Barcode Project

Barengan Corat-Coret Ide

Barcode Projects

  • Home
  • Penulis

Ada kalanya memilih. 
Seperti hidup yang selalu memilih di antara banyak pilihan. 
Kita memilih untuk hiatus sampai waktu yang belum ditentukan. 
Sampai bertemu di angka selanjutnya.

Regards, 
V, F, A.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



There is empty post for #56. We will get punishment for this.
See you!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Foto : Tumblr

Oke hari ini topik pembahasannya tentang gebetan ..hmm tapi kayaknya esta sedikit mengganti kata gebetan jadi seseorang yang dikagumi aja ya? Hampir sama deh ya kayaknya, cuman agak ngeles dikit karna kesannya gengsi nganggep si dia itu sebagai gebetan :D

So..
“IS” adalah inisial seseorang yang saya kagumi, siapa seh dia? RAHASIA karna kalau kalian tau terus search namanya via mbah google pasti ketemu ..Hahaha..
Terus gimana ceritanya kok bisa kagum sama dia? Kenal dimana? Kapan kenalan? Pertama kali ketemu dimana? Hmmm..Jawabannya just it flow aja dan jalaran seko kulino (karna sering ketemu dan semakin penasaran dengan kepribadiannya maka semakin lama semakin menemukan hal-hal yang ternyata bisa dikagumi). Terus esta ga pernah kenalan tapi  tau-tau kenal aja, tapi yang paling pasti berawal dari obrolan sederhana sampai akhirnya bisa saling kenal dan terkadang tanpa sadar suka diskusi bareng, menanyakan sesuatu hal sederhana yang ga penting-penting amat atau bahkan kadang suka bercanda dan menertawai hal-hal yang tak terduga bareng ,cieee..(ini ujian , jangan sampe BAPER) hehe..
Terus kalau alasan kenapa esta kagum, jawabannya mungkin karna rasa penasaran sama kepribadiannya yang ga mudah ditebak, soalnya.. kadang dia seperti sosok laki-laki  yang dewasa dengan tutur kata yang sopan. Tapi, kadang dia juga bisa jadi teman yang easy going yang bisa diajak ngobrol dan bercanda lepas dengan siapapun tanpa melihat status sosialnya. Bahkan dia tidak sungkan bergaul akrab dengan orang-orang yang bisa jadi memiliki status sosial (jabatan) yang jauh dibawah dirinya. Tapi dia juga kadang dikenal dengan sosok yang cuek (cueknya ini yang kadang ngeselin, soalnya kelihatan nyebelin) tapi dia juga tidak banyak bicara seh.. walaupun dia sosok yang sebenarnya mampu memperhatikan dan menjaga orang-orang yang dia sayang dengan cukup baik (katanya seh begitu, soalnya denger-denger dia tinggal serumah dengan sang ibu yang dia rawat disela-sela jadwal kerjanya yg super sibuk beberapa tahun ini). Itu juga yang mungkin membuat esta kagum dan terkesan dengan kepribadiannya. Jadi, intinya dia itu sosok yang “TIDAK MUDAH DITEBAK DAN DIMENGERTI” dengan kata lain  dia itu sosok yang “MISTERIUS”.
And the last..karna sudah lama ga ketemu walaupun satu instansi kerja, mungkin ada sedikit pesan seh buat dia kalau seumpama ada kemungkinan baca blog ini (ga mungkin !!! sibuk !! dia mah org penting ..haha), esta cuman mau bilang “Jadi seseorang yg tetap rendah hati dengan kelebihanmu dan cukup jadi dirimu yang apa adanya terutama saat menentukan siapa seseorang yang pantas mendampingimu” eaakkkk..haha sudah mulai melantur saya, so.. kita akhiri saja ya? Lelah habis shift sore ..sekian..


Dengan rendah hati,


A


Tambahan : Konten ini hanya hiburan dan tidak bertujuan untuk mengesampingkan perasaan saya ke seseorang yg lebih spesial dari si “IS” ini yaa..hehe.. karna sesungguhnya ada hati seseorang yang saya jaga. Ehem..ehem :P
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Pernahkah kalian berfikir bahwa sebuah rasa cinta dapat tertuang ke dalam sebuah potretan foto?
Mungkin kebanyakan orang lebih banyak melambangkan dan menyampaikan rasa cintanya melalui bunga, coklat, surat cinta, lagu, puisi, boneka, atau yang lainnya. Tapi menurutku ada satu benda yang memiliki makna jauh lebih dalam daripada itu semua. Benda apa seh itu? Benda itu adalah sebuah foto (potretan di masa lalu) yang mengingatkanmu tentang sebuah kisah, sebuah perasaan,dan sebuah ingatan yang takkan terlupakan. Karena dari sebuah foto seseorang dapat menunjukkan rasa cintanya meski tidak pernah mengucapkannya melalui lisan. Seperti potretan foto dibawah ini yang mewakili makna cerita cinta tersembunyi dari berbagai moment tak terlupakan.

"Cinta itu ketika aku mendengar jeritan tangismu nak"
Dalam moment foto pertama ini tanpa perlu menjelaskan panjang lebar, kita bisa menilai dan melihat sendiri bagaimana rasa haru dari pengalaman yang luar biasa dari sepasang orangtua baru saat mendekap erat bayi pertamanya. Bukankah itu kehangatan dari sebuah cinta? 
foto : tumblr

"Ibu..,kasih sayangmu takkan pernah padam meski waktu melemahkan ingatanmu"
Foto ini menjelaskan secara tersirat bagaimana pengorbanan seorang ibu dalam memenuhi segala kebutuhan anaknya. Termasuk kebutuhan sandang dan pangan, dari mulai pakaian yang menghangatkan tubuh anaknya sampai makanan yang tercukupi demi keberlangsungan hidup keluarga.

foto : tumblr

"Ketika kau jauh , maka aku baru mengerti apa itu rindu kak"   
Dalam foto ketiga ini kita dapat melihat keakraban antar saudara, iya seh tapi kalau lagi akur, iya ga neh? soalnya ada pepatah yang bilang -kalau dekat berantem mulu kalau jauh kangennya minta ampun (hehehehe..)-
Tapi walaupun sering berantem,bukan berarti kita ga sayang sama saudara yaa 

foto : tumblr

"Haiii..teman rasa saudara"
Sahabat adalah orang yang kadang jauh lebih kita percaya untuk berbagi segala cerita, dari mulai cerita tentang gebetan, hobi, buku kesukaan, sampai segala sesuatu yang ga kita suka juga kadang kita diceritain. Makanya kadar rasa sayang kita ke sahabat terkadang hampir sama dengan kadar rasa sayang kita ke saudara sendiri.
foto : tumblr

"Memilihmu takkan pernah keliru"
Terkadang dalam hidup kita percaya bahwa hanya dengan melihat dan berfikir sudah cukup untuk memahami isi hati seseorang dan memilihnya untuk menjadi pendamping hidup. Padahal sebenarnya kita juga harus banyak-banyak mendengarkan keinginan hati kita dan seseorang tersebut untuk dapat saling memahami. 
Hingga ketika suatu saat dirimu sudah dapat berbagi hati bersamanya dengan rumus 3 M (melihat, mendengar, dan merasakan), maka pilihanmu untuk berdampingan dengannya sampai akhir usia adalah pilihan yang tak kan pernah keliru.
foto : tumblr

Nah itu tadi beberapa foto yang diambil dari berbagai moment dimana menurut saya dapat menjadi sebuah lambang dari uangkapan cinta. Karna dari foto, kita bisa melihat dan merasakan makna rasa cinta yang tersirat dari setiap jepretannya.

Sekian dan terimakasih :) 



dengan rendah hati,


A

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ketika tema barcode tentang cinta, terkadang aku tidak mudah untuk menemukan apa yang harus kutulis. Definisi cinta yang mana yang kalian cari. Sebisa mungkin aku memberi definisi yang menurutku umum tanpa bermaksud subjektif pada satu titik.

Cinta yang sering kali dikaitkan dengan bunga, cokelat, cincin, dan boneka sebagai lambang dari cinta itu sendiri. Tapi tidak bagiku. Ada dua benda yangmenurutku bisa melambangkan cinta, cinta untuk keluarga, cinta untuk sahabat, dan cinta untuk kekasih. 

Aku juga melambangkan cinta dengan boneka, tetapi boneka yang spesifik. Boneka beruang.

Foto: Pinterest
Entah apa, aku terlalu menyukai boneka beruang. Boneka yang terlihat lucu, manis, dan hangat menurutku. Semuapun akan menyukai boneka beruang. Tak ada hal spesifik yang membuatku melambangkan cinta dengan boneka beruang. Hanya karena itu boneka beruang, aku bisa merasakan hangatnya cinta.

Foto: Pinterest
Satu lagi yang bisa kulambangkan sebagai bentuk cinta. Kumpulan foto-foto. Foto yang tercetak adalah benda dimana aku bisa mendefinisikan cinta, melihat cinta, dan merasakan cinta. Cinta yang bahagia maupun cinta yang menyedihkan. Dalam setiap potongan foto akan ada satu scene dimana menggambarkan suasana itu. Menyimpan memori indah, pahit, dan sedih salam satu bingkai dan bingkai yang lain. Dalam bingkai itupun, terselip rasa yang tersembunyi. Dalam bingkai itu juga terdapat kebahagiaan yang terpancar. Dalam bingkai itu dapat dilihat kesedihan, bahkan kemarahan akan cinta itu.
Foto: Pinterest
Tertawa bersama, bercanda bersama, tersenyum tulus, tersenyum yang dipaksakan, cengiran tanpa bersalah, lipatan wajah ketika marah itu datang, kemurungan yang tercetak karena sedih, kebodohan yang terlihat dapat terlihat dari bingkai foto-foto itu. Bergandeng tangan, duduk bersisian, saling merangkul, berpelukan, saling pukul, saling berguling dan bergumung membuat memori bersama untuk membentuk satu bingkai foto, mengabadikannya untuk seumur hidup.

Foto: Pinterest
Cinta yang dirasakan ataupun yang terlihat dalam bingkai itu akan ada selamanya dalam foto itu walaupun tidak lagi dalam dunia nyata. The moments I spend with you is love. 

Regards,

F







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Penggalan dari cerita Adira dan Alvaro. Ceritanya bakal di-posting secepatnya.
Dari Adira untuk Alvaro.

  Senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya
  Dia selalu datang dengan senyumnya
  Ketika orang lain jatuh hati pada senyumnya,
  Aku jatuh hati pada matanya.
  Mata itu hitam, tajam, tapi sangat menenangkan
  Mata itu yang membuatku jatuh hati terus dan terus
  Tiga tahun yang lalu,
  Pertama kali aku bertemu dengannya
  Pandangan kami bertemu, lalu dia tersenyum sambil mengulurkan tangan
  Pada saat itu untuk pertama kalinya aku seakan terhipnotis oleh mata hitam itu
  Mata hitam itu yang selalu menarikku seperti magnet untuk terus memandangnya
  Dan di waktu yang sama, mata hitam itu juga membuatku malu dan tak berani untuk      
  menatapnya lama
  Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta pada seseorang
  Teruntuk pemilik mata hitam itu, aku ingin menyapamu
  Menyapamu dalam diamku, menyapamu dalam tulisan ini
  Hi, you. Alvaro


-          Adira - 
Regards,


F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


foto : Tribunstyle.com
Ketika cinta meruntuhkan setiap keraguan di dalam hati
Ketika cinta menguatkan dua langkah yang mulai goyah
Ketika cinta menemukan kepingan asa yang terpisah
Ketika cinta mengubah keegoisan manusia
Ketika cinta menerima perbedaan yang ada
Ketika cinta memilihmu untuk mendampingiku..
Maka disaat itu cinta telah mengubah ketakutanku menjadi sebuah keyakinan..
Bahwa…
Ketika…
….
Banyak yang tak merestui cinta kita berdua..
Kita jalani saja
….
Kita yang punya mimpi ini..
…
Kita jalan terus…
Entah apa nanti…
…
Jangan berhenti percaya cinta..
Jangan berlari dari cinta..
…
Karna
…
Kita yang tau, kita yg punya…………………. CINTA


Keterangan tambahan : yg di bold itu lirik lagunya Afgan “Jalan Terus”
Ga tau kenapa malam ini bingung mau nulis apa , alhasil hanya mengutip sedikit lirik yang di tambahi sedikit syair ala ala yaa..hihi..selamat menikmati dan jangan lupa coba degerin lagunya, walaupun tidak pernah, tidak sedang, dan tidak mau ada di situasi yg sama dengan lagu ini, tapi percayalah di setiap melodi lagu dan penjiwaannya mamas Afgan di lagu “Jalan Terus” bisa bikin BAPER :P 





dengan rendah hati,


A
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Belantika musik Tanah Air, baru-baru ini kehadiran penyanyi solo ganteng yang bikin hati berdesir. Deretan nama seperti Rendy Pandugo, Jaz cukup memikat telinga. Hati pun ikut terjerat dengan suara emas mereka. Aw aw..

Siang adalah kata yang paling enggan ia ucapkan. Entah sejak kapan, laki-laki berambut gondrong ini membenci siang hari. Ia lebih memilih bangun ketika matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya. Ia pun menghindari bepergian pada siang hari. Namun demikian, segala upayanya menghindari siang hari harus terpatahkan oleh seorang gadis.

Gadis bernama Irna mampu memikat perasaannya. Segala pertahanan dan upayanya untuk menghindari siang kandas begitu saja. Kini ia mulai mencintai siang dan Irna. Laki-laki berambut gondrong ini pun sedang berdiri di sebuah lapangan bola. Ia tampak sendirian di tengah keramaian. Sesekali ia melihat jam di tangannya, kemudian melihat sekeliling. Ia seolah sedang menunggu kehadiran seseorang. Tak berselang lama, sosok yang ia tunggu datang.

Perempuan berambut panjang datang dengan menggenakan kemeja flanelnya. Senyum ceria pun terpancar dari bibir keduanya.

"Aku di sini padamu, sekali lagi padamu. Ku bawa rindu yang kau pesan utuh."

Laki-laki gondrong dan Irna adalah dua insan muda yang jatuh cinta pada pandangan pertama karena sebuah acara. Bermula dari ketidak sengajaan bertemu, mereka saling dikenalkan oleh teman masing-masing. Obrolan singkat pun sempat terbesit dari keduanya. Dari secuil obrolan tersebut, keduanya pun saling mengagumi hingga berakhir pada tukar nomor HP. Sampailah pada pertemuan di lapangan bola ini.


"Pun aku merasakan getaranmu, mencintaiku seperti ku mencintaimu. Sungguh kasmaran aku kepadamu,  kasmaranku kepadamu."

Dua insan ini pun mulai menjalin hubungan pacaran. Saling jatuh cinta dan kasmaran :)



Regards,
V



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yeay, udah minggu keenam dan alhamdulillah bisa lanjut ke tema-tema berikutnya. J

Yups, seperti yang udah Vindi bilang di-posting-an sebelumnya, kalau tema kali ini tentang society. Tulisan ini pure opini aku dan nggak ada maksud buat sok tahu, nyakitin, nyinggung atau apapun itu. Aku juga lagi berusaha buat melihat dan menulis yang objective. Karena yang subjective kadang suka pake hati haha *abaikan*

Dan di jaman yang serba modern ini, tentu kita udah nggak asing lagi dong sama social media. Dan yang lagi naik-naiknya adalah hal yang kemudian menjadi viral di social media  dan beberapa mulai menjadi isu nasional gitu.
Foto: www.similarweb.com

Kayak twit yang ditulis sama Ernest, salah satu komika yang kiprahnya kita tahu bukan cuma di stand-up comedy aja, tapi juga buku dan film. Kenapa aku kasih contoh tentang Ernest, ya karena aku sama Vindi udah sepakat untuk kasih opini kita di lingkup itu.

Social media sekarang udah kayak makanan sehari-hari buat beberapa orang. Kenapa aku bilang beberapa orang, yak karena ada yang menjadi addict sama medsos, ada yang biasa-biasa aja, dan bahkan ada yang nggak menggunakan medsos. Pagi, siang, malam seperti nggak pernah sepi. Media sosial yang awalnya sebagai wadah untuk berkomunikasi tak langsung bagi manusia modern kini sudah bertambah fungsi menjadi diary, wadah pamer, tempat jualan, album online, modus penipuan, dan masih banyak lagi. Tentunya ada hal positif yang bisa diambil dari penggunaan media social, tapi banyak juga hal negative yang kerap muncul.

Dari apa yang aku lihat dan aku rasain sih, kayak sekarang tuh jadi lebih gampang terprovokasi dari media social. Gampang adu domba, gampang sebar hoax, gampang men-judge, dan malah media social kayak jadi racun. Beberapa media news, ada yang mereka memberitakan melalui online hal yang faktanya belum akurat dan hanya mengejar rating dan sebagainya. Aku jadi yang mau baca berita jadi juga mikir, itu media berita bisa dipercaya gak sih, aktual apa enggak. 

Selain itu, kayak tentang Ernest, Uus, atau yang lainnya yang jadi viral, okay, setiap orang memang punya hak buat berpendapat. And we have to respect their opinion. Tapi kita juga sebagai pengguna media social juga harus tahu kapasitas media social itu untuk apa dan bijaksana juga untuk menggunakannya. Mungkin juga mereka yang well-known di media social juga harus sadar, kalau ketika mereka bertindak ada banyak orang yang menjadi fansnya mungkin akan mengikuti. Okay, nggak semuanya jelek, cuma untuk kita bisa jadi negara yang maju kita juga berperan dalam hal edukasi. Karena anak kecil itu akan meniru hal yang mereka lihat, dan masa pubertas adalah masa dimana mereka mencari jati diri mereka. Baiknya, mereka juga bisa bijaksana dalam bertindak maupun berkata kalau-kalau nanti mereka dijadikan panutan. Tugas mengedukasi dan mengubah bangsa kita bukan cuma tugas orang tua, guru, pahlawan, ataupun pejabat, tapi kita semua. (Yang ini maksud aku bukan ke masalah Ernest aja tapi juga ke artis atau seleb-seleb media social lainnya.)

Kita bisa sharing, bisa beropini, karena kita punya hak berpendapat sebagai masyarakat di negara kita yang demokratis ini. Tapi tentu ada etikanya. Secara, kalo kita ketemu orang dan mau berargumen secara langsung ada etikanya, tentu yang melalui media nggak langsung juga kudu ada etikanya dong. Karena kadang yang lewat social media itu suka ambigu dan bikin miscom atau salah paham. Hal itu bukan cuma buat mereka yang mau beropini, tapi juga yang ngommentari. Yang aku lihat kalo orang-orang ngomentari suka pada kelewat batas, kayak perkataan yang dipake. Kadang mereka mengomentari si A nggak punya etika, tapi cara mereka mengomentari juga kadang nggak beretika.


Sebenernya balik lagi ke kita sih yang mau lihat itu dari satu sisi aja, mau jadi komentator aja-kah, atau yang mau langsung judge tanpa cari info lebih atau yang mau mencoba menempatkan atau melihat dari sisi yang dikomentari. Nggak ada orang di dunia ini yang bisa bener-bener satu paham. Pasangan aja nyatuin dua kepala belum tentu bisa klop 100%, mereka yang kembar aja belum tentu pilihannya sama, apalagi kita yang berbeda-beda ini. 

"Respect to each other for your own peace, not for others. Be wise when you are using social media. Your attitude shows the true of you. -- FW" 

Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yeeeeeeeeeay sudah masuk tulisan ke-6 !!!

Kali ini saya dan Winda mau bahas yang lagi hangat nih! Kayak nasi yang baru matang dari rice cooker. Ngebul gitu~

Tema kali ini adalah tentang society. Sekadar informasi pembuka untuk kalian nih, society ini dibuat memang untuk menulis tentang pendapat saya dan Winda dalam memandang sebuah isu yang ada di masyarakat. Isunya apapun, asal kami berdua paham dan ngikutin bareng-bareng. Hehe

foto: thedigitalmarketingboss.com
Isu yang dipilih kali ini adalah tentang berpendapat di media sosial. Latar belakang kami mengambil isu ini karena sedang ada kabar salah satu komika Tanah Air, Ernest Prakasa yang sedang hangat dibicarakan. Ernest mendapat banyak hujatan dari netizen karena twit-nya. Kamu bisa baca di link berikut ini.Berawal dari kasus tersebut, kami pun mengambil tema tentang,

"Social media itu kalau menurut kita buat apa? Lalu menurut kita, idealnya sosial media itu untuk apa?

Sebagai negara demokratis yang menjunjung tinggi musyawarah mufakat, mari kita mulai beropini. :)

Kalau saya pribadi, saya mengapresiasi pendapat dari siapa saja yang telah menyampaikan aspirasinya melalui media sosial, termasuk para seleb. Bolehlah mereka berpendapat melalui akun media sosial masing-masing. Tentunya, mereka nggak asal bicara dong. Contohnya, kasus Ernest. Bukankah, adanya twit tersebut dilatar belakangi oleh sebuah artikel atau 'pengetahuan' yang telah ia dapatkan. Tentu ada bukti atau fakta yang melatarbelakangi adanya twit tersebut. Ya kan?

Saya sih herannya, mengapa netizen kita memandang seseorang hanya dari warna hitam dan putih. Maksudnya di sini hitam dan putih adalah terlalu garis keras melabeli seseorang sebagai seorang yang hitam dan putih (hitam ibarat keburukan dan putih diibaratkan kebaikan). Jadi netizen kita ini kalau sudah memandang orang baik, ya anggapan mereka baik terus. Sebaik dewa dan dewi yang jadi panutan. Sebaliknya, kalau yang dilabeli hitam ya hitam mulu. Stop labeling, guys!

Manusia itu hakikatnya bisa jadi putih, hitam, atau perpaduan keduanya. Manusia itu makhluk dinamis, nggak monoton dan stagnan. Jadi jangan begitu 'memutihkan' orang dan 'menghitamkan' orang. Hehe

Media sosial kan memang sebuah media yang kini nggak bisa jauh-jauh dari kehidupan kita. Hayo ngaku, siapa yang suka main sosmed?

Jadi menurutku beropini di media sosial adalah sebuah kewajaran. Jadi wajar-wajar aja main sosial medianya. Sekian dariku, sungguh kalau mau ngobrol panjang via chat aja. Terbuka untuk berdiskusi :)


Regards

V



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Mengenai Saya

Barcode Projects
Lihat profil lengkapku

About me

Barcode Projects adalah sebuah proyek menulis yang diinisiasi oleh dua perempuan sok struggle dan tukang baper. Perempuan yang dimaksud adalah Ferizka Winda dan Vindiasari Putri.

Barcode Projects sendiri memiliki kepanjangan 'Barengan corat-coret'. Barcode Projects ini dijadikan wadah menulis dan berbagi cerita.

Labels

  • 1
  • 10
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • A
  • Barcodeprojects
  • Bebas
  • Cinta
  • Cowok
  • Evaluasi
  • F
  • Family
  • First Experience
  • Friend
  • Lagu
  • Review
  • Society
  • V

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (95)
    • ▼  November (1)
      • #69, 70, 71, 72, 73, 74,75, 76, 77, 78
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (14)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (15)
    • ►  Februari (9)

Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates