Barcode Project

Barengan Corat-Coret Ide

Barcode Projects

  • Home
  • Penulis

Ada kalanya memilih. 
Seperti hidup yang selalu memilih di antara banyak pilihan. 
Kita memilih untuk hiatus sampai waktu yang belum ditentukan. 
Sampai bertemu di angka selanjutnya.

Regards, 
V, F, A.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hi, barcodes!
It's friday, so it's time for barcode project. Jumat kali ini, kita akan membahas tentang pertama kalinya kita dapet uang dari hasil sendiri. 

Foto: Pinterest
Ingat banget, dulu pas SMP dapat tugas bahasa Indonesia suruh nulis. Nah, ternyata tulisan aku yang awalnya cuma untuk ngumpulin tugas, dimuat di majalah sekolah. Sama sekali nggak ada niat buat masukin ke majalah sekolah dan I felt so proud of me. Bahkan aku juga nggak tahu kalau itu akan ada fee-nya. Walaupun fee-nya nggak seberapa cuma, rasanya tuh bangga banget. Gimana nggak bangga, tulisan ada di majalah sekolah (walaupun nggak tahu pada dibaca apa enggak itu majalah hehe), guru aku pun istilahnya mengakui adanya tulisan itu. Super proud of myself. 

Abis dipanggil guru tentang itu aja jadi senyum-senyum sendiri, apalagi dipanggil sama kamu, iya kamu, my future (mulai mengkhayal lagi). Nama juga masih anak SMP, uangnya pun dipake buat jajan bareng temen-temen dan baru deh sisanya disimpen. 

Nggak kalah sama perasaan yang aku rasain waktu SMP. Ketika kuliah pun aku ngalami perasaan itu lagi waktu aku magang. Di akhir magang waktu itu, aku diminta untuk stay sampai akhir semester. Dari tawaran itu, lumayanlah dapet uang tambahan. Rasanya selain bangga, aku juga jadi mikir bakal aku gunain buat apa, nabungkah, beliin orang tua apa, dan macem-macem deh. Walaupun uangnya juga gak seberapapun, lihat itu hasil kerja sendiri rasanya seneng banget. 
Foto: Pinterest
Bukan dilihat dari kapan aku mulai menghasilkan sesuatu, bukan juga soal materi dan seberapa capaian itu, tapi tentang perasaan yang ada dalam diri sendiri. Kepuasan, kesenangan, dan jelas ada kebanggaan disana. Ibaratnya dapet apresiasi yang nggak langsung gitu. Apresiasi apapun yang kamu lakukan walaupun hanya dalam hal kecil, karena itu akan sangat berarti bagimu.

Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest
Di zaman sekarang ritual kalo mau makan udah bertambah. Kalo dulu doa dulu baru makan, nah kalo sekarang cekrek, fotoin, videoin dulu, upload ke media sosial, baru berdoa, baru deh makan. Seakan itu jadi ritual manusia-manusia zaman ponsel pintar. Bahkan sebelum belajar atau ngerjain PR aja sekarang ritualnya juga gitu. 

Selain lagi zamannya saling upload aktivitas, makanan, atau fashion di media sosial. Sekarang-sekarang ini lagi HITZ-nya nge-story. Jalan dari depan pintu sampe pager aja di bikin ig-story. Dari beberapa story yang sering aku lihat dari temen-temen medsos, yang mereka share di story itu seputar:
1. Kuliner dan suasana tempat dimana kuliner itu berada
2. Boomerang 
3. Aktivitas mereka, kayak misal lagi sepedaan atau lagi jalan di mall
4. Foto-foto bareng temen, sahabat, keluarga, rekan kerja, kucing dan apapun itu
5. Video dengan background polos yang isinya lagi ngedengerin lagu atau yang lagi karaokean
6. Yang terakhir adalah tulisan dengan background polos yang isinya CURCOL


Nah satu ini yang lagi HITZ di kalangan artis maupun mereka yang udah lama berkecimpung di dunia per-youtube-an. VLOG. Beberapa artis sekarang lagi rajin bikin vlog yang nantinya di upload di channel youtube mereka. Beberapa channel/youtuber yang suka aku tonton karyanya dan vlognya:
1. Kalo butuh yang bikin ngakak sampe sakit perut tuh Ricis Official sama channelnya Raditya Dika
2. Kalo yang tentang korea-koreaan biasa lihat Han Yoo ra sama Sunnydahye
3. Kalo lagi pengen lihat yang menurut aku isinya kadang berbobot dan penuh ispirasi channelnya Gita Savitri Devi

Hal-hal itu sih oke-oke aja kalo dilakuin masih dibatas wajar, asal enggak berubah jadi hidup cuma buat bikin story aja. Selagi hal-hal itu masih bisa bermanfaat dengan menginpirasi orang lain atau buat kasih info dan berbagi pengalaman, that's fine. 

Stay positive and cool!
Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Spotify adalah sebuah aplikasi yang pastinya nggak asing lagi di telinga kalian. Bagi kamu si pecinta musik, pasti nggak akan melewatkan untuk menjajal aplikasi musik Spotify. Kali ini saya akan mereview apps penyetel musik yang komplet.

Lebih dari 6 bulan, saya sebagai pengguna Spotify. Berawal dari rasa penasaran tentang seperti apasih Spotify? Handphone apalagi smartphone kan sudah punya fasilitas musik player, lalu kenapa ada Spotify? Berangkat dari rasa penasaran tersebut, saya pun mengunduhnya di Play Store.

Pada saat pertama mengunduh, saya tidak ingat prosedurnya seperti apa. Tapi sepertinya harus login dengan email atau menggunakan media sosial seperti facebook dan lain-lain. Saya memilih menggunakan facebook karena yang cepet (lansung ter-direct ke akun facebook). Saat itu pula, saya mendapatkan free trial premium di mana saya dapat fasilitas premium ala Spotify.

Sekali membuka apps, ada beragam artis, playlist, maupun lagu yang tersedia. Kamu bisa memilihnya sesuai selera, bisa dipilah berdasarkan genre, penyanyi, lagu, album, dan lain-lain. Menurut saya, hal tersebut memudahkan pengguna untuk memilah lagu sesuka hati. Sementara itu, kesempatan mendapat fasilitas trial premium tentu tak dilewatkan. Tentu berbeda dengan fasilitas free.

Hal yang membedakan antara free dan premium adalah pertama, free tidak menggunakan biaya fan premium menggunakan biaya. Kedua, free masih terbatas menyetel lagunya. Sementara premium sesuka hati. Ketiga, free masih ada iklan tiap beberapa kali putar lagu. Sedangkan free, bebas iklan. Dengerin lagu makin oke tanpa hambatan. Keempat, free nggak bisa rewind atau back. Sedangkan premium bisa-bisa aja. Kelima, free hanya untuk pendengar tanpa bisa mendownload lagu. Fasilitas premium jelas bisa download lagu sepuasnya sampai memori hape penuh. (Pengalaman hehe).

Anyway, spotify itu mirip seperti musik player. Hanya saja, lagu yang ada selalu mengikuti perkembangan alias up to date. Ibarat kata, Spotify itu toko kaset modern. Mengapa demikian? Pasalnya, hampir sebagian besar lagu yang ada di spotify belum tentu ada bentuk fisiknya alias lagu digital.

Kadang kala, kamu pasti kesulitan mencari lagu terutama indie di pasaran. Namun demikian, di spotify hampir semua ada. Apalagi ada playlist berjudul IndieNesia. Sebuah wadah list lagu-lagu dari penyanyi maupun band indie yang sayang untuk dilewatkan.

Awalnya saya hanya pengguna free yang ketagihan nyetel musik pakai spotify. Ketagihan karena Spotify menawarkan lagu-lagu update yang enak didengarkan ketika bekerja. Singkat cerita, saya pun mendownload Spotify PC di komputer kantor. Hampir setiap kerja, Spotify menemaniku hingga saat ini.

Spotify memang apps yang bagus. Pasalnya semua lagu yang ada di sana jelas resmi dan legal. Saya pun mulai mengurangi unduh lagu dengan keyword free download mp3 lagu bla bla bla. Sebut saja, saya mencoba melawan pembajakan. Hehe

Sejak nyaman dengan free trial, salah satu temanku menawariku Spotify Premium.  Karena tertarik fasilitas bisa download lagu dan bebas iklan, saya pun setuju untuk menjadikan Spotify free menjadi premium. Kebetulan, temanku menawari paket 'family' di mana harganya lebih murah. Selama tiga bulan, saya hanya membayar 50 ribu.

Sudah memasuki angka 3 bulanan, saya menggunakan Spotify Premium. Saya pun merasa nyaman dan senang memiliki Spotify premium. Mulai tanggal 1 Juni kemarin, saya baru saja memperpanjang Spotify Premium ke teman.

Saat ini saya merasa senang karena Spotify tak menecewakan. Selalu memberikan fasilitas oke dan mumpuni. Jeleknya cuma satu, memori hape saya nggak begitu banyak. Jadi lagu-lagu favorit nggak semua tertampung di HP.

Oke segitu dulu ya tulisan Spotifyku. Terima kasih sudah membaca! Saya nulis ini dari pukul 23.00 sekoan hingga 23.45. Deadliner coy! Seenggaknya nggak denda hehe. Thankyou gaes!

Regards,

V

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: dokumen redaksi.

Tema kali ini tentang family and friend, kali ini saya mau cerita tentang pekerjaan pertama usai lulus. Saya pekerja di sebuah media online yang biasa menyajikan tulisan unik. Cukup tertantang dan sangat keluar dari jalur sebelumnya, saya rasa ini pekerjaan yang 'nekat'.

Saya kira bekerja di media akan memiliki sangat-banyak-karyawan atau pegawai. Namun di media tempat saya bekerja, hanya ada sekitar 40-an orang. Ini khusus cabang Jogja ya. Kalau Jakarta, saya nggak tahu. Hehe


Saya benar-benar menjadi orang baru di kantor, pasalnya nggak ada satu orang pun yang saya kenal. Namun dari situ, saya justru mendapat banyak kenalan baru. Ternyata, hal yang lebih mengejutkan adalah si A, B, C adalah temennya temenku. Hehehe

"Dunia begitu sempit," ungkapku pada salah satu teman di kantor.

Kali ini saya bisa menyebutkan setiap nama dari foto di atas. Karena konten yang biasa kita buat adalah konten unik dan kreatif, tentu para peraciknya juga nggak kalah kreatif dan unik. Setiap di kantor, selalu saja ada bahasan yang lucu dan bisa bikin ketawa. Berasa kayak berorganisasi, bocahe unik-unik dan khas. Suasana kantor yang nyaman dan santai pun tercipta di antara mereka. Meski begitu, profesional tetep nomor satu dong. Kalau lagi ada kerjaan, ya kerja.

Yeay dapat kenalan baru, makin gede kan linknya?

Regards,

V
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selamat siang,

Hai, saya punya rekomendasi album kece yang bisa jadi penyemangat dan penambah ceria harimu. Penasaran album siapa? Baca sampai kelar ya!

Foto: instagram.com/sayhivi

Kemarin Kamis (23/3) telah terselenggara sebuah launching atau rilis album terbaru dari Hivi~ Yeeeay! Akhirnya tiba juga hari peluncuran album baru dengan personel baru, Neida.  Album bertajuk Kereta kencan ini bener-bener apik. Lagunya semua enak didengerin. Dalam Album baru ini berisi 10 lagu, di antaranya seperti di foto berikut ini.
foto: dokumentasi pribadi. 

Dalam album ini ada tiga lagu yang sudah hits lebih dahulu. Seperti Sama-sama Tahu, Pelangi, dan Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi. Ketiga lagu ini pasti udah sering malang melintang di telingamu kan?

Kali ini saya akan membagikan video lagu terbaru yang udah nonggol di akun Youtube Hivi beberapa hari lalu. Dengerin deh~




Gimana? Vibe positifnya dapet banget kan?

Regards,

V
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Mengenai Saya

Barcode Projects
Lihat profil lengkapku

About me

Barcode Projects adalah sebuah proyek menulis yang diinisiasi oleh dua perempuan sok struggle dan tukang baper. Perempuan yang dimaksud adalah Ferizka Winda dan Vindiasari Putri.

Barcode Projects sendiri memiliki kepanjangan 'Barengan corat-coret'. Barcode Projects ini dijadikan wadah menulis dan berbagi cerita.

Labels

  • 1
  • 10
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • A
  • Barcodeprojects
  • Bebas
  • Cinta
  • Cowok
  • Evaluasi
  • F
  • Family
  • First Experience
  • Friend
  • Lagu
  • Review
  • Society
  • V

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (95)
    • ▼  November (1)
      • #69, 70, 71, 72, 73, 74,75, 76, 77, 78
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (14)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (15)
    • ►  Februari (9)

Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates