang kebahagiaan dan kesedihan, tentang tantangan, rintangan, masalah, dan tentunya jalan keluarnya. Ketika kamu belum berhasil di pintu pertama, masih ada pintu lain yang siap kamu bukan dan bersiap menyambutmu. Janganlah berhenti untuk membuka setiap pintu untuk menuju apa yang kamu impikan. Teruslah bersemangat sampai kamu mencapai semua daftar cita-citamu.
Regards,
F
"Kosongkanlah gelasmu di setiap kesempatan. Maka kamu akan kaya dengan ilmu dan pengetahuan baru."
Kalimat tersebut sering saya dengar dari orang-orang penting ketika masih kuliah. Meskipun tak sama persis, tapi intinya demikian. Saya ingin berbagi dengan kalian semua tentang filosofi ungkapan di atas. Hal tersebut bukan sebuah kebetulan, melainkan begitu dekat dengan keseharian saya dan kalian.
Jujur, dua minggu terakhir adalah waktu yang berat bagi saya. Mengapa? Saya dipindah tugaskan ke bagian lain-yang sebenarnya jauh dari apa yang dibayangkan. Sebelumnya, saya menjadi seorang reporter sekaligus content writer pada tema tertentu. Sudah hampir 7 bulan saya bekerja. Angka yang menurut teman kantor, belum dapat cuti. Hehe
Tujuh bulan bukan waktu yang singkat, namun tak tepat dikatakan lama. Selama tujuh bulan itu pula, saya berkutat dengan naik turunnya kebimbangan hati. Ada banyak ''masalah" dan "konflik" yang terjadi. Namun akhirnya, saya mencoba menenangkan diri dan meyakinkan bahwa "masak segitu aja nyerah?"
"Kamu bisa kok, Vin. Anggap aja nerima pengalaman baru."
... dan banyak perdebatan lainnya.
Puncak segala perdebatan adalah pada dua minggu lalu. Saya dipindahkan ke bagian lain. Rasa dalam benak pun campur aduk. Kecewa, sedih, takut, gelisah, sebel, pengen marah semua jadi satu. Tak heran apabila ada perasaan ingin menyerah hari itu juga. Saya mencoba menyimpannya dan mengabaikan perasaan yang ada. Namun akhirnya, saya nggak sanggup dan memutuskan untuk ke kamar mandi-menenangkan diri. Hiks
Saya kecewa, karena ketidakjelasan alasan. Saya nggak menemukan jawaban yang puas atau pemindahan. Saya sedih karena saya sedang merasa nyaman dengan bagian saya. Saya takut dan gelisah dengan pemindahan ini. Apakah karena kinerja yang kurang maksimal? Atau seperti apa? Mereka menjawab, "kinerjamu bagus kok." Tapi mengapa di pindah? Sampai sekarang saya nggak dapat menemukan jawaban yang mengena. Hiks Sebel dan pengen marah rasanya. Hmm mungkin lagi PMS aja, apalagi perut udah mulai mules saat itu.
Pada akhirnya, kesedihan dan kekecewaan itu coba dilarungkan. Sembari menyakinkan diri dan membangun benteng. "Nggak apa-apa sih. Itung-itung belajar hal baru."
Memang saya mengakui, pemindahan tersebut ada hal positifnya. Saya jadi makin 'kaya' dengan hal baru. Akan tetapi, cap yang melekat pada pekerjaan baru ini cukup menantang. Membuat saya minder dan cukup tertekan. Saya merasa di bawah tekanan dan cenderung kepikiran. Dua minggu awal menjadi buktinya. Setiap akan berangkat kerja, saya malas-malasan. Rasanya capek padahal belum kerja.
Tak hanya itu, selepas pulang kerja atau saat jam kerja. Saya kerap merasa tak napsu makan padahal lapar. Saya kerap migrain dan pusing nggak keruan. Hiks. Pada titik ini pula, saya ingin menyerah. Tapi sekali lagi, " Nggak apa-apa sih. Itung-itung belajar hal baru. Kamu bisa, Vin."
Nggak sekadar pesan positif saja yang ditanamkan pada diri. Namun juga beberapa pengalaman sebelumnya. Salah satunya mengenai kutipan berikut ini.
"Kosongkanlah gelasmu di setiap kesempatan. Maka kamu akan kaya dengan ilmu dan pengetahuan baru."
Yah, saya mencoba mengosongkan diri saya. Saya sedang mengisinya dengan hal-hal baru (pekerjaan baru saya). Lalu berproses dengan waktu. Perlahan, saya akan makin banyak ilmu. Lantas ingatlah! Ilmu itu lebih berharga. Jadi saya dan kalian yang sedang berada di titik rendah atau terpuruk, jangan menyerah. Anggap ini sebagai sebuah proses atau pembelajaran hidup. Kamu nggak akan rugi kok, kamu malah makin kaya akan pengalaman. Pengalaman itu pun akan membentukmu menjadi lebih baik.
Cheers! 😇
Regards
V
Foto : Tumblr
10
Hal yang bisa kita lakuin saat mengagumi seseorang secara diam-diam (ga perlu takut, nikmati saja prosesnya ! ), diantaranya :
1.
Stalking sosmed-nya
Siapa hayo yang lagi naksir atau
mengagumi seseorang dan langsung deh kepoin sosmednya (pasti pada angkat tangan
niyee :P ). Awalnya seh iseng ngetik namanya di beberapa sosmed, tapi begitu
ketemu langsung menggebu-gebu buat kepo deh yaa.
2.
Curi-curi pandang
Duhh orangnya lewat (sambil jalan
nyempetin lirik-lirik dikitlah..eakkkk) atau pas dia lagi asik duduk sendiri
apa nongkrong bareng gengnya , dari jauh diam-diam kita nyuri kesempatan buat
ngelihatin tuh orang.
3.
Suka senyum-senyum sendiri
Jangankan pas diajak ngobrol atau pas
tiba-tiba dia manggil nama kamu, dengerin suaranya, ketemu dia tadi pagi sambil
nginget-nginget apa aja yang dia lakuin selama ada disekitar kamu, atau
pertemuan pertama kalian berdua pun bisa bikin kamu ga sadar jadi suka
senyum-senyum sendiri loh alias bikin sumringah tuh..ihirrrrrrrrr
4.
Nyurhatin tentang dia ke sohib
Saking ga kuatnya mendem perasaan
kagum sama si dia, pelarian yang paling tepat neh yaaa..biasanya langsung cuss
nyurhatin segala macam tentang si dia sama sohib terdekat kamu. Karna berbagi
cerita ke sohib ternyata bisa bikin perasaan jadi lebih bahagia juga loh..
Wkwkwkw.. (habis itu siap-siap deh sohibmu juga bisa jadi mak comblangmu sama
si dia)
5.
Tertarik dengan segala macam hal yang
dilakukannya
Dia lagi OSCE apaan seh itu (kepo),
dia suka lagu-lagu classic (ok fine coba ikut dengerin ahh , walaupun lebih
suka lagunya kak yaya), dia suka banget ngomongin soal film action (film yg
mana seh itu, tapi kepo nyari synopsis filmnya,padahal kamu lebih suka nontonin
kdrama). Ohhoooo.. poin ini menunjukkan kalau kamu ingin bisa memahami apa yang
dia suka loh ya bukan berarti karna kamu jadi ga bisa “be your self” gitu. Karna
sebenarnya kalau lagi mengagumi seseorang kamu akan cenderung ingin mengetahui
dan lebih paham dengan apa yang dia sukai, biar kesannya kamu bisa samaan dan lebih
nyambung.
6.
Mulai suka berandai-andai
Nahhh ini.. mulai deh suka ngebayangin
kalau kalian bisa jadi deket , kamu mulai ngebayangin kalau kalau kalian punya
perasaan yang sama dan mau berkomitmen gitu gimana ya? Ciyee ciyeee.. atau
sekedar ngebayangin bisa jalan bareng kali yaa :o
7.
Bawa perasaan
Dag dig dug rasanya kalau tiba-tiba
ada di satu ruangan cuman berdua atau tiba-tiba si dia kayak ngasih
perhatian-perhatian yang tak terduga seperti misalnya nawarin makan siang padahal
biasanya nyapa aja ga pernah. Ini dia yang bisa kita sebut mulai muncul bawa
perasaan “Baper” . Baper cukup bahaya
neh ..soalnya baper adalah awal dari perasaan yang lebih dari sekedar mengagumi
atau suka aja loh ..hihi
8.
Jatuh hati
Terlalu sering ada di sekitarnya dan
terlalu lama menikmati rasa baper-mu, akhirnya mulailah kamu merasakan yang
namanya jatuh hati. Jatuh hati biasanya muncul karena ada satu atau dua hal di
kepribadiannya yang membuatmu merasa terpesona bahkan serasa nge-fly (haha..alay..tapi
iya kan ya?). Contohnya nih yaa.., mungkin dia punya kepribadian yang humoris
dibalik kecuekannya dan itu jadi nilai plus di mata kamu.
9.
Cinta sendiri
Setelah jatuh hati, kalau kamu tak
mampu lagi menahan rasa , yaaaa..akhirnya bisa jadi jatuh cinta dan siap-siap
ngerasain rasanya mengagumi dalam diam dan merasakan cinta sepihak (cinta
sendiri). Ga perlu dibahas panjang lebar seh soal poin yang satu ini karna
kayaknya kaita taulah lah ya gimana rasanya (maaf sok tau).
10.
Gebetan terindah
Setelah melalui 9 poin diatas maka ada
kemungkinan si dia menjadi “gebetan terindah” kalau kalian masih susah move on
dan menjadikan dia patokan (role model) dalam memilih pasangan hidup kalian di
masa depan ..eakkkk setia amat seh :D tapi gagal move on nya jangan lama-lama
lah makan ati entar :B
Ok ..cukup sekian topik kita kali ini,
btw..kamu pernah ada di poin mana neh guys?? ;) (silahkan jawab sendiri)..dan..selamat
membaca. btk…
Dengan rendah hati,
A
Jam
makan siang adalah waktu yang selalu dinantikan oleh Adira. Adira selalu
memilih untuk makan di restaurant yang terletak di sebrang kantor. Seringkali
Adira makan dengan Kiara atau teman kantor lainnya. Dia selalu membawa notebook
setiap kali dia makan di Let’s Eat Resto.
Adira
duduk di salah satu sudut ruangan. Dia selalu memilih tempat duduk yang sama,
dengan alasan tempat strategis untuk melihat suasana di resto ini. Adira sudah
berulang kali membolak-balik buku menu dan terus saja melihat kearah jam
tangannya. Tapi Kiara tak kunjung datang. Ya, hari ini Adira dan Kiara sepakat
untuk lunch bareng.
Tak
berapa lama ponsel Adira berbunyi menandakan ada pesan masuk.
From:
Kiara
Dir,
lo pesen duluan aja,
sekalian
pesenin gw kwetiauw
goreng
pedes sama lemon tea.
Masih
ditahan pak Boss..
Begitu
membaca pesan dari Kiara, Adira langsung memesan menu makan siang mereka.
Setelah mbak-mbak yang ambil pesanan pergi, Adira segera mengeluarkan
notebooknya. Dia mulai mencoret-coret tidak jelas. Di sisi kanan terdapat
gambar pohon, lalu ada awan dan burung, lalu bangku taman, dan tulisan PARK.
![]() |
| Foto: Pinterest |
Bunyi
pintu dibuka membuat Adira mendongakkan kepalanya mengira Kiara yang datang,
tapi ternyata bukan. Laki-laki dengan perawakan tinggi masuk dengan senyum yang
terus tersungging diwajahnya. Adira tersenyum, lalu menunduk menatap
notebooknya. Adira membuka halaman baru
dalam notebooknya.
Senyum
yang tak pernah hilang dari wajahnya
Dia
selalu datang dengan senyumnya
Ketika
orang lain jatuh hati pada senyumnya,
Aku
jatuh hati pada matanya.
Mata
itu hitam, tajam, tapi sangat menenangkan
Mata
itu yang membuatku jatuh hati terus dan terus
Tiga
tahun yang lalu,
Pertama
kali aku bertemu dengannya
Pandangan
kami bertemu, lalu dia tersenyum sambil mengulurkan tangan
Pada
saat itu untuk pertama kalinya aku seakan terhipnotis oleh mata hitam itu
Mata
hitam itu yang selalu menarikku seperti magnet untuk terus memandangnya
Dan di
waktu yang sama, mata hitam itu juga membuatku malu dan tak berani untuk
menatapnya lama
Untuk
pertama kalinya aku jatuh cinta pada seseorang
Teruntuk
pemilik mata hitam itu, aku ingin menyapamu
Menyapamu
dalam diamku, menyapamu dalam tulisan ini
Hi,
you.
-
Adira -
“Kenapa
gak langsung nyapa?”
Suara
itu terdengar jelas ditelinga Adira. Suara yang selama tiga tahun ini dia
dengarkan dalam diam. Bukanya mendongakkan kepalanya, Adira malah terus
menggelengkan kepalanya berharap halusinasinya segera enyah dari kepalanya.
Tapi nyatanya, suara itu kembali ia dengar.
“Nggak
pusing apa Ra geleng-geleng terus?”
Seketika
Adira mendongak dan tangannya segera membekap mulutnya. Adira mencoba bersikap
biasa dan segera menutup notebooknya, tapi apa daya tangan Alvaro telah lebih
dulu mengambilnya. Alvaro yang selalu jahil pada Adira mulai membuka
notebooknya. Alvaro terus membuka-buka setiap halaman notebook Adira yang telah
penuh dengan gambar dan tulisan-tulisannya.
“Mas
varo balikin dong.”pinta Adira.
Alvaro
menggeleng. “Sapa dulu orangnya kalo emang pengen nyapa.”
“Nyapa
siapa, udah balikin sini.” Tangan Adira terus berusaha meraih notebooknya.
“Orangnya
kan udah ada didepanmu kenapa nggak disapa?”
“Hah?”Adira
mulai gelagapan.
“Sesulit
apa sih nyapa duluan? Udah tiga tahun juga masih aja.”
“Maksudnya?”
“
Masak harus selalu aku sapa duluan sih Dir? Bukannya aku kegeeran, tapi orang
yang kamu tulis ini aku kan? Aku udah pernah baca notebook kamu kok.”
“Kok
bisa? Ahh, jangan bilang yang nitipin notebook aku ke Kiara waktu itu mas Varo?”tanya
Adira.
Alvaro
hanya mengangguk mantap dan tersenyum. Lain halnya dengan Adira, dia sudah
bersiap akan kabur tapi tangan Alvaro lebih dulu mencegahnya. Adira menunduk
tidak berani menatap Alvaro.
“Mas
Varo tahu semua isi notebookku?”
“Yups,
dari halaman pertama sampai yang terakhir yang bilang kamu seneng karena abis
dapet reward dari pak boss dan lunch
bareng sama aku dan Kiara.”
Pundak
Adira semakin merosot. “Berarti udah dua tahun dong? Haish, rasanya besok
pengen ngajuin surat resign.”ucap
Adira sambil menghentak-hentakkan kakinya frustasi.
Alvaro
tertawa mendengar perkataan Adira. Tak berapa lama Kiara datang dan membuat Adira
seakan sedikit terselamatkan.
“Udah
disini aja Al?” Sapa Kiara.
“Lo
sih kelamaan, ya jadi gue nemenin temen lo yang lagi sendiri ini.”
“Kirain
udah mau terang-terangan.” Ucap Kiara asal.
“Diem
deh Ki.”
Adira
yang tidak tahu-menahu arah pembicaraan kedua rekan kerjanya mencoba bertanya.
“Terang-terangan apaan Ki?”
“Oh,
terang-terangan kalo si Alvaro mau deketin lo.”
“What?”
“Ups,
kayaknya gue perlu pindah meja nih buat makan. Bye” Pamit Kiara sambil membawa
kwetiauw dan lemon teanya kabur dari Alvaro dan Adira.
Alvaro
yang bingung dengan situasi saat ini hanya bisa menggaruk tengkuknya yang
sebenarnya tidak gatal. Sedangan Adira hanya mengaduk-aduk nasi goreng
pesanannya. Alvaro yang biasanya bisa dengan mudah membuka pembicaraan dengan
lawan bicaranya, entah kenapa tidak untuk saat ini. Biasanya dia juga menjahili
Adira, tetapi dia hanya diam tak tahu harus bicara apa.
Tak
berapa lama suara sms masuk terdengar dari ponsel Alvaro.
From:
Kiara
Mau
sampe kapan kalian diem?
Ngobrol
kek, biasa juga jahilin doi
To:Kiara
Mulut
lo sih ember
Kampret
emang lo mah
Gila,
ini awkward bgt, bingung gw
From:
Kiara
Yaudah
jujur aja
Gw
dukung 100% kok, hahahaha
Ketika
Alvaro akan membalas pesan dari Kiara, Adira membuka suara lebih dulu.
“
Mas aku duluan ya, aku udah selesai.”kata Adira sambil mengambil notebook,
dompet, dan ponselnya.
“
Tunggu Ra! Bisa ngomong bentar nggak di luar?”tanya Alvaro penuh harap.
Adira
ragu. “ Emm, kayaknya nggak sekarang deh mas. Aku duluan ya.”
******
Kiara
menghampiri meja kerja Adira. Dilihatnya rekan kerjanya itu sedang membenturkan
kepalanya ke meja kerja berulang kali. Kiara yang tahu Adira sudah lama
menyukai Alvaro hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Adira. Di tambah lagi
saat tadi Alvaro juga mengeluh kebingungan harus bagaimana menghadapi Adira.
Kiara
menepuk pundak Adira dan duduk disebelahnya.
“Kenapa
Dir?”
Adira
mendongakkan kepala. “Lo juga tahu kalo Mas Varo pernah baca notebook gue?”tanya
Adira melas.
Kiara
mengangguk. “Dia bilang kok sama gue kalo sempet baca, cuma dia nyuruh gue buat
nggak kasih tahu lo.”
“Terus
lo beneran nggak kasih tahu gue? Padahal lo tahu itu notebook isinya tentang
mas Varo.”
“Lo
nih begok apa gimana ya. Lo emang nggak sadar, selama ini Alvaro tuh ngelakuin
beberapa hal yang lo tulis di notebook lo?”
“Maksudnya?”
“Coklat,
toples origami bintang, gantungan kunci, phone case, ice cream, pigura itu.”tunjuk
Kiara. “Itu beberapa hal ya lo pengen dan dia titipin ke gue buat lo.”
“Gue
pikir itu emang lo yang beliin.”
“Udah
ah, gue cuma mau kasih tahu lo sebatas itu. Sisanya kalian berdua yang
nyelesein sendiri. Sama-sama suka kok pada dibikin ribet.”kata Kiara sembari
beranjak menuju meja kerjanya.
Sepeninggal
Kiara, Adira mencoba memfokuskan pada pekerjaannya. Dia tidak mau pekerjaannya
sampai keteteran walaupun kepalanya masih dipenuhi dengan Alvaro dan
notebooknya.
Jam
sudah menunjukkan pukul 17.00. Adira membereskan meja kerjanya dan bersiap
untuk pulang. Saat Adira hendak memasukkan notebooknya, matanya menangkap
sebuah kotak yang baru pertama kali dilihatnya. Adira membuka kotak berwarna
biru muda yang ternyata berisi permen cupa cup.
![]() |
| Foto: Pinterest |
To:
Adira
Aku
tunggu di taman belakang kantor abis kamu pulang kantor.
I’ve
something to tell you. J
-
Alvaro -
******
Regards,
F






