Barcode Project

Barengan Corat-Coret Ide

Barcode Projects

  • Home
  • Penulis

Ada kalanya memilih. 
Seperti hidup yang selalu memilih di antara banyak pilihan. 
Kita memilih untuk hiatus sampai waktu yang belum ditentukan. 
Sampai bertemu di angka selanjutnya.

Regards, 
V, F, A.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

There is no post for today. Sorry, we will get punishment for this.
See you again, guys!

Regards,

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest
Terlahir ke dunia menjadi anak pertama, kedua, ketiga, atau bungsu sekalipun bukan kita yang memilih. Sering kali orang-orang menebak anak keberapa temannya atau siapapun orang yang ditemui. Orang-orang menebak dari karakter yang terlihat dari sikap dan kepribadian seseorang.

Jika ditanya, seberapa sering orang lain menganggapmu sebagai anak bungsu jawabannya tidak sering. Mereka (teman ataupun orang yang baru kenal) sering mengira aku bukan anak bungsu dan bahkan sering mengira aku yang merupakan kakaknya dan kakakku sebagai adikku. Entah fisik, karakter, atau kepribadianku yang membuat mereka mengira begitu.

Foto: Pinterest
Dilihat dari beberapa orang yang aku kenal (teman, sahabat, dan keluarga) yang juga merupakan anak bungsu, dapat terlihat beberapa karakter atau sifat yang sama, antara lain:

  1. Terkadang terlihat manja, tetapi pada situasi tertentu mereka bisa menjadi orang yang sangat mandiri dan sangat bisa diandalkan.
  2. Keras kepala. Mereka akan semakin keras kepala jika diberitahu atau dinasihati secara keras atau memaksa. Mereka perlu ada kelembutan dan pendekatan yang dapat membuat si bungsu melunak.
  3. Peduli dengan sekitar. Mendapatkan kasih sayang dari orang tua, kakak-kakaknya, bahkan sanak saudara membuat si bungsu menyalurkan kasih sayangnya juga kepada orang lain ataupun sekitarnya. Dan tingkat kepeduliannya mungkin terlihat lebih tinggi.
  4. Hidupnya lebih free. Mereka suka bermain, mencari hal baru, dan lebih ke arah cuek dan suka-suka (bukan hal yang negatif).
  5. Mudah bergaul. Jaringan pertemanan cenderung lebih luas.

Selain itu, beberapa karakter anak bungsu juga bisa dilihat di salah satu laman dosen psikologi yang ternyata kurang lebih menyebutkan hal yang serupa dari yang aku sebutkan. Nah, buat kalian yang juga termasuk dalam geng anak bungsu, kalian juga gitu nggak? Buat kalian yang mau iseng-iseng baca tentang si bungsu, bisa juga cek disini.

Regards,

F

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 Obrolan yang kerap muncul di tengah pertemanan adalah mengenai keluarga. Pasti kamu pernah menerima pertanyaan kamu anak ke berapa? Punya saudara berapa?

Nggak dipungkiri, pertanyaan tersebut menjadi 'pertanyaan umum' yang bisa jadi bahan obrolan. Bisa jadi karena kehabisan pertanyaan atau beneran penasaran. Hehe

Barcode project kali ini mengusung tema friend and family. Topik hari ini berkaitan dengan pertanyaan umum di atas.

Kamu anak ke berapa di keluargamu?

Berdasarkan pengalaman pribadi. Saya selalu membalikkan pertanyaan mengenai saya anak ke berapa dan punya saudara berapa?
"Menurutmu, aku anak ke berapa?," tanyaku balik sembari memberikan senyuman.


Nah dari pengalaman tersebut ada beragam jawaban berdasarkan perspektif masing-masing. 
Karena sejak TK hingga SD, saya satu sekolah dengan kakak. Maka banyak dari orang yang mengenal saya sebagai seseorang adik. Jelas dengan demikian, saya adalah bukan anak pertama. 

Sementara SMP, saya dikenal sebagai seorang yang punya kakak dan adik. Pasalnya setiap hari saya selalu nebeng kakak sampai sekolahnya. Lalu saya berhenti di pinggir jalan dan menunggu bus datang. Akan tetapi, saya kadang diantar oleh mama ke sekolah bersama adik. 
Jadi jelas sekali bahwa saya bukan anak bungsu.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai mengembangkan diri dengan berbagai kegiatan. Saya pun mulai lepas dari keterikatan dengan keluarga. Mulai menjadi seorang 'individual' yang memang punya kesibukan masing-masing. 

Berkembang menjadi pribadi, banyak orang mulai mengenal secara umum. Sementara ada pula yang mulai dekat secara personal. Lalu menanyakan hal-hal seputar diri. Apapun mulai dari hobi, kebiasaan, makanan kesukaan, dan tentunya keluarga.

Semakin ke sini, saya mulai banyak mendapat pertanyaan umum dengan jawaban yang mulai seragam. Banyak orang menilaiku sebagai anak terakhir di keluarga. Wow kenapa ya? 

Jawabanmu berujung pada, "mungkin karena mulu nggak boros."

"Mungkin karena kamu imut."

Itulah jawaban yang sering sana terima dengan usia yang semakin bertambah.

Alhamdulillah sih kalau dibilang imut dan awet muda. Terima kasih Tuhan 😂😬😇😇😇😇
Namun saya pribadi bukan tipe orang yang mudah percaya dengan omongan yang cenderung memuji.
Saya justru berpikir, "apakah saya terlihat manja dan nggak dewasa sehingga banyak yang mengira--saya anak bungsu?"

Tolong jawab jujur, apakah aku terlihat nggak dewasa atau kekanak-kanakan?

Tulisan ini bukan berarti mengklaim bahwa anak terakhir adalah anak manja dan kekanak-kanakan. Nyatanya, banyak di luar sana, anak bungsu justru lebih dewasa dari kakaknya. Angka sekadar angka dan urutan. Sementara kamu pribadi adalah hal utama. Mau kamu anak pertama, kedua, keriga, kesekian. Kamu tetaplah kamu dengan pribadi yang unik. 

Kamulah yang utama ♥️❤️❤️❤️❤️💃💃

Dari panjangnya tulisan di atas, saya sendiri belum menjawab pertanyaan kamu anak ke berapa? Maaf yaaah!
Saya adalah anak kedua daru beberapa saudara. Kalau dijulukan Jawa, sebutannya gotong mayit. 😂 

See you soon❤️
Regards, 
V


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"Kosongkanlah gelasmu di setiap kesempatan. Maka kamu akan kaya dengan ilmu dan pengetahuan baru."

Kalimat tersebut sering saya dengar dari orang-orang penting ketika masih kuliah. Meskipun tak sama persis, tapi intinya demikian. Saya ingin berbagi dengan kalian semua tentang filosofi ungkapan di atas. Hal tersebut bukan sebuah kebetulan, melainkan begitu dekat dengan keseharian saya dan kalian.

Jujur, dua minggu terakhir adalah waktu yang berat bagi saya. Mengapa? Saya dipindah tugaskan ke bagian lain-yang sebenarnya jauh dari apa yang dibayangkan. Sebelumnya, saya menjadi seorang reporter sekaligus content writer pada tema tertentu. Sudah hampir 7 bulan saya bekerja. Angka yang menurut teman kantor, belum dapat cuti. Hehe

Tujuh bulan bukan waktu yang singkat, namun tak tepat dikatakan lama. Selama tujuh bulan itu pula, saya berkutat dengan naik turunnya kebimbangan hati. Ada banyak ''masalah" dan "konflik" yang terjadi. Namun akhirnya, saya mencoba menenangkan diri dan meyakinkan bahwa "masak segitu aja nyerah?"
"Kamu bisa kok, Vin. Anggap aja nerima pengalaman baru."
... dan banyak perdebatan lainnya.

Puncak segala perdebatan adalah pada dua minggu lalu. Saya dipindahkan ke bagian lain. Rasa dalam benak pun campur aduk. Kecewa, sedih, takut, gelisah, sebel, pengen marah semua jadi satu. Tak heran apabila ada perasaan ingin menyerah hari itu juga. Saya mencoba menyimpannya dan mengabaikan perasaan yang ada. Namun akhirnya, saya nggak sanggup dan memutuskan untuk ke kamar mandi-menenangkan diri. Hiks

Saya kecewa, karena ketidakjelasan alasan. Saya nggak menemukan jawaban yang puas atau pemindahan. Saya sedih karena saya sedang merasa nyaman dengan bagian saya. Saya takut dan gelisah dengan pemindahan ini. Apakah karena kinerja yang kurang maksimal? Atau seperti apa? Mereka menjawab, "kinerjamu bagus kok." Tapi mengapa di pindah? Sampai sekarang saya nggak dapat menemukan jawaban yang mengena. Hiks Sebel dan pengen marah rasanya. Hmm mungkin lagi PMS aja, apalagi perut udah mulai mules saat itu.

Pada akhirnya, kesedihan dan kekecewaan itu coba dilarungkan. Sembari menyakinkan diri dan membangun benteng. "Nggak apa-apa sih. Itung-itung belajar hal baru."

Memang saya mengakui, pemindahan tersebut ada hal positifnya. Saya jadi makin 'kaya' dengan hal baru. Akan tetapi, cap yang melekat pada pekerjaan baru ini cukup menantang. Membuat saya minder dan cukup tertekan. Saya merasa di bawah tekanan dan cenderung kepikiran. Dua minggu awal menjadi buktinya. Setiap akan berangkat kerja, saya malas-malasan. Rasanya capek padahal belum kerja. 

Tak hanya itu, selepas pulang kerja atau saat jam kerja. Saya kerap merasa tak napsu makan padahal lapar. Saya kerap migrain dan pusing nggak keruan. Hiks. Pada titik ini pula, saya ingin menyerah. Tapi sekali lagi, " Nggak apa-apa sih. Itung-itung belajar hal baru. Kamu bisa, Vin."

Nggak sekadar pesan positif saja yang ditanamkan pada diri. Namun juga beberapa pengalaman sebelumnya. Salah satunya mengenai kutipan berikut ini.

"Kosongkanlah gelasmu di setiap kesempatan. Maka kamu akan kaya dengan ilmu dan pengetahuan baru."

Yah, saya mencoba mengosongkan diri saya. Saya sedang mengisinya dengan hal-hal baru (pekerjaan baru saya). Lalu berproses dengan waktu. Perlahan, saya akan makin banyak ilmu.  Lantas ingatlah! Ilmu itu lebih berharga. Jadi saya dan kalian yang sedang berada di titik rendah atau terpuruk, jangan menyerah. Anggap ini sebagai sebuah proses atau pembelajaran hidup. Kamu nggak akan rugi kok, kamu malah makin kaya akan pengalaman. Pengalaman itu pun akan membentukmu menjadi lebih baik. 

Cheers! 😇
Regards

V
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Foto : Tumblr

10 Hal yang bisa kita lakuin saat mengagumi seseorang secara diam-diam (ga perlu takut, nikmati saja prosesnya ! ), diantaranya :

1.    Stalking sosmed-nya
Siapa hayo yang lagi naksir atau mengagumi seseorang dan langsung deh kepoin sosmednya (pasti pada angkat tangan niyee :P ). Awalnya seh iseng ngetik namanya di beberapa sosmed, tapi begitu ketemu langsung menggebu-gebu buat kepo deh yaa.

2.    Curi-curi pandang
Duhh orangnya lewat (sambil jalan nyempetin lirik-lirik dikitlah..eakkkk) atau pas dia lagi asik duduk sendiri apa nongkrong bareng gengnya , dari jauh diam-diam kita nyuri kesempatan buat ngelihatin tuh orang.

3.    Suka senyum-senyum sendiri
Jangankan pas diajak ngobrol atau pas tiba-tiba dia manggil nama kamu, dengerin suaranya, ketemu dia tadi pagi sambil nginget-nginget apa aja yang dia lakuin selama ada disekitar kamu, atau pertemuan pertama kalian berdua pun bisa bikin kamu ga sadar jadi suka senyum-senyum sendiri loh alias bikin sumringah tuh..ihirrrrrrrrr

4.    Nyurhatin tentang dia ke sohib
Saking ga kuatnya mendem perasaan kagum sama si dia, pelarian yang paling tepat neh yaaa..biasanya langsung cuss nyurhatin segala macam tentang si dia sama sohib terdekat kamu. Karna berbagi cerita ke sohib ternyata bisa bikin perasaan jadi lebih bahagia juga loh.. Wkwkwkw.. (habis itu siap-siap deh sohibmu juga bisa jadi mak comblangmu sama si dia)

5.    Tertarik dengan segala macam hal yang dilakukannya
Dia lagi OSCE apaan seh itu (kepo), dia suka lagu-lagu classic (ok fine coba ikut dengerin ahh , walaupun lebih suka lagunya kak yaya), dia suka banget ngomongin soal film action (film yg mana seh itu, tapi kepo nyari synopsis filmnya,padahal kamu lebih suka nontonin kdrama). Ohhoooo.. poin ini menunjukkan kalau kamu ingin bisa memahami apa yang dia suka loh ya bukan berarti karna kamu jadi ga bisa “be your self” gitu. Karna sebenarnya kalau lagi mengagumi seseorang kamu akan cenderung ingin mengetahui dan lebih paham dengan apa yang dia sukai, biar kesannya kamu bisa samaan dan lebih nyambung.

6.    Mulai suka berandai-andai
Nahhh ini.. mulai deh suka ngebayangin kalau kalian bisa jadi deket , kamu mulai ngebayangin kalau kalau kalian punya perasaan yang sama dan mau berkomitmen gitu gimana ya? Ciyee ciyeee.. atau sekedar ngebayangin bisa jalan bareng kali yaa :o

7.    Bawa perasaan
Dag dig dug rasanya kalau tiba-tiba ada di satu ruangan cuman berdua atau tiba-tiba si dia kayak ngasih perhatian-perhatian yang tak terduga seperti misalnya nawarin makan siang padahal biasanya nyapa aja ga pernah. Ini dia yang bisa kita sebut mulai muncul bawa perasaan  “Baper” . Baper cukup bahaya neh ..soalnya baper adalah awal dari perasaan yang lebih dari sekedar mengagumi atau suka aja loh ..hihi

8.    Jatuh hati
Terlalu sering ada di sekitarnya dan terlalu lama menikmati rasa baper-mu, akhirnya mulailah kamu merasakan yang namanya jatuh hati. Jatuh hati biasanya muncul karena ada satu atau dua hal di kepribadiannya yang membuatmu merasa terpesona bahkan serasa nge-fly (haha..alay..tapi iya kan ya?). Contohnya nih yaa.., mungkin dia punya kepribadian yang humoris dibalik kecuekannya dan itu jadi nilai plus di mata kamu.

9.    Cinta sendiri
Setelah jatuh hati, kalau kamu tak mampu lagi menahan rasa , yaaaa..akhirnya bisa jadi jatuh cinta dan siap-siap ngerasain rasanya mengagumi dalam diam dan merasakan cinta sepihak (cinta sendiri). Ga perlu dibahas panjang lebar seh soal poin yang satu ini karna kayaknya kaita taulah lah ya gimana rasanya (maaf sok tau).
10.  Gebetan terindah
Setelah melalui 9 poin diatas maka ada kemungkinan si dia menjadi “gebetan terindah” kalau kalian masih susah move on dan menjadikan dia patokan (role model) dalam memilih pasangan hidup kalian di masa depan ..eakkkk setia amat seh :D tapi gagal move on nya jangan lama-lama lah makan ati entar :B


Ok ..cukup sekian topik kita kali ini, btw..kamu pernah ada di poin mana neh guys?? ;) (silahkan jawab sendiri)..dan..selamat membaca. btk…



Dengan rendah hati,


A

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jam makan siang adalah waktu yang selalu dinantikan oleh Adira. Adira selalu memilih untuk makan di restaurant yang terletak di sebrang kantor. Seringkali Adira makan dengan Kiara atau teman kantor lainnya. Dia selalu membawa notebook setiap kali dia makan di Let’s Eat Resto.

Adira duduk di salah satu sudut ruangan. Dia selalu memilih tempat duduk yang sama, dengan alasan tempat strategis untuk melihat suasana di resto ini. Adira sudah berulang kali membolak-balik buku menu dan terus saja melihat kearah jam tangannya. Tapi Kiara tak kunjung datang. Ya, hari ini Adira dan Kiara sepakat untuk lunch bareng.
Tak berapa lama ponsel Adira berbunyi menandakan ada pesan masuk.

From: Kiara
Dir, lo pesen duluan aja,
sekalian pesenin gw kwetiauw
goreng pedes sama lemon tea.
Masih ditahan pak Boss..

Begitu membaca pesan dari Kiara, Adira langsung memesan menu makan siang mereka. Setelah mbak-mbak yang ambil pesanan pergi, Adira segera mengeluarkan notebooknya. Dia mulai mencoret-coret tidak jelas. Di sisi kanan terdapat gambar pohon, lalu ada awan dan burung, lalu bangku taman, dan tulisan PARK.

Foto: Pinterest

Bunyi pintu dibuka membuat Adira mendongakkan kepalanya mengira Kiara yang datang, tapi ternyata bukan. Laki-laki dengan perawakan tinggi masuk dengan senyum yang terus tersungging diwajahnya. Adira tersenyum, lalu menunduk menatap notebooknya.  Adira membuka halaman baru dalam notebooknya.

      Senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya
      Dia selalu datang dengan senyumnya
      Ketika orang lain jatuh hati pada senyumnya,
      Aku jatuh hati pada matanya.
      Mata itu hitam, tajam, tapi sangat menenangkan
      Mata itu yang membuatku jatuh hati terus dan terus
      Tiga tahun yang lalu,
      Pertama kali aku bertemu dengannya
      Pandangan kami bertemu, lalu dia tersenyum sambil mengulurkan tangan
      Pada saat itu untuk pertama kalinya aku seakan terhipnotis oleh mata hitam itu
      Mata hitam itu yang selalu menarikku seperti magnet untuk terus memandangnya
      Dan di waktu yang sama, mata hitam itu juga membuatku malu dan tak berani untuk     
      menatapnya lama
      Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta pada seseorang
      Teruntuk pemilik mata hitam itu, aku ingin menyapamu
      Menyapamu dalam diamku, menyapamu dalam tulisan ini
      Hi, you. 
-          Adira -

“Kenapa gak langsung nyapa?”

Suara itu terdengar jelas ditelinga Adira. Suara yang selama tiga tahun ini dia dengarkan dalam diam. Bukanya mendongakkan kepalanya, Adira malah terus menggelengkan kepalanya berharap halusinasinya segera enyah dari kepalanya. Tapi nyatanya, suara itu kembali ia dengar.

“Nggak pusing apa Ra geleng-geleng terus?”

Seketika Adira mendongak dan tangannya segera membekap mulutnya. Adira mencoba bersikap biasa dan segera menutup notebooknya, tapi apa daya tangan Alvaro telah lebih dulu mengambilnya. Alvaro yang selalu jahil pada Adira mulai membuka notebooknya. Alvaro terus membuka-buka setiap halaman notebook Adira yang telah penuh dengan gambar dan tulisan-tulisannya.

“Mas varo balikin dong.”pinta Adira.
Alvaro menggeleng. “Sapa dulu orangnya kalo emang pengen nyapa.”
“Nyapa siapa, udah balikin sini.” Tangan Adira terus berusaha meraih notebooknya.
“Orangnya kan udah ada didepanmu kenapa nggak disapa?”
“Hah?”Adira mulai gelagapan.
“Sesulit apa sih nyapa duluan? Udah tiga tahun juga masih aja.”
“Maksudnya?”
“ Masak harus selalu aku sapa duluan sih Dir? Bukannya aku kegeeran, tapi orang yang kamu tulis ini aku kan? Aku udah pernah baca notebook kamu kok.”
“Kok bisa? Ahh, jangan bilang yang nitipin notebook aku ke Kiara waktu itu mas Varo?”tanya Adira.

Alvaro hanya mengangguk mantap dan tersenyum. Lain halnya dengan Adira, dia sudah bersiap akan kabur tapi tangan Alvaro lebih dulu mencegahnya. Adira menunduk tidak berani menatap Alvaro.

“Mas Varo tahu semua isi notebookku?”
“Yups, dari halaman pertama sampai yang terakhir yang bilang kamu seneng karena abis dapet reward dari pak boss dan lunch bareng sama aku dan Kiara.”
Pundak Adira semakin merosot. “Berarti udah dua tahun dong? Haish, rasanya besok pengen ngajuin surat resign.”ucap Adira sambil menghentak-hentakkan kakinya frustasi.

Alvaro tertawa mendengar perkataan Adira. Tak berapa lama Kiara datang dan membuat Adira seakan sedikit terselamatkan.

“Udah disini aja Al?” Sapa Kiara.
“Lo sih kelamaan, ya jadi gue nemenin temen lo yang lagi sendiri ini.”
“Kirain udah mau terang-terangan.” Ucap Kiara asal.
“Diem deh Ki.”
Adira yang tidak tahu-menahu arah pembicaraan kedua rekan kerjanya mencoba bertanya. “Terang-terangan apaan Ki?”
“Oh, terang-terangan kalo si Alvaro mau deketin lo.”
“What?”
“Ups, kayaknya gue perlu pindah meja nih buat makan. Bye” Pamit Kiara sambil membawa kwetiauw dan lemon teanya kabur dari Alvaro dan Adira.

Alvaro yang bingung dengan situasi saat ini hanya bisa menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. Sedangan Adira hanya mengaduk-aduk nasi goreng pesanannya. Alvaro yang biasanya bisa dengan mudah membuka pembicaraan dengan lawan bicaranya, entah kenapa tidak untuk saat ini. Biasanya dia juga menjahili Adira, tetapi dia hanya diam tak tahu harus bicara apa.

Tak berapa lama suara sms masuk terdengar dari ponsel Alvaro.

From: Kiara
Mau sampe kapan kalian diem?
Ngobrol kek, biasa juga jahilin doi

To:Kiara
Mulut lo sih ember
Kampret emang lo mah
Gila, ini awkward bgt, bingung gw

From: Kiara
Yaudah jujur aja
Gw dukung 100% kok, hahahaha

Ketika Alvaro akan membalas pesan dari Kiara, Adira membuka suara lebih dulu.

“ Mas aku duluan ya, aku udah selesai.”kata Adira sambil mengambil notebook, dompet, dan ponselnya.
“ Tunggu Ra! Bisa ngomong bentar nggak di luar?”tanya Alvaro penuh harap.
Adira ragu. “ Emm, kayaknya nggak sekarang deh mas. Aku duluan ya.”
******

Kiara menghampiri meja kerja Adira. Dilihatnya rekan kerjanya itu sedang membenturkan kepalanya ke meja kerja berulang kali. Kiara yang tahu Adira sudah lama menyukai Alvaro hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Adira. Di tambah lagi saat tadi Alvaro juga mengeluh kebingungan harus bagaimana menghadapi Adira.

Kiara menepuk pundak Adira dan duduk disebelahnya.

“Kenapa Dir?”
Adira mendongakkan kepala. “Lo juga tahu kalo Mas Varo pernah baca notebook gue?”tanya Adira melas.
Kiara mengangguk. “Dia bilang kok sama gue kalo sempet baca, cuma dia nyuruh gue buat nggak kasih tahu lo.”
“Terus lo beneran nggak kasih tahu gue? Padahal lo tahu itu notebook isinya tentang mas Varo.”
“Lo nih begok apa gimana ya. Lo emang nggak sadar, selama ini Alvaro tuh ngelakuin beberapa hal yang lo tulis di notebook lo?”
“Maksudnya?”
“Coklat, toples origami bintang, gantungan kunci, phone case, ice cream, pigura itu.”tunjuk Kiara. “Itu beberapa hal ya lo pengen dan dia titipin ke gue buat lo.”
“Gue pikir itu emang lo yang beliin.”
“Udah ah, gue cuma mau kasih tahu lo sebatas itu. Sisanya kalian berdua yang nyelesein sendiri. Sama-sama suka kok pada dibikin ribet.”kata Kiara sembari beranjak menuju meja kerjanya.

Sepeninggal Kiara, Adira mencoba memfokuskan pada pekerjaannya. Dia tidak mau pekerjaannya sampai keteteran walaupun kepalanya masih dipenuhi dengan Alvaro dan notebooknya.

Jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Adira membereskan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang. Saat Adira hendak memasukkan notebooknya, matanya menangkap sebuah kotak yang baru pertama kali dilihatnya. Adira membuka kotak berwarna biru muda yang ternyata berisi permen cupa cup.

Foto: Pinterest

To: Adira
Aku tunggu di taman belakang kantor abis kamu pulang kantor.
I’ve something to tell you. J
-  Alvaro  -

******
Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
It's Friday and it's 17 April, it means barcode's second monthiversary!
Foto: i.huffpost.com
First experience kali ini adalah travel alone a.k.a solo travel. Honestly, I've never travel alone. Mostly, I travel with my family or friends. Tapi, pernah sekali aku travel cuma berdua sama kakakku yang juga gak sering solo travel. Waktu itu kita ke kota yang katanya selalu macet. Yups, Jakarta. 

We went to Jakarta, coz I've to accompany my sister to her friend's wedding. Actually, nothing special but I kind felt how is the feeling travel alone. Like you've to move quickly, be responsible on your own, and you've to adapt with the environment quickly. 

Aku menikmati perjalanan yang kurang lebih 8 jam naik kereta Jogja-Jakarta. Begitu sampai stasiun Pasar Senen, aku ketemu temen mbakku yang kita mau tumpangi, dan for the first time naik KRL. Baru move dari kereta langsung masuk ke KRL dan waktu itu pas banget sama jam pulang kantor yang, WOW, padat banget. Pertama kali naik KRL, ngerasa "duh rame banget, kayaknya nggak lagi-lagi deh.", terus abis itu ngerasa, "not bad, dan jadi pengen ngerasain naik public transportation ini ke depannya."
Foto: Jepretan Pribadi
Pas di KRL pun mereka sama-sama saling menghargai, dan consider with others juga kok. Dan buat kalian yang belum pernah naik KRL nih, buat yang cewek mending naik gerbong yang khusus wanita. Apalagi kalo lagi jam padat gitu, lebih aman untuk yang cewek naiknya di gerbong khusus cewek. Yang aku tahu sih kalo khusu cewek itu ada di yang ujung-ujung. Kalo kemarin sih aku ngehnya, gerbongnya pasti warna pink, (tapi nggak tau juga sih bener semua pink enggak).

Nggak banyak yang aku lakuin disana. Aku kali ini sih mau share yang kaitannya sama kereta. Oh iya, kemarin juga jadi belajar kalo mau pergi-pergi apalagi naiknya public transportation, kudu banget on time kalo bisa lebih awal. Itu hukumnya WAJIB!

Dan waktu balik dari Jakarta, aku ambil kereta yang malem. Dan karena ekonomi jadi aku kudu berhadapan dengan penumpang yang lainnya. Sedikit awkward dan nggak nyaman sih, cuma yaudahlah. Untungnya sih mas-mas depan kita nggak nyebelin dan tidur dengan antengnya hahaha

Pas malem gitu, agak lupa jam berapa, agak ada hal yang bikin deg-degan. Karena tiba-tiba aja penumpang disebalik kursi aku tuh kayak ngigau gitu. Bapak-bapak dan kayaknya sampai beliau jedukin entah tangan entah kepala, karena ada suara brug-brug yang berulang kali dan aku nggak berani nengok mastiin. Ngerasa horor aja. Dibangunin istrinya, sampai pihak kereta juga ada yang kesitu, nanya sekaligus mastiin gitulah. Agak horor sih..

I hope I can enjoy another solo travel again next time.. 
Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hai Barcodessssss! *mutusi pakai nama barcodes*

foto: dokumen pribadi. 

Pada tulisan ketujuh kali ini seharusnya mengambil tema tentang review. Hanya saja, si Vindiasari dan Winda sedang soksibuk ddengan urusan masing-masing.

Sesuai konsekuensi, dua punggawa barcode projects siap membayar hukuman alias denda.

Terima kasih
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Mengenai Saya

Barcode Projects
Lihat profil lengkapku

About me

Barcode Projects adalah sebuah proyek menulis yang diinisiasi oleh dua perempuan sok struggle dan tukang baper. Perempuan yang dimaksud adalah Ferizka Winda dan Vindiasari Putri.

Barcode Projects sendiri memiliki kepanjangan 'Barengan corat-coret'. Barcode Projects ini dijadikan wadah menulis dan berbagi cerita.

Labels

  • 1
  • 10
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • A
  • Barcodeprojects
  • Bebas
  • Cinta
  • Cowok
  • Evaluasi
  • F
  • Family
  • First Experience
  • Friend
  • Lagu
  • Review
  • Society
  • V

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (95)
    • ▼  November (1)
      • #69, 70, 71, 72, 73, 74,75, 76, 77, 78
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (14)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (15)
    • ►  Februari (9)

Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates