Barcode Project

Barengan Corat-Coret Ide

Barcode Projects

  • Home
  • Penulis
Foto: Pinterest

Jam tangan Abel menunjukkan tepat pukul 17.00. Dia segera mematikan mesin mobilnya dan turun. Abel berjalan menaiki tangga dan membuka pintu rumahnya.

“Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikumsalam mommy..” Terdengar suara bunda menjawab salam abel dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.

Senyum Abel segera merekah tatkala melihat Abil berlari kecil dari belakang bunda kearah Abel sambil mengulurkan tangannya meminta untuk digendong. Melihat Abil tertawa kecil ketika Abel menciumi perutnya membuat rasa lelah seharian di kantor hilang. Abel mendudukkan Abil di sofa kecil khusus untuk Abil, sambil menunggu Abel membersihkan dirinya.

Abil sedang sibuk menyusuk balok-balok dan mobil-mobilan ketika Abel keluar dari kamar. Bunda datang menghampiri keduanya sambil membawa sepiring buah mangga.

“Abil mau maem mangga sayang?”tanya bunda lembut.

Mata Abil berbinar ketika dia melihat piring penuh dengan buah kesukaannya, kemudian menganggukkan kepala menandakan kalo dia juga mau.

“Mangganya buat mommy aja oma.”kata Abel pada bundanya untuk menggoda Abil.
“No no no, mangga Abil itu.”jawab Abil sambil berdiri kemudian menghampiri piring mangga.

Abel terus saja menggoda Abil dengan meminta semua potongan mangganya. Tapi Abil juga cerdik, dia mengambil piring yang biasa dia gunakan untuk makan. Kemudia dia mengambil beberapa potong mangga dan diberikan pada Abel.

Dengan hati-hati Abil memberikan piringnya sambil berkata, “ini mangganya mommy, yang itu punya Abil.”

Abel tersenyum menerima piring dari Abil. “Terima kasih gantengnya mommy.”ucap Abel sambil mengacak-acak rambut Abil.

Bunda yang melihat interaksi putri dan cucunya itu terlihat terharu. “Perjalanan kamu mendidik Abil masih panjang sayang. Bunda bangga sama kamu di usia kamu sekarang, kamu memilih Abil untuk kamu besarkan.”

“Abil itu jadi awal hidup Abel. Matanya selalu menarikku untuk terus menyayanginya bun. Abel juga berterima kasih karena Abil ada di hidup Abel sekarang. Dia obat untuk segala hal buat Abel.”kata Abel sambil melihat Abil yang mulai berjoget ketika mendengar lagu Baby Shark.
******

Siang ini Abel sudah berjanji dengan Abil untuk pergi berdua saja ke salah satu mall di Jogja. Setelah berhasil mendapatkan parker, Abel dan Abil segera berjalan menuju escalator untuk ke lantai 3. Begitu sampai ditempat yang sudah Abil inginkan sejak kemarin sore, Abil langsung berlari kecil tidak sabar untuk bermain. Matanya berbinar melihat kolam penuh dengan bola.

Abel segera menyusul Abil setelah membayar pada petugas yang berjaga. Saat sebelum masuk area bermain, Abil melepas sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu yang tersedia. Salah satu orang tua yang juga sedang menemani anaknya bermain memuji sikap Abil.

“Pinter banget mbak putranya, sudah tahu harus ditaruh mana sepatunya.”celetuk salah satu ibu dengan baju biru muda.
“Iya, mbaknya berhasil mendidik biar anaknya disiplin.”sahut ibu-ibu yang duduk disampingnya.

Abel hanya tersenyum dan menjawab seadanya. Abel terus memerhatikan dan mengawasi Abil yang sedang bermain prosotan. Dia kembali pada ingatannya tiga tahun lalu.

“Nay, bayi kamu lucu banget sih. Matanya kayak bersinar ceria.”ucap Abel ketika ia datang ke salah satu rumah bersalin.
Nayla tersenyum. “Iya, dia selalu tersenyum.”
“Boleh aku gendong?”tanya Abel tanpa melepas tatapannya pada bayi Nayla.
“Jelas boleh.”
Dengan antusias Abel menggendong bayi Nayla. Dari tempat tidurnya, Nayla terus menatap lurus pada Abel.
“Bel, aku boleh titip Abil sama kamu?”
Mendengar perkataan sahabatnya itu membuat Abel segera menoleh dan menghampiri Nayla. “Maksud kamu apa sih?”
“Aku nggak punya siapa-siapa lagi, mas Aga udah pergi lebih dulu. Dan entahlah, aku rasa aku nggak bisa jaga Abil, Bel.”
“Hussh, ngawur kamu. Kamu kan udah bilang sama mas Aga mau jaga Abil bareng aku. Nggak usah ngawur deh ngomongnya.”kataku mulai meneteskan air mata.
Tangan kurus Nayla terulur, menghapus air mata yang tidak mau berhenti membasahi pipi Abel. “Abel, janji sama aku, kalo ada apa-apa sama aku, aku minta tolong jaga Abil buat aku dan mas Aga ya? Aku mau kamu jadi mama untuk dia.”
Abel terus menggeleng tidak setuju dengan perkataan Nayla. Dia yakin sahabatnya itu akan sembuh dan bisa menjaga Abil bersamanya. Dia berusaha menguatkan sahabatnya itu.

Dua hari setelah Abel menemani Nayla dan Abil di rumah sakit, Abel mendapat kabar yang tidak menyenangkan. Nayla benar-benar pergi meninggalkannya untuk selamanya. Bukan karena dia harus menjaga Abil, tetapi persahabatan sejak sekolah dasar hingga kini membuat Abel dan Nayla seperti anak kembar yang tak terpisahkan. Abel tak henti-hentinya meneteskan air mata meski Nayla sudah di tempat peristirahatan terakhirnya. Sejak mendengar kabar Nayla memburuk sampai dia menghembuskan napas dan dikebumikan, Abel tak pernah melepas Abil. Dia terus menggendong bayi laki-laki itu penuh tatapan sayang.

Abel sudah memutuskan untuk menepati janjinya pada mas Aga dan Nayla untuk menjaga Abil. Bukan hanya karena janji itu, tetapi sejak Abil lahir dan mata kedua bertemu, Abel sudah sangat sayang pada Abil. Seakan mata Abil bisa menarik semua perhatian Abel dari dunianya. Tentu keputusan Abel memilih Abil membuat Abel melepas beberapa hal, bahkan kekasihnya. Dino tidak menyetujui keputusan Abel untuk hidup dengan Abil, dan dengan ikhlas Abel melepas Dino.

Tak hanya itu, waktu Abel pun hanya tercurah untuk Abil, keluarganya, dan pekerjaannya. Meski begitu, Abel selalu bersyukur memiliki Abil. Seakan Abil adalah kunci keberhasilannya. Karir Abel meningkat walau tidak dengan percintaannya.

“Mommy kok nangis?”tanya Abil menghampiri Abel.

Abel segera menghapus air mata yang mulai membasahi pipinya. “Mommy nangis karena mommy bahagia lihat Abil ketawa senang bisa main disini.”jawab Abel.

Abil kemudian duduk dipangkuan Abel sambil berusaha memeluk mommynya agar tidak menangis. “Mommy jangan nangis, mommy senyum aja.”

Sambil membalas pelukan Abil. “iya ganteng, makasih ya sayang. Mommy sayang banget sama Abil.”

“Abil juga sayang mommy.”kata Abil mempererat pelukannya.

Seharian menghabiskan waktu di mall untuk bermain, Abil sudah tidur saat sampai di rumah. Setelah meletakkan Abil di tempat tidurnya, Abel menghampiri kedua orang tuanya. Setiap Abel mengingat Nayla, dia selalu mengingat seberapa sayang dan sangat mendukungnya orang tua Abel pada keputusannya. Dia selalu berterima kasih karena bunda dan ayahnya selalu berada disampingnya.

Abel duduk di antara bunda dan ayahnya. “Makasih ya bun, yah, udah support dan selalu ada untuk Abel.”

Keduanya tersenyum mengangguk dan memeluk Abel.

“Pasti kamu keinget sama Nayla ya?”tanya bunda. “Nayla dan Aga pasti bahagia lihat kamu sayang banget sama Abil. Lihat kamu selalu berusaha untuk menjadi yang pertama untuk Abil. Bunda juga bahagia lihat kamu semakin bahagia setelah ada Abil di hidup kamu.”

Setelah percakapan singkat, Abel kembali ke kamarnya. Sebelum tidur, Abel mengambil buku agendanya. Dia kembali menatap Abil yang tengah pulas tidur. Senyum terukir dibibir Abel setiap saat ia melihat malaikat kecilnya sedang tertidur pulas.

Dear Nayla dan mas Aga

Terima kasih sudah menitipkan Abil sama aku. Kalian bisa tenang dan bahagia di sana. Abila man sama aku pokoknya. Kalian nggak perlu khawatir, Abil bukan beban atau penghalang bagiku. Abil itu anugerah terindah yang pernah ada dalam hidupku.
I love you, Nayla, mas Aga.
I’ll always love Abil till I die.

Abel

Regards,

F




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Foto : Tumblr




"Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki"
Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas di mataku
Warna-warna indahmu

Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Sifatmu nan s'lalu
Redahkan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu

Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Diatas lirik lengkap dari salah satu lagu hits dari Sheila on 7 yang berkenaan degan tema hari ini. Sebenarnya lagi ga punya ide buat nulis cerita tentang lagu itu seh,tapi pada akhirnya cuman bisa berpendapat sedikit tentang lagu “Anugerah terindah yang pernah kumiliki” ini. Karena sebenarnya kalau menurutku lagu ini cocok juga buat disampaikan ke seseorang paling spesial dalam hidupmu yang terkadang keberadaannya kamu anggap biasa-biasa saja, tapi ketika seseorang itu tidak ada di sampingmu maka hal-hal yang kamu anggap biasa tadi menjadi begitu berharga. Nah, siapa seh seseorang yang dimaksud itu? Kalau bagiku salah satu dan yang paling pertama aku anggap sebagai “Anugerah terindah yang pernah kumiliki” ya ibu, kenapa? Karena apa seh jadinya seorang anak tanpa ibunya? Ga akan ada apa-apanya (hampa). Padahal hampir separuh hidup kita ga bisa jauh-jauh dari ibu, contohnya aja dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi, dari mulai hal-hal kecil kebutuhan harian sampai hal-hal besar kebutuhan hidup kita pun selalu butuh yang namanya peran dari seorang ibu. Jadi selama ibu ada , semua persoalan seorang anak insyaallah dapat dipastikan selalu bergantung pada peran, dukungan, dan yang paling pasti doa serta ridho dari seorang ibu. Apalagi di dalam ajaran islam, seorang ibu disebut sebanyak 3x sebagai orang yang dianggap paling pertama yang harus kita hormati kan. Selain itu ibu bagiku juga bukan hanya sosok orangtua yang membimbing dan mengasihi dengan tulus saja loh, tapi beliau dapat menjadi sosok yang bisa dijadikan teman curhat, guru, perawat atau dokter , manajer keuangan rumah tangga dan masih banyak lagi. So, ibu bakalan selalu jadi moodbooster dan jelas menjadi anugerah terindah yang pernah kumiliki.
Sekian.



Dengan rendah hati,

A

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Penggalan dari cerita Adira dan Alvaro. Ceritanya bakal di-posting secepatnya.
Dari Adira untuk Alvaro.

  Senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya
  Dia selalu datang dengan senyumnya
  Ketika orang lain jatuh hati pada senyumnya,
  Aku jatuh hati pada matanya.
  Mata itu hitam, tajam, tapi sangat menenangkan
  Mata itu yang membuatku jatuh hati terus dan terus
  Tiga tahun yang lalu,
  Pertama kali aku bertemu dengannya
  Pandangan kami bertemu, lalu dia tersenyum sambil mengulurkan tangan
  Pada saat itu untuk pertama kalinya aku seakan terhipnotis oleh mata hitam itu
  Mata hitam itu yang selalu menarikku seperti magnet untuk terus memandangnya
  Dan di waktu yang sama, mata hitam itu juga membuatku malu dan tak berani untuk      
  menatapnya lama
  Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta pada seseorang
  Teruntuk pemilik mata hitam itu, aku ingin menyapamu
  Menyapamu dalam diamku, menyapamu dalam tulisan ini
  Hi, you. Alvaro


-          Adira - 
Regards,


F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


foto : Tribunstyle.com
Ketika cinta meruntuhkan setiap keraguan di dalam hati
Ketika cinta menguatkan dua langkah yang mulai goyah
Ketika cinta menemukan kepingan asa yang terpisah
Ketika cinta mengubah keegoisan manusia
Ketika cinta menerima perbedaan yang ada
Ketika cinta memilihmu untuk mendampingiku..
Maka disaat itu cinta telah mengubah ketakutanku menjadi sebuah keyakinan..
Bahwa…
Ketika…
….
Banyak yang tak merestui cinta kita berdua..
Kita jalani saja
….
Kita yang punya mimpi ini..
…
Kita jalan terus…
Entah apa nanti…
…
Jangan berhenti percaya cinta..
Jangan berlari dari cinta..
…
Karna
…
Kita yang tau, kita yg punya…………………. CINTA


Keterangan tambahan : yg di bold itu lirik lagunya Afgan “Jalan Terus”
Ga tau kenapa malam ini bingung mau nulis apa , alhasil hanya mengutip sedikit lirik yang di tambahi sedikit syair ala ala yaa..hihi..selamat menikmati dan jangan lupa coba degerin lagunya, walaupun tidak pernah, tidak sedang, dan tidak mau ada di situasi yg sama dengan lagu ini, tapi percayalah di setiap melodi lagu dan penjiwaannya mamas Afgan di lagu “Jalan Terus” bisa bikin BAPER :P 





dengan rendah hati,


A
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Belantika musik Tanah Air, baru-baru ini kehadiran penyanyi solo ganteng yang bikin hati berdesir. Deretan nama seperti Rendy Pandugo, Jaz cukup memikat telinga. Hati pun ikut terjerat dengan suara emas mereka. Aw aw..

Siang adalah kata yang paling enggan ia ucapkan. Entah sejak kapan, laki-laki berambut gondrong ini membenci siang hari. Ia lebih memilih bangun ketika matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya. Ia pun menghindari bepergian pada siang hari. Namun demikian, segala upayanya menghindari siang hari harus terpatahkan oleh seorang gadis.

Gadis bernama Irna mampu memikat perasaannya. Segala pertahanan dan upayanya untuk menghindari siang kandas begitu saja. Kini ia mulai mencintai siang dan Irna. Laki-laki berambut gondrong ini pun sedang berdiri di sebuah lapangan bola. Ia tampak sendirian di tengah keramaian. Sesekali ia melihat jam di tangannya, kemudian melihat sekeliling. Ia seolah sedang menunggu kehadiran seseorang. Tak berselang lama, sosok yang ia tunggu datang.

Perempuan berambut panjang datang dengan menggenakan kemeja flanelnya. Senyum ceria pun terpancar dari bibir keduanya.

"Aku di sini padamu, sekali lagi padamu. Ku bawa rindu yang kau pesan utuh."

Laki-laki gondrong dan Irna adalah dua insan muda yang jatuh cinta pada pandangan pertama karena sebuah acara. Bermula dari ketidak sengajaan bertemu, mereka saling dikenalkan oleh teman masing-masing. Obrolan singkat pun sempat terbesit dari keduanya. Dari secuil obrolan tersebut, keduanya pun saling mengagumi hingga berakhir pada tukar nomor HP. Sampailah pada pertemuan di lapangan bola ini.


"Pun aku merasakan getaranmu, mencintaiku seperti ku mencintaimu. Sungguh kasmaran aku kepadamu,  kasmaranku kepadamu."

Dua insan ini pun mulai menjalin hubungan pacaran. Saling jatuh cinta dan kasmaran :)



Regards,
V



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest

Postingan kali ini ada hubungannya sama lagu. Aku mencoba untuk bercerita dari lagu yang sudah ada dan mungkin masuk dalam playlist kalian. Kali ini aku usul lagunya Endah n Rhesa yang judulnya When You Love Someone. Kata Vindi,"Melow banget lagunya.", tapi ujungnya dia iya aja sama pilihanku. 

Back on the track, aku mencoba membuat cerita dengan tema dari lagu itu. Listen to their song and read my story! 


Teriknya matahari tak membuat Ayana mengeluh. Kesibukan koasnya sudah cukup menyita waktu Ayana untuk berpusing-pusing ria, jadi Ayana tidak mau berpusing-pusing ria menyalahkan teriknya matahari hari ini. Dia berjalan terus melangkah ke arah perpustakaan yang kini sudah penuh dengan mereka yang sedang berjibaku dengan buku dan laprop. Langkah Ayana ditemani oleh playlist yang ada di ipodnya. Setelah menemukan spot paling nyaman, 

Foto: Pinterest

Ketika Ayana tengah serius membaca jurnal untuk presentasinya nanti, playlist di ipodnya tengah memutar lagu milik Endah n Rhesa. Lagu yang mengingatkannya akan pria yang kini menjadi kekasihnya. Ingatan Ayana kembali saat dimana dia mengungkapkan perasaannya pada Darrell.

Ayana mahasiswi tingkat empat di Fakultas Kedokteran Gigi universitas ternama di Yogyakarta. Ayana berjalan ke arah kantin untuk membeli air minum. Saat hendak membayar air mineral yang ia genggam, sebuah suara yang sangat Ayana kenal membuatnya langsung menoleh. Setelah memberikan lembaran uang dua puluh ribu, Ayana memilih duduk diluar. 

Tawa ringan yang Ayana kenali membuat dia tidak dapat memalingkan dari sang pemilik suara Darrell. Darrell yang merupakan kakak tingkatnya yang sudah ia kagumi sejak Ayana menjadi mahasiswi tingkat 1. Kurang lebih dua tahun Ayana mengaguminya tapi sampai saat ini ia hanya memendamnya dan selalu memerhatikan Darrell tiap hari. 

Hubungan Darrell dan Ayana tidak ada yang spesial. Mereka saling kenal sebagai kakak tingkat dan adik tingkat, mereka kerap terlibat saat di kelas maupun acara kampus. Darrell yang memang sifatnya baik, supel, mudah bergaul, dan selalu mau membantu membuat gadis-gadis kadang salah mengartikan perhatian, pertolongan, ataupun sikap Darrell. 

" Sendiri aja, Ay?" tanya Darrell saat melewati meja Ayana.
Panggilan itu selalu membuat jantung Ayana berdegub berkali-kali lipat dari biasanya. Hanya Darrell yang memanggil Ayana dengan bagian depannya saja 'Ay'.

" Iya kak, habis kelas tadi."jawabnya sambil tersenyum. Darrell kemudian menyakan hal-hal umum yang terus membuat percakapan mereka terus berjalan. Percakapan itu terhenti saat seorang dokter yang sedang menuju kantin menghampiri Darrell.

" Kamu jadi mau ambil spesial tahun ini, Rell?" tanya dokter Inggrid. "Iya dok, Alhamdulillah lolos. Akhir tahun nanti berangkat."

Saat mendengar percakapan Darrell dan dokter Inggrid, tiba-tiba saja air mata Ayana sudah membasahi pipi chubby-nya. Ayana segera menghapus air matanya saat Darrell kembali menoleh padanya.

Satu minggu berselang setelah kabar Darrell akan melanjutkan studinya ke luar negri diketahui Ayana. Ayana bimbang, karena rasanya ia ingin bilang kalau dia suka pada Darrell, tapi dia tidak cukup berani. Ayana takut jika nanti malah membuat hubungannya dengan Darrell merenggang. 

Hampir sebulan dan Ayana semakin galau. Setelah pulang praktikum, Ayana berjalan tanpa melihat kedepan membuatnya menabrak seseorang yang juga tengah berjalan berlawanan arah dengannya. Ayana mendonga sambil mengucap maaf. Darrell tertawa geli saat melihat wajah Ayana yang terlihat lelah, bingung, dan merasa bersalah.

" Lagi galau kenapa sih Ay sampai gak lihat ada orang segede ini didepanmu?"tanya Darrell masih sambil tertawa ringan.

Galauin kamu, kak. batin Ayana. Yang keluar dari mulut Ayana jelas bukan itu. " Enggak, lagi capek aja abis praktikum. Kak Darrell emang berangkat kapan?" 

"Rencana akhir tahun, tapi belum tahu. Kemarin ada kabar berangkat tiga bulan lagi."

Mendengar itu, membuat bahu Ayana semakin merosot turun. 

******
Ayana yang sedang galau karena akan ditinggal Darrell menempuh studinya terus saja mendengarkan lagu melow yang seakan sesuai dengan suasana hatinya. Saat Ayana sedang duduk di sebuah cafe sambil mengerjakan tugas, lagu milik Endah n Rhesa - When You Love Someone sedang diputar di cafe tersebut. 

Ayana menghayati setiap liriknya. Lirik yang sangat pas untuk kisah cintanya. Ketika lagu hampir habis, seperti ada bisikan untuk dia. Bisikan yang menyuruhnya untuk tidak menyerah.

And I never thought that I'm so strongI stuck on you and wait so longBut when love comes it can't be wrongDon't ever give up just try and try to get what you wantCause love will find the way....
When you love someoneJust be brave to say that you want him to be with youWhen you hold your loveDon't ever let it goOr you will loose your chanceTo make your dreams come true...

Lirik lagu Endah n Rhesa seakan mendorong Ayana untuk mengungkapkan isi hatinya. Saat Ayana yakin akan mengungkapkan, tak berapa lama dia menggelengkan kepala seakan tidak yakin. Hal itu terus saja berulang.

Hingga suatu pagi saat Ayana melihat dan mendengar beberapa dokter dan teman Darrell yang tengah memberikan selamat pada Darrell karena berhasil mendapat beasiswa untuk menempuh studi spesialis yang Darrell impikan, Ayana bertekad untuk mengatakan perasaannya pada Darrell.

Bodo amat deh kak Darrell juga suka sama gue apa enggak, yang penting gue udah ngungkapin. Daripada entar gue nyesel. batin Ayana.

Ayana masih sibuk dengan pikirannya. Dia tidak sadar saat Darrell berjalan ke arahnya. 
"Serius banget Ay, mikirin apa?"

Ayana yang bingung, masih saja diam dan berbasa-basi. Saat Darrell berpamitan karena masih ada pasien, Ayana menahan tangan Darrell.

"Kak Darrell.."panggil Ayana tanpa ada lanjutnyanya.

Darrell yang bingung karena Ayana masih saja diam. "Kenapa Ay?"
"Sebelumnya kak Darrell dengerin aku dulu ya, jangan disela karena ada yang mau aku bilang ke kak Darrell. Tapi kak Darrell jangan ketawa, jangan marah, jangan ngeledek, jangan.."perkataan Ayana dipotong Darrell.
"Ngomongnya sambil napas kenapa Ay. Emang kamu mau ngomong apa?
"Aku suka sama kak Darrell dan udah lama kagum sama kakak. Tapi aku nggak ada maksud apa-apa kok kak. Aku cuma mau ngungkapin apa yang aku rasain sebelum kak Darrell berangkat. Aku nggak mau kalo nanti aku bakal nyesel. Udah itu aja kak, sekarang kakak boleh nemuin pasien lagi."Ucap Ayana bersiap kabur dari hadapan Darrell.

Darrell yang mendengarnya tentu kaget, tapi sekaligus senang saat mendengar pernyataan Ayana. "Kamu itu baru nyatain perasaan udah mau main kabur aja. Nggak bertanggung jawab banget."Ucap Darrell.

"Kan niatku cuma mau ngungkapin perasaanku aja kak, jadi ya-"
"Makasih karena kamu lebih berani bilang duluan ke aku. Kamu nggak papa kan kalo harus LDR? Aku janji habis nyelesein spesialisku, aku bakal dateng ke rumah ketemu sama papa kamu."
Ayana yang bingung dengan ucapan Darrell hanya bisa menganga mencerna setiap kata yang keluar dari mulut kakak tingkatnya itu.

Darrell kembali bertanya pada Ayana. "Ay, kamu mau kan nunggu aku?"
Ayana yang terus menatap Darrell akhirnya mengangguk. Darrell yang merasa gemas dengan ekspresi Ayana, kemudian mengacak-ngacak rambut Ayana seperti anak kecil.


Ayana kembali tersadar dari lamunannya ketika handphone miliknya bergetar. Sebuah pesan singkat yang mampu membuat senyum Ayana mengembang dengan sendirinya.

To: Ayana

Miss you so much.. 😢
Can't wait to see you next two weeks.
I love you 😘😚

Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hi Guys! Akhirnya aku kembali lagi setelah kena denda dua kali, hiks. Tidak perlu mengingat masa lalu yang begitu menyedihkan. Mari kita melagu bersama.




Kali ini tema lagu jadi cerita menjadi sajian hangat tulisan saya. Pada kesempatan kali ini, Winda memilihkan lagu milik Endah and Rhesa. Lagu yang dipilih Winda adalah When You Love Someone. Hmm pada awalnya saya kurang sejalan dengan Winda. Meski begitu, buntutnya saya sepakat dengan Winda karena nggak ngasih masukan lain. 

Oke mari kita melagu bersama lagu When You Love Someone milik duo maut Endah and Rhesa.



Kali ini tema lagu jadi cerita menjadi sajian hangat tulisan saya. Pada kesempatan kali ini, Winda memilihkan lagu milik Endah and Rhesa. Lagu yang dipilih Winda adalah When You Love Someone. Hmm pada awalnya saya kurang sejalan dengan Winda. Meski begitu, buntutnya saya sepakat dengan Winda karena nggak ngasih masukan lain.

Bel masuk sekolah telah berdering 15 menit lalu. Tepat pukul 07.00 WIB, bel sekolah tetap berbunyi tanpa toleran. Langkah lebar dan tergesa seolah tak mampu membayar keteledoran hari ini. "Aku telat lagi," batinku.

Aku sampai ke sekolah pukul 07.15 WIB. Saat ini aku berdiri tepat di depan gerbang berwarna hijau. Telah ada seorang guru perempuan berkacamata yang siap menyambut keterlambatanku. Perempuan berjilbab itu bernama Bu Ponco.  Guru piket yang dikenal kiler di sekolah. Batinku bergejolak, "matilah aku."

Aku pun mendapat hukuman setimpal dengan perbuatanku. Hukumanku ini cukup ringan mengingat ini pertama kalinya aku terlambat sekolah. Setelah mengisi daftar keterlambatan dan menerima poin hukuman di buku catatan khusus. Aku pun masih harus berurusan dengan guru piket itu. Tak berselang lama, muncul seorang laki-laki berseragam lusuh bak seorang anak nakal. Seragamnya tidak dimasukan ke dalam celana, rambutnya cepak, dan mukanya tanpa dosa.

"Cah bagus, telat lagi," kata Bu Ponco padanya. Tak ada rasa bersalah sedikit pun di wajah laki-laki itu. Ia hanya tersenyum nyengir dan berkata singkat, "maaf, Bu."

Pada saat itu juga, aku melihat ke arahnya.
"Astaga dia kan anak yang main drum kemarin di pensi. Dia kan si penabuh drum yang charming itu," batinku.



Karena keterlambatan inilah, aku jadi menemukan siapa dirinya. Aku jadi tahu dia anak kelas berapa dan sedikit info tentang dirinya. Sejak saat itu pula, aku mengagumi laki-laki itu. Aku begitu penasaran dengan dirinya. Sampai suatu ketika aku memberanikan diri untuk menghubungi laki-laki itu.

Aku kirim pesan singkat padanya. Ia pun merespon dengan baik. Kami pun saling berbalas pesan hingga berujung pada sebuah pertemuan. Aku mengaku bahwa nyaliku cukup besar kala itu. Aku sangat berani mengirim pesan padanya. Padahal sebelumnya, kami tak saling mengenal.

Aku utarakan bahwa diriku mengagumi dirinya. Seperti lirik lagu dari Endah and Rhesa berikut ini,
"Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true..."


Kami pun saling mengenal, namun kami memutuskan untuk tak melanjutkan hubungan ke jenjang pacaran. Karena kami masih ingin memfokuskan pada pendidikan kami masing-masing.

Regards,

V
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Mengenai Saya

Barcode Projects
Lihat profil lengkapku

About me

Barcode Projects adalah sebuah proyek menulis yang diinisiasi oleh dua perempuan sok struggle dan tukang baper. Perempuan yang dimaksud adalah Ferizka Winda dan Vindiasari Putri.

Barcode Projects sendiri memiliki kepanjangan 'Barengan corat-coret'. Barcode Projects ini dijadikan wadah menulis dan berbagi cerita.

Labels

  • 1
  • 10
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • A
  • Barcodeprojects
  • Bebas
  • Cinta
  • Cowok
  • Evaluasi
  • F
  • Family
  • First Experience
  • Friend
  • Lagu
  • Review
  • Society
  • V

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (95)
    • ▼  November (1)
      • #69, 70, 71, 72, 73, 74,75, 76, 77, 78
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (14)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (15)
    • ►  Februari (9)

Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates