Barcode Project

Barengan Corat-Coret Ide

Barcode Projects

  • Home
  • Penulis
Foto: netsanity.net
Awalnya aku sedikit bingung dan kurang paham dengan tema kali ini. Generasi menunduk. Aku berpikir, “Oh generasi menunduk maksudnya, mereka yang ketika lewat di depan orang lain menunduk menunjukkan sopan santunnya”. Aku masih ragu dengan maksud dari topik kali ini. Kemudian aku mencoba mengkonfirmasi dengan si empunya ide. Dan ternyata adalah mereka yang selalu menunduk sibuk dengan ponsel pribadinya.

Yups, di zaman sekarang ponsel seakan sudah menjadi benda wajib yang dibawa kemanapun. Tentu banyak hal yang bisa kita ambil manfaatnya dari fungsi si ponsel yang semakin kesini semakin pintar, seperti julukannya smartphone. Usia dini pun sekarang mulai familiar bahkan bisa menggunakan ponsel, sekedar untuk melihat video baby shark. Tapi tak bisa dipungkiri, semakin banyak fitur yang ada di ponsel dan lain sebagainya membuat penggunanya menjadi seperti kecanduan.

Aku pun mungkin juga menjadi addicted to my phone. Bangun tidur cek handphone, ketika jalan kaki menggunakan handphone, ketika sedang duduk dengan keluarga atau teman berkutat dengan ponsel masing-masing dan lainnya. Mungkin ada baiknya untuk saling mengingatkan saja untuk bijaksana ketika menggunakan ponsel. Bukan menggurui, hanya saja terkadang aku bingung dengan mereka yang ketika mengendarai motor atau mobil mereka dengan santai memainkan ponselnya. Sebegitu pentingkah chat atau telpon itu sampai harus dibalas ketika berkendara? Untuk yang satu itu aku lumayan kesal jika melihatnya.

Foto: Pinterest
Ketika berjalan kaki, terkadang aku juga menunduk menatap layar ponselku. Terlihat angkuh tanpa melihat sekitar. Ketika sedang berkumpul dengan keluarga atau teman, tapi perhatian tetap pada layar ponsel. Terkadang sampai tidak mendengar panggilan dari seseorang. Entahlah, zaman sudah berubah. Aku hanya ingin menyampaikan ini dan bukan bermaksud sok atau bagaimana. Aku pun terkadang melakukan beberapa hal yang membuatku menunduk itu, tapi untuk berkendara sambil menggunakan ponsel aku tidak melakukannya, aku lebih memilih berhenti dan menepi. It’s big NO!


Foto: Pinterest
Pernah ngalamin ini?
Be wise using your smartphone. Be smart using your smartphone. Lihat situasinya, jangan menjadikan hal yang sering kamu lihat sebagai ukuran kewajaran, kesantunan, dan kesopanan. Terkadang kesakralan atau kekhidmatan suatu acara bisa berkurang jika kamu tidak bisa membedakan situasi yang tepat untuk kamu menggunakan ponsel. Lihat juga, ketika kamu terlalu banyak menunduk asyik dengan ponselmu ketika kamu sedang dengan orang lain atau orang-orang terdekat, adakah sesuatu yang hilang? Moment, komunikasi, atau yang lainnya. 

Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
foto: istimewa. 

Generasi menunduk. Sudah nggak asing lagi di telinga kita. Ungkapan tersebut muncul sekitar tahun 2012 di mana ada sebuah film bertajuk Republik Twitter yang dimainkan oleh Laura Basuki.

Generasi menunduk ini pun menjadi perbincangan hangat karena begitu familiar dengan kehidupan kita. Generasi menunduk ini ungkapan yang disematkan pada orang yang terbiasa menggunakan gawai seperti smartphone, tablet, dan lain-lain. Posisi orang menggunakan gawai pastilah menunduk, oleh sebab itu disebut generasi menunduk.

Posisi memainkan gawai tersebut membuat banyak orang lupa segalanya. Apalagi kalau sudah fokus pada si handphone pintar, sekeliling seolah diabaikan. Keadaan tersebut sering banget saya temui dan saya alami. Contohnya saat bertemu dengan teman, kita akan lebih sibuk dengan gawai masing-masing. Nggak cuma sekali, saat mampir ke rumah teman pun kita akan lebih dulu menghubunginya lewat gawai dibanding mengetuk pintu rumahnya atau membunyikan bel.

"Kadang kala, gawai menjauhkan yang dekat sekaligus menjauhkan yang dekat."

Namun generasi menunduk atau kids jaman now  ini punya sisi positifnya juga kok lewat gawai. Di sisi lain, banyak yang memulai bisnisnya lewat gawai. Hanya modal smartphone, mereka bisa meraup keuntungan yang banyak. Usia terbilang muda, mereka bisa membiayai hidupnya sendiri atau membantu sesama. Keren nggak? Nggak semua menunduk itu identik dengan hal-hal buruk. Contohnya saat tema ini tercetus, teman sekaligus partner barcode projects saya--Winda menanyakan hal tentang tema generasi menunduk.

"Vin generasi menunduk maksudnya gimana?," tanyanya. 
Lalu saya pun menjelaskan, "ya kayak kita. Mainan hape terus sampe ada anggapan generasi menunduk."
Dengan polosnya Winda menimpali, "Ohh itu maksudnya. Okaylah. Kirain menunduk dalam hal positif."

Dari obrolan singkat di atas, kita dapat mengetahui bahwa dua hal ini bisa dilihat dengan sudut pandang yang berbeda. Kamu bisa melihat 'generasi menunduk' ini sebagai dua hal yang berbeda, positif atau negatif.

Regards,
V
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest
 Hi, Barcodes! How's your day? Was it tiring or fun? I hope you had a good. So, today's theme is love, about ciri-ciri cowok yang ditaksir. This topic is kind of hard for me. Hhahaha Because I can't relate to it. Actually, Vindi already made several questions related to the topic, but I don't think I can answer all the questions. Hope you enjoy my post, and happy Tuesday all!
😊😊😊😊😊😊

Tania meletakkan tasnnya diatas meja dan segera mendaratkan pantatnya di sofa. Dia memandangi sahabatnya yang tengah melipat wajahnya seperti koran yang super lecek.

"Lo tuh kenapa sih Nay? Pulang dari rumah oma kok suntuk gitu, lecek lagi tuh muka."tanya Tania meranjak untuk mengambil minum.

"Ya lo pasti tahulah kenapa gue suntuk."jawab singkat Kanaya sembari membalas pesan di ponselnya.

Tania tertawa. "Makanya cari pacar sono! Hahaha"

"Lo kira cari pacar kayak milihin tomat di pasar apa supermarket? Ya gue sih nggak masalah belum punya pacar, cuma ya gimana ya.. Tiap kali ke rumah oma dan semua cucunya kumpul, pasti pada bawa pasangannya."Kanaya mulai menerocos panjang lebar. "Lo tahu, Satria aja yang masih SMA udah bawa pacarnya."

"Wuih, kalah nih ceritanya sama satria yang masih unyu-unyu itu. Lo tuh ya, umur udah 25 masih selo kayak gini."

Kanaya yang malas mendengar ceramah panjang sahabatnya itu memilih beranjak ke kamarnya meninggalkan Tania sendiri di ruang tamu. Usia Kanaya yang sudah 25 tahun dan kesendiriannya selalu mendapat pertanyaan-pertanyaan tentang pacar, nikah, jodoh dan lainnya. Kanaya yang sudah bekerja merasa itu bukanlah prioritas utamanya saat ini. Tetapi perasaan sepi itu muncul setiap kali dia mengunjungi rumah omanya dan semua cucunya datang dengan pasangan masing-masing.

Tania segera menyusul sahabatnya sejak SMA itu ke kamar. Dia hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat Kanaya mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya meskipun di rumah.

"Nay, kalo lo ngerasa iri lihat mereka bawa pasangan ke oma, ya sekarang lo juga usaha dong buat cari pasangan menua bareng lo itu. Jangan jadi picky dan idealis deh."

"Siapa juga yang picky, siapa juga yang idealis."sahut Kanaya malas.

"Kalo bukan picky dan idealis terus apa? Lo itu terlalu pemilih tahu nggak."protes Tania.

Kanaya yang tidak terima berbalik menghadap Tania yang sedang menyeruput es sirup. "Setiap orang kan punya ideal man-nya sendiri. Lagian gue juga nggak muluk-muluk kok. Gue nggak minta Song Jong Ki yang jadi pacar gue ini."

"Nah terus lo mau cowok yang kayak gimana?"

Foto: Pinterest
Kanaya berpikir sejenak. "Jelas seiman dong dan yang lebih bagus imannya dari gue, yang lebih pinter dari gue, nggak ngerokok, lebih dewasa dari gue, good manner-nya, gue-nya nyaman, kalo soal fisik kalo bisa yang lebih tinggi dari gue, good look, terus ..."

"Terus yang kayak Dimas Beck gitu? Itu yang lo bilang nggak picky?"

"Itu wajar kali, lo juga mesti lihat bibitbebetbobot. Gue mau yang kayak Nichkhun apa Taecyeon aja Tan."

"Ngelunjak ya minta yang kayak Nichkhun sama Taecyeon. Lo beneran nggak lagi deket sama siapa gitu? Naksir siapa gitu?"

"Enggak ada."

"Masak sih, yang lo taksir gitu? Kalo ada kan gue bisa bantuin nyomblangin."

"Enggak ada Tania."

"Dimas?"

"No."

"Terserah deh, lama-lama lo gue jodohin juga ini."

Kanaya tidak membalas perkataan Tania dan mulai menggunakan earphone-nya. Bukan maksud hati Kanaya untuk tidak mencari pacar atau sekedar membuka pertemanan. Hanya saja, Kanaya seakan sudah lupa kapan terakhir kali dia jatuh cinta, dan seperti apa itu cinta. Benaknya terlalu penuh dengan novel-novel cinta dan segala drama dan film tentang percintaan. Seakan semua itu hanya akan jadi khayalan yang sulit untuk digapai dan hanya sebuah fairy tale.
******
Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest

Jam tangan Abel menunjukkan tepat pukul 17.00. Dia segera mematikan mesin mobilnya dan turun. Abel berjalan menaiki tangga dan membuka pintu rumahnya.

“Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikumsalam mommy..” Terdengar suara bunda menjawab salam abel dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.

Senyum Abel segera merekah tatkala melihat Abil berlari kecil dari belakang bunda kearah Abel sambil mengulurkan tangannya meminta untuk digendong. Melihat Abil tertawa kecil ketika Abel menciumi perutnya membuat rasa lelah seharian di kantor hilang. Abel mendudukkan Abil di sofa kecil khusus untuk Abil, sambil menunggu Abel membersihkan dirinya.

Abil sedang sibuk menyusuk balok-balok dan mobil-mobilan ketika Abel keluar dari kamar. Bunda datang menghampiri keduanya sambil membawa sepiring buah mangga.

“Abil mau maem mangga sayang?”tanya bunda lembut.

Mata Abil berbinar ketika dia melihat piring penuh dengan buah kesukaannya, kemudian menganggukkan kepala menandakan kalo dia juga mau.

“Mangganya buat mommy aja oma.”kata Abel pada bundanya untuk menggoda Abil.
“No no no, mangga Abil itu.”jawab Abil sambil berdiri kemudian menghampiri piring mangga.

Abel terus saja menggoda Abil dengan meminta semua potongan mangganya. Tapi Abil juga cerdik, dia mengambil piring yang biasa dia gunakan untuk makan. Kemudia dia mengambil beberapa potong mangga dan diberikan pada Abel.

Dengan hati-hati Abil memberikan piringnya sambil berkata, “ini mangganya mommy, yang itu punya Abil.”

Abel tersenyum menerima piring dari Abil. “Terima kasih gantengnya mommy.”ucap Abel sambil mengacak-acak rambut Abil.

Bunda yang melihat interaksi putri dan cucunya itu terlihat terharu. “Perjalanan kamu mendidik Abil masih panjang sayang. Bunda bangga sama kamu di usia kamu sekarang, kamu memilih Abil untuk kamu besarkan.”

“Abil itu jadi awal hidup Abel. Matanya selalu menarikku untuk terus menyayanginya bun. Abel juga berterima kasih karena Abil ada di hidup Abel sekarang. Dia obat untuk segala hal buat Abel.”kata Abel sambil melihat Abil yang mulai berjoget ketika mendengar lagu Baby Shark.
******

Siang ini Abel sudah berjanji dengan Abil untuk pergi berdua saja ke salah satu mall di Jogja. Setelah berhasil mendapatkan parker, Abel dan Abil segera berjalan menuju escalator untuk ke lantai 3. Begitu sampai ditempat yang sudah Abil inginkan sejak kemarin sore, Abil langsung berlari kecil tidak sabar untuk bermain. Matanya berbinar melihat kolam penuh dengan bola.

Abel segera menyusul Abil setelah membayar pada petugas yang berjaga. Saat sebelum masuk area bermain, Abil melepas sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu yang tersedia. Salah satu orang tua yang juga sedang menemani anaknya bermain memuji sikap Abil.

“Pinter banget mbak putranya, sudah tahu harus ditaruh mana sepatunya.”celetuk salah satu ibu dengan baju biru muda.
“Iya, mbaknya berhasil mendidik biar anaknya disiplin.”sahut ibu-ibu yang duduk disampingnya.

Abel hanya tersenyum dan menjawab seadanya. Abel terus memerhatikan dan mengawasi Abil yang sedang bermain prosotan. Dia kembali pada ingatannya tiga tahun lalu.

“Nay, bayi kamu lucu banget sih. Matanya kayak bersinar ceria.”ucap Abel ketika ia datang ke salah satu rumah bersalin.
Nayla tersenyum. “Iya, dia selalu tersenyum.”
“Boleh aku gendong?”tanya Abel tanpa melepas tatapannya pada bayi Nayla.
“Jelas boleh.”
Dengan antusias Abel menggendong bayi Nayla. Dari tempat tidurnya, Nayla terus menatap lurus pada Abel.
“Bel, aku boleh titip Abil sama kamu?”
Mendengar perkataan sahabatnya itu membuat Abel segera menoleh dan menghampiri Nayla. “Maksud kamu apa sih?”
“Aku nggak punya siapa-siapa lagi, mas Aga udah pergi lebih dulu. Dan entahlah, aku rasa aku nggak bisa jaga Abil, Bel.”
“Hussh, ngawur kamu. Kamu kan udah bilang sama mas Aga mau jaga Abil bareng aku. Nggak usah ngawur deh ngomongnya.”kataku mulai meneteskan air mata.
Tangan kurus Nayla terulur, menghapus air mata yang tidak mau berhenti membasahi pipi Abel. “Abel, janji sama aku, kalo ada apa-apa sama aku, aku minta tolong jaga Abil buat aku dan mas Aga ya? Aku mau kamu jadi mama untuk dia.”
Abel terus menggeleng tidak setuju dengan perkataan Nayla. Dia yakin sahabatnya itu akan sembuh dan bisa menjaga Abil bersamanya. Dia berusaha menguatkan sahabatnya itu.

Dua hari setelah Abel menemani Nayla dan Abil di rumah sakit, Abel mendapat kabar yang tidak menyenangkan. Nayla benar-benar pergi meninggalkannya untuk selamanya. Bukan karena dia harus menjaga Abil, tetapi persahabatan sejak sekolah dasar hingga kini membuat Abel dan Nayla seperti anak kembar yang tak terpisahkan. Abel tak henti-hentinya meneteskan air mata meski Nayla sudah di tempat peristirahatan terakhirnya. Sejak mendengar kabar Nayla memburuk sampai dia menghembuskan napas dan dikebumikan, Abel tak pernah melepas Abil. Dia terus menggendong bayi laki-laki itu penuh tatapan sayang.

Abel sudah memutuskan untuk menepati janjinya pada mas Aga dan Nayla untuk menjaga Abil. Bukan hanya karena janji itu, tetapi sejak Abil lahir dan mata kedua bertemu, Abel sudah sangat sayang pada Abil. Seakan mata Abil bisa menarik semua perhatian Abel dari dunianya. Tentu keputusan Abel memilih Abil membuat Abel melepas beberapa hal, bahkan kekasihnya. Dino tidak menyetujui keputusan Abel untuk hidup dengan Abil, dan dengan ikhlas Abel melepas Dino.

Tak hanya itu, waktu Abel pun hanya tercurah untuk Abil, keluarganya, dan pekerjaannya. Meski begitu, Abel selalu bersyukur memiliki Abil. Seakan Abil adalah kunci keberhasilannya. Karir Abel meningkat walau tidak dengan percintaannya.

“Mommy kok nangis?”tanya Abil menghampiri Abel.

Abel segera menghapus air mata yang mulai membasahi pipinya. “Mommy nangis karena mommy bahagia lihat Abil ketawa senang bisa main disini.”jawab Abel.

Abil kemudian duduk dipangkuan Abel sambil berusaha memeluk mommynya agar tidak menangis. “Mommy jangan nangis, mommy senyum aja.”

Sambil membalas pelukan Abil. “iya ganteng, makasih ya sayang. Mommy sayang banget sama Abil.”

“Abil juga sayang mommy.”kata Abil mempererat pelukannya.

Seharian menghabiskan waktu di mall untuk bermain, Abil sudah tidur saat sampai di rumah. Setelah meletakkan Abil di tempat tidurnya, Abel menghampiri kedua orang tuanya. Setiap Abel mengingat Nayla, dia selalu mengingat seberapa sayang dan sangat mendukungnya orang tua Abel pada keputusannya. Dia selalu berterima kasih karena bunda dan ayahnya selalu berada disampingnya.

Abel duduk di antara bunda dan ayahnya. “Makasih ya bun, yah, udah support dan selalu ada untuk Abel.”

Keduanya tersenyum mengangguk dan memeluk Abel.

“Pasti kamu keinget sama Nayla ya?”tanya bunda. “Nayla dan Aga pasti bahagia lihat kamu sayang banget sama Abil. Lihat kamu selalu berusaha untuk menjadi yang pertama untuk Abil. Bunda juga bahagia lihat kamu semakin bahagia setelah ada Abil di hidup kamu.”

Setelah percakapan singkat, Abel kembali ke kamarnya. Sebelum tidur, Abel mengambil buku agendanya. Dia kembali menatap Abil yang tengah pulas tidur. Senyum terukir dibibir Abel setiap saat ia melihat malaikat kecilnya sedang tertidur pulas.

Dear Nayla dan mas Aga

Terima kasih sudah menitipkan Abil sama aku. Kalian bisa tenang dan bahagia di sana. Abila man sama aku pokoknya. Kalian nggak perlu khawatir, Abil bukan beban atau penghalang bagiku. Abil itu anugerah terindah yang pernah ada dalam hidupku.
I love you, Nayla, mas Aga.
I’ll always love Abil till I die.

Abel

Regards,

F




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Foto : Tumblr




"Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki"
Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas di mataku
Warna-warna indahmu

Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Sifatmu nan s'lalu
Redahkan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu

Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Diatas lirik lengkap dari salah satu lagu hits dari Sheila on 7 yang berkenaan degan tema hari ini. Sebenarnya lagi ga punya ide buat nulis cerita tentang lagu itu seh,tapi pada akhirnya cuman bisa berpendapat sedikit tentang lagu “Anugerah terindah yang pernah kumiliki” ini. Karena sebenarnya kalau menurutku lagu ini cocok juga buat disampaikan ke seseorang paling spesial dalam hidupmu yang terkadang keberadaannya kamu anggap biasa-biasa saja, tapi ketika seseorang itu tidak ada di sampingmu maka hal-hal yang kamu anggap biasa tadi menjadi begitu berharga. Nah, siapa seh seseorang yang dimaksud itu? Kalau bagiku salah satu dan yang paling pertama aku anggap sebagai “Anugerah terindah yang pernah kumiliki” ya ibu, kenapa? Karena apa seh jadinya seorang anak tanpa ibunya? Ga akan ada apa-apanya (hampa). Padahal hampir separuh hidup kita ga bisa jauh-jauh dari ibu, contohnya aja dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi, dari mulai hal-hal kecil kebutuhan harian sampai hal-hal besar kebutuhan hidup kita pun selalu butuh yang namanya peran dari seorang ibu. Jadi selama ibu ada , semua persoalan seorang anak insyaallah dapat dipastikan selalu bergantung pada peran, dukungan, dan yang paling pasti doa serta ridho dari seorang ibu. Apalagi di dalam ajaran islam, seorang ibu disebut sebanyak 3x sebagai orang yang dianggap paling pertama yang harus kita hormati kan. Selain itu ibu bagiku juga bukan hanya sosok orangtua yang membimbing dan mengasihi dengan tulus saja loh, tapi beliau dapat menjadi sosok yang bisa dijadikan teman curhat, guru, perawat atau dokter , manajer keuangan rumah tangga dan masih banyak lagi. So, ibu bakalan selalu jadi moodbooster dan jelas menjadi anugerah terindah yang pernah kumiliki.
Sekian.



Dengan rendah hati,

A

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Laki-laki, makhluk yang selalu dikenal lebih mengedepankan akal daripada hati. Mereka sering dibilang selalu menggunakan logika daripada perasaannya. Beberapa diantara mereka bisa menempatkan kapan menggunakan logika dan kapan menggunakan hati. Mereka sering dihubungkan dengan kuat dan kasar. Tapi tentu, tidak semua dari mereka memiliki sifat atau melakukan hal-hal yang selalu diidentikkan dengan laki-laki.

Foto: Pinterest

Tema barcode projects kali ini tentang cowok/laki-laki/men/cah lanang. Tentang hal-hal yang tidak aku suka dari mereka. Mungkin empat hal yang aku benci ini sudah umum, hanya saja bagiku itu hal yang nyata sering kali atau pernah kita (aku) hadapi. 

Empat hal yang aku benci dari mereka, para cowok itu:

1. Suka ngomongin tentang fisik
Sering banget denger obrolan cowok-cowok itu nggak jauh dari ngomongin fisik perempuan. Dan aku teramat benci ketika mendengarnya. Seakan fisik yang kata mereka cantik la la la itu menunjukkan sifat dan pikiran si cewek juga cantik dan seakan sempurna. Tapi kadang juga bingung sama cewek yang malah seneng kalo dia diomongin sama anak-anak cowok tentang fisiknya. Hargailah orang lain, dengan tidak membicarakan fisik orang lain, baik cewek ataupun cowok.

2. Suka bikin polusi udara
Yups, polusi apa lagi kalo bukan dari asep rokok ataupun vape yang mereka hisap. Walaupun ada sih cewek yang juga ngerokok atau ngevape, cuma kayaknya gak sesering anak-anak cowok itu. Bukan cuma karena nggak sehat buat badan mereka, tapi juga kesehatan perkokok pasif. Asep rokok maupun vape itu lebih banyak dihirup sama perokok pasif, Dan yang paling nyebelin adalah mereka yang sengaja ngarahin itu asep ke perokok pasif dan malah diketawain. Buat aku, ngerokok maupun ngevape itu nggak banget dan ngeganggu banget kalo kita lagi di tempat makan. Walaupun asep vape baunya macem-macem apa wangi kek, tapi asepnya lebih tebel dan ganggu. Semakin benci karena ketika ada asep rokok maupun vape disekitar aku, akunya jadi mual dan kadang sampe pusing gitu. Jadi tolong dongs be aware juga sama sekitar kalau mau ngerokok ya. 

3. Susah dibaca pikirannya
Poin ini, entahlah. Ketika berinteraksi dengan laki-laki aku kadang nggak bisa ngebaca pikirannya. Bukan berarti aku bisa baca pikiran cewek. Cuma entah, kadang aku tidak bisa membaca ekspresi, pikiran, maupun mata mereka. Terkadang aku bisa membacanya, tetapi lebih sering sulit untuk membacanya atau mengertinya.

4. Kalo ngomong suka asal 'njeplak' aja
Dan poin terakhir ini aku pernah bener-bener yang ketemu sama cowok yang aku bilang antara terlalu jujur, asal jeplak, gak peka, atau gak punya hati. Dia dengan ngomong gitu langsung tanpa disaring ke orangnya apalagi ke cewek dan entah kenapa buat aku terdengar kasar. Dan itu bener-bener nyinggung banget. Apa lagi kadang mereka nggak ngerasa lagi kalo omongannya itu nyinggung atau nggak disaring.

Itu sih beberapa yang aku nggak suka dari cowok. Disini tapi aku nggak menyamaratakan semua laki-laki kayak gitu ya. Cuma beberapa itu dari apa yang pernah aku temui dan alami sih. 😊

Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
foto: pexels.
Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan, ada laki-laki dan ada perempuan. Keduanya tercipta dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meski begitu, keduanya harus saling berhubungan, baik dalam keseharian maupun masalah profesionalitas. 

Selama hubungan berlangsung, tentu ada banyak yang dibicarakan. Bukan hanya itu, intensitas pertemuan keduanya pun semakin sering. Laki-laki maupun perempuan memang tak bisa dipisahkan. Keduanya memiliki perbedaan dan persamaan yang bisa membuat sebuah persepsi suka atau tidak suka. Maksudnya begini lho. 

Perempuan memiliki persepsi sendiri terhadap laki-laki. Tentu sebaliknya, laki-laki punya persepsi sendiri tentang perempuan. Persepsi yang ada dalam benak pribadi seseorang tersebut tentunya bisa memunculkan anggapan 'suka atau tidak suka'. Saya pun demikian, punya pandangan suka dan tidak suka terhadap laki-laki. Barcode kali ini punya tema tentang kebiasaan cowok yang tidak disukai versi saya. Maaf jika tulisan ini sangat terkesan objektif hehe.

1. Chatting cuma nyebut nama.

Suatu ketika, saya beberapa kali mendapat chat dari teman yang notabene cowok. Pada tiap chat tersebut, sebagai awalan ia menuliskan nama saya. Sekadar nama, nggak ada embel-embel lainnya. Entah mengapa saya sangat membenci hal tersebut. Batin saya menyeruak, "niatnya apasih?" Kalau ada hal penting, tolong sekalian chat aja :)

2. Balas pesannya lama. 

Entah, si cowok gebetan atau bukan. Saya kurang berkenan dengan laki-laki yang membalas pesan dengan durasi yang lama. Apalagi dalam hal dan kondisi yang penting dan mendesak. Meski begitu ada sisi positifnya sih, si doi tidak termasuk maniak gawai. 

3. Ngomongin 'cewek' di depan cewek.

Cewek disini saya beri tanda kutip ya, maksudnya ada banyak hal seperti bahasan tubuh cewek, seksualitas di depan cewek. Obrolan yang dibahas di sini lebih mengarah pada pelecehan perempuan ya. 

4. Nggak tanggung jawab. 

Kita sering kali berinteraksi dengan lawan jenis, karena hal tersebut pula kita bisa bertemu dengan beragam tipe cowok. Salah satu kebiasaan cowok yang bikin bete adalah tidak bertanggung jawab. Saya pernah menemui orang yang perawakannya sedikit unik, tapi dia nggak lepas tanggung jawab. Jadi tanggung jawab yang dimaksud di sini benar-benar tahu perannya.

5. Tukang bohong.

Seburuk dan pahitnya kejujuran, sebaiknya kamu harus tetap jujur. :') Apa salahnya sih jujur, nggak usah bohong. Nggak mau kan dibohongin?

6. Terlalu memerintah alias 'bossy'.

Saya adalah perempuan yang tentunya butuh orang lain. Se-independen-nya perempuan, mereka tetap butuh bantuan orang lain. Jadi saya sangat suka apabila ada cowok yang membimbing dan membantu, bukan memerintah. Semacam leader bukan boss.


foto: pexels.com


Kira-kira begitulah, saya nggak suka dari cowok. Sekali lagi, ini subjektif dan bisa berubah sewaktu-waktu hehe

Thank you

Regards,

V
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: pexels.
Bagi sebagian orang, perjalananku dari rumah ke kantor adalah sebuah hal yang nggak biasa. Hampir setiap orang yang menanyakan alamat rumahku selalu terkejut dengan jawabanku.

"Ha rumahmu di sana, Vin?"
"Jauh banget!"
"Kamu nglaju tiap hari? Berapa menit/jam perjalanan?"
"Berapa kilometer?"

Perjalananku setiap hari memang terbilang nggak biasa. Saya membelah kepadatan jalan di kota. Waktu tempuh saya dari rumah ke kantor terbilang lama,  sekitar 45 hingga 60 menit. Nggak tentu, kadang cepet kadang lama. Saya pun sering telat ke kantor. Lalu kalau ditotal sekitar 90 menit hingga 2 jam (setiap hari), saya habiskan waktu di jalan.

Berbicara seputar perjalanan, dewasa ini jumlah kendaraan bermotor makin bertambah. Sementara jalan raya tak semakin melebar. Mungkin ada sebagian yang diperlebar, tapi jangka waktunya nggak seimbang. Kendaraan bermotor makin banyak dan imbasnya macet di mana-mana.

Kemacetan seolah jadi santapan harian saya. Kok sedih ya dengernya, tapi mau gimana lagi? Pemandangan tersebut seolah lumrah dan wajar adanya. Macet adalah salah satu hal yang tiap hari ku alami. Bukan hanya itu, ada banyak hal yang juga bikin geleng kepala. Apalagi kalau bukan para pengendaranya.

Jika jalanan sudah padat merayap, tentu si pengendara akan mencari akal agar perjalanannya tak terganggu. Mereka akan mencari cara agar perjalanannya terasa efisien dan efektif. Keinginan tersebut tak sejalan dengan pemahaman tertib berlalu lintas.

Para pengendara seolah mengabaikan aturan atau tata tertib berlalu lintas. Sekali lagi, hal tersebut seolah lumrah terjadi di keseharian. Sedih dan miris banget, hiks. Hal-hal tersebut secara tak langsung bisa menjadi kebiasaan dalam budaya berlalu lintas. Mengapa demikian? Pasalnya, para pengendara ini sudah paham bahwa itu hal yang salah atau kurang tepat. Namun demikian mereka tetap melakukannya. Alasannya? Banyak banget!

Kejadian-kejadian yang terjadi di jalan raya ini sering banget bikin mood naik pitam. Kesalahan yang mereka perbuat ini bikin saya dan pengendara lain kena imbasnya. Meski tak sampai marah yang meledak, saya seringnya bete sendiri dan misuh nggak jelas di jalan. Huhuhu

Adapun hal-hal yang bikin saya mengumpat nggak jelas di jalanan antara lain:

1. Boncengan berbanyak dan kaki si pembonceng tidak menampak di tempat semestinya.

Heu. Ini bikin bete maksimal! Entah ini alasan yang bisa diterima atau tidak. Saya paling nggak suka saat melihat pengendara motor yang membonceng orang. Kaki si orang yang bonceng nggak menginjak di pancikan, kalau orang jawa sebut. Jadi kaki dia itu lurus gitu hingga hampir menyentuh aspal.

Jujur, saya parno dan risih pake banget lihat begituan. Berasa pengen doain, kegesrek aja itu kaki kalau nggak nangkring di tempatnya. Nggak ding. Saya niatnya baik kok, ingin mengingatkan sebaiknya safety riding. Kaki menapak di pedal gitu kan lebih aman.

2. Main gas (mbleyer).

Haduuuuh yang ini apalagi, bikin polusi telinga. Saya nggak suka sama suara gas motor yang terlalu dipaksakan. Semacam orang mau bikin instrumen musik, jatuhnya malah memekakan telinga. Hal tersebut juga membuat konsentrasi si pengendara lain terganggu. Bahaya tahu kalau konsentrasi hilang.

3. Pengendara pelan tapi di tengah jalan.

Saya sepakat kalau jalan raya itu milik umum, jadi siapa saja berhak menggunakannya. Akan tetapi lebih bijak apabila pengendara tahu tempatnya. Kalau mau mengemudikan kendaraan dengan pelan dan hati-hati, sebaiknya menggunakan lajur sisi kiri. Sementara kamu yang suka salip sana sini, mari gunakan jalan lajur kanan. Eeeealah, saya sering ketemu orang memacu kendaraannya dengan pelan di tengah jalan.

4. Main klakson.

Selain suara main gas, saya nggak suka sama orang yang dikit-dikit main klakson alias nggak sabaran. Mohon bersabar ini ujiaaan~ Ujian kehidupan.

5. Pengendara motor naik trotoar.

Saya termasuk orang yang punya riwayat jalan kaki panjang. Selama SD hingga SMP, saya adalah seorang pejalan kaki dan pengguna kendaraan umum. Jadi saya tahu betul rasanya menjadi seorang yang jalan di tengah kota. Trotoar yang seharusnya diperuntukan untuk pejalan kaki, kini digunakan oleh pengendara untuk jalan pintas.

Jalan segede itu, masih kurang buat pengendara bermotor. Hasilnya sekali ada jalan, langsung libas. Hal tersebut sangat menganggu. Beberapa kali, saya sempat menulis artikel maupun bahan kuliah terkait penyalahgunaan trotoar.

https://m.brilio.net/duh/10-foto-penyalahgunaan-trotoar-ini-bikin-geram-pejalan-kaki-1703287.html

Kalau nggak kamu ketik nama lengkapku di Youtube. Nanti keluar video karya saya dan tim terkait trotoar.

6. Belum lampu hijau, sudah melaju.

Ini yang bikin paling bete dan jantung deg-degan. Saya sering pulang malam karena pekerjaan. Beberapa kasus di perempatan pada malam hari lengang. Meski begitu, selayaknya kita pengendara tetap mematuhi lalu lintas. Kalau merah ya berhenti, kuning pelan-pelan, dan hijau jalan.

Saking nggak sabar dan melihat situasi yang sepi, nggak sedikit yang memilih menerobos lampu lalin. Alhasil ada yang kecelakaan, karena berjalan tidak sesuai waktunya. Dont be fool, please.

7. Sein kiri, belok kanan.

Ini sering jadi bahan lelucon atau meme di media sosial. Tapi ini beneran saya alami dan termasuk sering! Aw aw, kadang sampai geleng-geleng kepala sendiri. Lalu berkata, "benar kata meme."

8. Pakai jubah atau jilbab panjang dan nutupin lampu sein.

Saya kok hilang respek ya sama mbak mbak berjilbab panjang nan menjuntai, ketika mereka naik motor dan jubahnya menutup lampu sein. Bolehlah berjilbab panjang hingga lantai, tapi mohon demi kemaslahatan bersama. Jilbabnya dibikin nggak nutupin plat motor. Kan nggak tahu si mbak itu mau belok kanan apa kiri. Nanti tahu-tahu belok gitu?

Hmmm apalagi ya? Sepertinya sudah banyak ya. Tak baik menuliskan hal di atas terlalu banyak. Nanti ketahuan, intensitas suka misuh di jalan. Nggak ding~

Sekian tema tulisan barcode kali ini. :)

Regards,

V

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selasa di awal bulan April, waktunya barcodeprojects buat sharing. Kali ini kita akan ngomongin tentang budaya berlalu lintas.
Foto: Pinterest

Pastinya ketika kalian baca "budaya berlalu lintas", akan ada berbagai macam hal yang terlintas di kepala kalian. Sama halnya dengan aku. Ketika aku usul ide ini ke Vindi, mendadak kita langsung curhat tentang ketidak nyamanan kita ketika berkendara atau di perjalanan.

Ya aku sih sadar sebagai pengendara motor kadang masih suka ngelanggar, kayak misal lampu udah kuning terus merah aku bablasin gitu. Sebenernya itu ada dua alasan kenapa aku bablas. Yang pertama, kadang akunya mau berhenti tapi kendaraan-kendaraan dibelakangku pada tancap gas, jadi suka takut kalo kena dari belakang. Alasan yang kedua nih yang baru gak boleh ditiru, karena males nunggu. Alasan yang ketiga karena keburu-buru. Itu alasan yang seharusnya gak aku kasih, karena tetep aja aku ngelanggar. 

Cuma aku bukan orang yang suka seenaknya kok di jalan. Aku bukan orang yang bisa main hp waktu pakai kendaraan. Jadi aku suka sebel sama mereka yang pake kendaraan tapi main hp. Seakan gak bisa lepas dari hp barang semenit. Aku juga gak pernah pake headset kalo lagi naik motor. Aku sih orangnya lebih menikmati suasana jalan gitu (kecuali lagi keburu-buru atau telat hehe).

Foto: Pinterest

Hal yang aku gak suka adalah ketika mereka para pengendara lagi naik motor malah ngobrol gitu, mana ditengah jalan. Kan ganggu dan buat kita sebagai pengendara dibelakangnya bingung. Sering banget aku klaksonin biar mereka sadar gitu. Kalo masih mau ngobrol mbok ya berhenti. Kalo ngobrolnya pas lampu merah sih wajar, tapi kalo lagi jalan kan bahaya gitu. 

Aku juga gak suka sama mereka yang motornya dimodifikasi tapi malah ganggu kenyamanan orang lain. Contohnya aja bunyi klakson yang diganti dan knalpot yang suaranya super duper gak enak. Sebelnya bukan main kalo papasan dijalan dengan mereka-mereka itu. Lebih sebelnya adalah ketika mereka sengaja ngebleyer gitu dan soksokan dijalan, yang entah motornya diangkat atau apalah. Rasanya pengen ngedoain yang itu orang yang naik motor, habis suara knalpotnya itu lho ngajak ribut. Udah polusi udara, eh malah nambah polusi suara.

Dan sekarang itu, kalo di lampu merah angka baru sampe 5 udah pada main jalan aja. Kan bahaya banget kalo misal dari arah yang emang lampu ijo masih ada yang jalan (mau itu kecepatan sedang atau ngebut). Aku sih diem aja kalo belum ijo terus motor atau mobil belakang udah klakson suruh jalan. 
Foto: tribratanewspemalang.com
Aku juga masih kadang ngelanggar tapi aku selalu berusaha buat nggak ngebahayain diri sendiri dan orang lain. Aku juga berusaha ngingetin diri sendiri sih, kalo di jalan itu kudu hati-hati itu pasti, bukan buat diri sendiri tapi juga pengendara lainnya. Jangan lupa pake helm, kalo nyebrang di zebra cross, kasih kesempatan buat pejalan kaki juga. Safety first ya guys, baca doa sebelum pergi-pergi, dan jangan banyak gaya pokoknya kalo dijalan mah. 
Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hi!

What's up guys? Here I'm, trying to arrange every word to tell what on my mind.
Sorry for being random. Hehe

Di hari Selasa, malam Rabu yang dingin ini, aku sedang mencoba untuk konsisten dengan project ini. (aslinya lagi bingung mau nulis apa) Honestly, aku lupa belum nulis buat 'Barcode Project' kali ini. Tapi lupakan segala macam alasanku tadi. Let me tell you what on my mind!
Foto: lovethispic

Kali ini tema kita tentang C-I-N-T-A. Cinta yang bagaimana, entahlah. Yang aku tahu tentang cinta adalah ketika kita merelakan segala hal untuk bisa membuat orang lain bahagia tanpa memikirkan dirinya sendiri. Cinta itu tentang rasa dan hati. Kadang otak kita bisa kalah oleh cinta. Rasa cinta itu ada ketika kamu bahagia saat orang yang kamu cintai bahagia, kamu sedih ketika orang yang kamu cintai sedih, kamu marah ketika orang yang kamu cintai terluka, kamu tak rela ketika orang yang kamu cintai tersakiti oleh orang lain. Cinta itu ketika kamu ingin melakukan hal yang terbaik untuk membuat orang yang kita cintai bahagia dan bangga pada diri kita.

Mungkin apa yang aku katakan terdengar seperti omong kosong. Tapi itulah yang aku rasakan tentang cinta. Walaupun nyatanya, cinta itu tidak selalu manis. Terkadang karena cinta kita bisa merasakan pahit, asam, asin, bahkan pedas (ini bukan soal makanan ya).

Ketika aku membuka note-ku, ide tentang cinta itu muncul.
Foto: by me

Cinta tidak melulu tentang kekasih. Cinta tidak melulu tentang Romeo dan Juliet. Cinta itu tentang aku, ayah, ibu, sisters, dan relative (keluarga, teman, sahabat). Cinta itu tentang sesuatu yang manis. Cinta itu tentang faith, longlasting, dan forever. Meski cinta tak selalu manis, tapi akan selalu ada rasa manis yang terselip dalam cinta. Meski terkadang ada pertengkaran atau perpisahan, Tetapi rasa cinta itu akan selalu ada dalam hati untuk selamanya -forever- walaupun itu ada didasar hati. Dan itulah definisi cinta bagiku. Definisi Cinta bagiku adalah orang-orang yang selalu ada disekelilingku dan untuk selamanya.
Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Selamat malam,

Postingan kali ini akan bertema cinta (sesuai jadwal yang telah disepakati bersama). Kali ini saya akan mengajak kamu semua untuk mengartikan cinta lewat sebuah cerita film. Penasaran film apa? Langsung aja yuk!

foto: istimewa.

Kalian pasti pernah dengar judul film 'Pride and Prejudice'. Ini termasuk film lawas yang saya pribadi lagi nonton pada tahun 2016. "Batinku menyeruak kemana aja, Vin?" Film lawas 2005 ini saya peroleh dari seorang teman yang punya HD berisi puluhan film kece. Huhuhu kini saya kehilangan sosoknya karena si doi udah cabut ke Jakarta.

Cerita film Pride and Prejudice
Saya sangat menyukai penyampaian dan alur di film Pride and Prejudice. Film tersebut memiliki latar belakang suasana desa dan arsitektur berbau british kental di dalamnya. Menceritakan kisah cinta anak-anak dari sebuah keluarga. Ini film bercerita cinta, tapi nggak menye dan lebay.

Film ini mampu menunjukkan bahwa kalau cinta seperti ini.
"Kalau suka sama orang, ya bilang. Kalau belum berhasil jadian, yaudah jangan lebay. Tetep baik, tetep nyimpen, tetap menjaga hati. Tunjukkan dengan perilaku nyata, kalau kamu suka sama dia. Sisanya biar waktu yang menjawabnya," kata saya menyimpulkan film Pride and Prejudice.

foto: istimewa.
Dalam film tersebut dikisahkan bahwa pandangan pertama kental dengan perjalanan cinta Elizabeth dan Darcy. Seiring perjalanan waktu, mereka saling suka. Bermula dari pengakuan Mr Darcy yang kemudian ditolak. Lalu, Mr Darcy melakukan beberapa tindakan untuk membantu Elizabeth. Pada akhirnya Elizabeth luluh dengan tindakan dari Mr Darcy. Ya begitulah cinta, butuh diperjuangkan.


Regards,

V
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Mengenai Saya

Barcode Projects
Lihat profil lengkapku

About me

Barcode Projects adalah sebuah proyek menulis yang diinisiasi oleh dua perempuan sok struggle dan tukang baper. Perempuan yang dimaksud adalah Ferizka Winda dan Vindiasari Putri.

Barcode Projects sendiri memiliki kepanjangan 'Barengan corat-coret'. Barcode Projects ini dijadikan wadah menulis dan berbagi cerita.

Labels

  • 1
  • 10
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • A
  • Barcodeprojects
  • Bebas
  • Cinta
  • Cowok
  • Evaluasi
  • F
  • Family
  • First Experience
  • Friend
  • Lagu
  • Review
  • Society
  • V

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (95)
    • ▼  November (1)
      • #69, 70, 71, 72, 73, 74,75, 76, 77, 78
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (14)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (15)
    • ►  Februari (9)

Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates