Barcode Project

Barengan Corat-Coret Ide

Barcode Projects

  • Home
  • Penulis

Ada kalanya memilih. 
Seperti hidup yang selalu memilih di antara banyak pilihan. 
Kita memilih untuk hiatus sampai waktu yang belum ditentukan. 
Sampai bertemu di angka selanjutnya.

Regards, 
V, F, A.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: netsanity.net
Awalnya aku sedikit bingung dan kurang paham dengan tema kali ini. Generasi menunduk. Aku berpikir, “Oh generasi menunduk maksudnya, mereka yang ketika lewat di depan orang lain menunduk menunjukkan sopan santunnya”. Aku masih ragu dengan maksud dari topik kali ini. Kemudian aku mencoba mengkonfirmasi dengan si empunya ide. Dan ternyata adalah mereka yang selalu menunduk sibuk dengan ponsel pribadinya.

Yups, di zaman sekarang ponsel seakan sudah menjadi benda wajib yang dibawa kemanapun. Tentu banyak hal yang bisa kita ambil manfaatnya dari fungsi si ponsel yang semakin kesini semakin pintar, seperti julukannya smartphone. Usia dini pun sekarang mulai familiar bahkan bisa menggunakan ponsel, sekedar untuk melihat video baby shark. Tapi tak bisa dipungkiri, semakin banyak fitur yang ada di ponsel dan lain sebagainya membuat penggunanya menjadi seperti kecanduan.

Aku pun mungkin juga menjadi addicted to my phone. Bangun tidur cek handphone, ketika jalan kaki menggunakan handphone, ketika sedang duduk dengan keluarga atau teman berkutat dengan ponsel masing-masing dan lainnya. Mungkin ada baiknya untuk saling mengingatkan saja untuk bijaksana ketika menggunakan ponsel. Bukan menggurui, hanya saja terkadang aku bingung dengan mereka yang ketika mengendarai motor atau mobil mereka dengan santai memainkan ponselnya. Sebegitu pentingkah chat atau telpon itu sampai harus dibalas ketika berkendara? Untuk yang satu itu aku lumayan kesal jika melihatnya.

Foto: Pinterest
Ketika berjalan kaki, terkadang aku juga menunduk menatap layar ponselku. Terlihat angkuh tanpa melihat sekitar. Ketika sedang berkumpul dengan keluarga atau teman, tapi perhatian tetap pada layar ponsel. Terkadang sampai tidak mendengar panggilan dari seseorang. Entahlah, zaman sudah berubah. Aku hanya ingin menyampaikan ini dan bukan bermaksud sok atau bagaimana. Aku pun terkadang melakukan beberapa hal yang membuatku menunduk itu, tapi untuk berkendara sambil menggunakan ponsel aku tidak melakukannya, aku lebih memilih berhenti dan menepi. It’s big NO!


Foto: Pinterest
Pernah ngalamin ini?
Be wise using your smartphone. Be smart using your smartphone. Lihat situasinya, jangan menjadikan hal yang sering kamu lihat sebagai ukuran kewajaran, kesantunan, dan kesopanan. Terkadang kesakralan atau kekhidmatan suatu acara bisa berkurang jika kamu tidak bisa membedakan situasi yang tepat untuk kamu menggunakan ponsel. Lihat juga, ketika kamu terlalu banyak menunduk asyik dengan ponselmu ketika kamu sedang dengan orang lain atau orang-orang terdekat, adakah sesuatu yang hilang? Moment, komunikasi, atau yang lainnya. 

Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest
Berhijab. 

Bisa dibilang aku mulai menggunakan kerudung atau hijab sejak aku duduk di bangku SMP. Kebetulan aku sekolah di salah satu SMP Muhammadiyah di Jogja yang mana mewajibkan siswi-siswinya untuk menggunakan kerudung. Walaupun ketika itu pun aku masih mengenakan kerudung saat aku pergi. SMA pun aku masuk di salah satu SMA Muhammadiyah, tentu jelas aku mengenakan kerudung setiap hari.

Berhijab atau mengenakan kerudung sendiri tentu kita umat muslim sudah tahu akan perintah Allah tersebut. Mungkin untuk masing-masing pribadi memiliki alasannya sendiri untuk belum mengenakan atau sudah memutuskan untuk mengenakan hijab. Allah telah berfirman dalam QS Al Ahzab : 59, yang bunyinya adalah " Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah merekan menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggung. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Awalnya masih suka melepas kerudung ketika merasa gerah saat sedang bermain di rumah teman. Seiring berjalannya waktu aku mulai selalu mengenakan kerudung ketika aku pergi keluar rumah. Rasanya sudah nyaman menggunakan hijab. Bahkan terkadang merasa ada yang kurang bahkan malu ketika tidak mengenakan kerudung ketika keluar rumah. Aku pun masih belum sempurna mengenakan jilbab ini, tapi aku berusaha untuk menjaganya.

Aman dan nyaman ketika aku mengenakannya. Dan sudah menjadi identitasku. Semoga bisa tetap menjaga dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sekarang. Yang jelas aku mengenakan kerudung bukan karena trend, fashion, ataupun orang lain. Aku mengenakannya berawal dari belajar untuk melaksanakan perintah Allah, menjaga keluarga, dan juga karena dan untuk diriku sendiri.

Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hi, Barcodes! Lama tak bersua di barcode project beberapa kali posting. Kali ini kita akan ngebahas tentang fashion cowok. Sering kali ketika jalan di mall dan melewati section fashion laki-laki rasanya tangan ini gatel. Kenapa? Keinginan buat milihin atau nyariin baju tuh selalu muncul setiap kali liat baju-baju cowok.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

There is no post for today. Sorry, we will get punishment for this.
See you again, guys!

Regards,

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



There is empty post for #56. We will get punishment for this.
See you!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Jepretan Pribadi
Setiap orang pasti punya tempat yang menjadi impian untuk didatangi baik dengan keluarga ataupun teman. Aku senang traveling tapi aku bukan tipe traveler. Tempat yang bisa dikategorikan  nyama tentu akan menjadi pilihan, karena aku bukan orang yang terlalu menyukai hiking. I'm fine with nature but I'm not used to so, it's kind of uncomfortable for me. And I don't really like being the burden for someone else, so I choose the place that I can be there comfortably. 

Kalau aku harus memilih antara gunung dan pantai, tentu aku akan memilih pantai. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk aku bisa menikmati gunung maupun pegunungan.

Tempat impian yang aku ingin datangi dengan keluargaku or and my own little family are Mecca and Medina. I've been to Mecca and Medina around 2014 if I'm not mistaken. Bener-bener adem banget disana. Rasanya menyenangkan berada disana, suasana benar-benar damai dan kamu akan merasakan kalau disana seperti tidak ada rasa cemas. Tidak memikirkan tugas, pekerjaan, yang ada hanya untuk beribadah. Setiap kali melihat foto-foto disana, rasanya ingin sekali kembali kesana.

Foto: Jepretan Pribadi
Masjid Nabawi

Foto: Jepretan Pribadi
Masjid Nabawi
 
Foto: Jepretan Pribadi
Dulu gak terlalu berani asal foto, karena dulu katanya lumayan ketat untuk hp atau kamera.

Selain Mekkah, kalau untuk negara lain mungkin aku akan memilih lima negara, yaitu Paris, London, Sydney, Korea, dan Jepang. Entah apa sebenarnya yang aku ingin lihat atau kunjungi, aku belum tahu tapi kelima negara itu terdengar sangat menarik untukku. 

Sedangan untuk di negara sendiri, aku akan sangat menyukai tempat dimana aku bisa bermain air. I don't have any spesific place or city, tapi kalau aku punya kesempatan untuk berkeliling Indonesia mungkin beberapa kota ini akan jadi tujuannya. Seluruh kota yang ada di pulau jawa, bali, dan lombok.
Foto: Jepretan Pribadi
Pantai Goa Cemara
Aku bisa menikmati perjalanan wisata, tetapi aku bukan tipe seorang traveler sejati. Tempat impian tentu aku masih punya banyak, apalagi yang nanti aku ingin datangi dengan keluarga kecilku nanti. Dimanapun itu nanti, aku akan menikmatinya. Tetapi jika memang aku punya kesempatan untuk pergi mengunjungi tempat, kota, atau negara impianku, tentu aku akan sangat memprioritaskannya. I hope that dream come true! 

Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest
 Hi, Barcodes! How's your day? Was it tiring or fun? I hope you had a good. So, today's theme is love, about ciri-ciri cowok yang ditaksir. This topic is kind of hard for me. Hhahaha Because I can't relate to it. Actually, Vindi already made several questions related to the topic, but I don't think I can answer all the questions. Hope you enjoy my post, and happy Tuesday all!
😊😊😊😊😊😊

Tania meletakkan tasnnya diatas meja dan segera mendaratkan pantatnya di sofa. Dia memandangi sahabatnya yang tengah melipat wajahnya seperti koran yang super lecek.

"Lo tuh kenapa sih Nay? Pulang dari rumah oma kok suntuk gitu, lecek lagi tuh muka."tanya Tania meranjak untuk mengambil minum.

"Ya lo pasti tahulah kenapa gue suntuk."jawab singkat Kanaya sembari membalas pesan di ponselnya.

Tania tertawa. "Makanya cari pacar sono! Hahaha"

"Lo kira cari pacar kayak milihin tomat di pasar apa supermarket? Ya gue sih nggak masalah belum punya pacar, cuma ya gimana ya.. Tiap kali ke rumah oma dan semua cucunya kumpul, pasti pada bawa pasangannya."Kanaya mulai menerocos panjang lebar. "Lo tahu, Satria aja yang masih SMA udah bawa pacarnya."

"Wuih, kalah nih ceritanya sama satria yang masih unyu-unyu itu. Lo tuh ya, umur udah 25 masih selo kayak gini."

Kanaya yang malas mendengar ceramah panjang sahabatnya itu memilih beranjak ke kamarnya meninggalkan Tania sendiri di ruang tamu. Usia Kanaya yang sudah 25 tahun dan kesendiriannya selalu mendapat pertanyaan-pertanyaan tentang pacar, nikah, jodoh dan lainnya. Kanaya yang sudah bekerja merasa itu bukanlah prioritas utamanya saat ini. Tetapi perasaan sepi itu muncul setiap kali dia mengunjungi rumah omanya dan semua cucunya datang dengan pasangan masing-masing.

Tania segera menyusul sahabatnya sejak SMA itu ke kamar. Dia hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat Kanaya mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya meskipun di rumah.

"Nay, kalo lo ngerasa iri lihat mereka bawa pasangan ke oma, ya sekarang lo juga usaha dong buat cari pasangan menua bareng lo itu. Jangan jadi picky dan idealis deh."

"Siapa juga yang picky, siapa juga yang idealis."sahut Kanaya malas.

"Kalo bukan picky dan idealis terus apa? Lo itu terlalu pemilih tahu nggak."protes Tania.

Kanaya yang tidak terima berbalik menghadap Tania yang sedang menyeruput es sirup. "Setiap orang kan punya ideal man-nya sendiri. Lagian gue juga nggak muluk-muluk kok. Gue nggak minta Song Jong Ki yang jadi pacar gue ini."

"Nah terus lo mau cowok yang kayak gimana?"

Foto: Pinterest
Kanaya berpikir sejenak. "Jelas seiman dong dan yang lebih bagus imannya dari gue, yang lebih pinter dari gue, nggak ngerokok, lebih dewasa dari gue, good manner-nya, gue-nya nyaman, kalo soal fisik kalo bisa yang lebih tinggi dari gue, good look, terus ..."

"Terus yang kayak Dimas Beck gitu? Itu yang lo bilang nggak picky?"

"Itu wajar kali, lo juga mesti lihat bibitbebetbobot. Gue mau yang kayak Nichkhun apa Taecyeon aja Tan."

"Ngelunjak ya minta yang kayak Nichkhun sama Taecyeon. Lo beneran nggak lagi deket sama siapa gitu? Naksir siapa gitu?"

"Enggak ada."

"Masak sih, yang lo taksir gitu? Kalo ada kan gue bisa bantuin nyomblangin."

"Enggak ada Tania."

"Dimas?"

"No."

"Terserah deh, lama-lama lo gue jodohin juga ini."

Kanaya tidak membalas perkataan Tania dan mulai menggunakan earphone-nya. Bukan maksud hati Kanaya untuk tidak mencari pacar atau sekedar membuka pertemanan. Hanya saja, Kanaya seakan sudah lupa kapan terakhir kali dia jatuh cinta, dan seperti apa itu cinta. Benaknya terlalu penuh dengan novel-novel cinta dan segala drama dan film tentang percintaan. Seakan semua itu hanya akan jadi khayalan yang sulit untuk digapai dan hanya sebuah fairy tale.
******
Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
tema bebas
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hi, barcodes!
It's friday, so it's time for barcode project. Jumat kali ini, kita akan membahas tentang pertama kalinya kita dapet uang dari hasil sendiri. 

Foto: Pinterest
Ingat banget, dulu pas SMP dapat tugas bahasa Indonesia suruh nulis. Nah, ternyata tulisan aku yang awalnya cuma untuk ngumpulin tugas, dimuat di majalah sekolah. Sama sekali nggak ada niat buat masukin ke majalah sekolah dan I felt so proud of me. Bahkan aku juga nggak tahu kalau itu akan ada fee-nya. Walaupun fee-nya nggak seberapa cuma, rasanya tuh bangga banget. Gimana nggak bangga, tulisan ada di majalah sekolah (walaupun nggak tahu pada dibaca apa enggak itu majalah hehe), guru aku pun istilahnya mengakui adanya tulisan itu. Super proud of myself. 

Abis dipanggil guru tentang itu aja jadi senyum-senyum sendiri, apalagi dipanggil sama kamu, iya kamu, my future (mulai mengkhayal lagi). Nama juga masih anak SMP, uangnya pun dipake buat jajan bareng temen-temen dan baru deh sisanya disimpen. 

Nggak kalah sama perasaan yang aku rasain waktu SMP. Ketika kuliah pun aku ngalami perasaan itu lagi waktu aku magang. Di akhir magang waktu itu, aku diminta untuk stay sampai akhir semester. Dari tawaran itu, lumayanlah dapet uang tambahan. Rasanya selain bangga, aku juga jadi mikir bakal aku gunain buat apa, nabungkah, beliin orang tua apa, dan macem-macem deh. Walaupun uangnya juga gak seberapapun, lihat itu hasil kerja sendiri rasanya seneng banget. 
Foto: Pinterest
Bukan dilihat dari kapan aku mulai menghasilkan sesuatu, bukan juga soal materi dan seberapa capaian itu, tapi tentang perasaan yang ada dalam diri sendiri. Kepuasan, kesenangan, dan jelas ada kebanggaan disana. Ibaratnya dapet apresiasi yang nggak langsung gitu. Apresiasi apapun yang kamu lakukan walaupun hanya dalam hal kecil, karena itu akan sangat berarti bagimu.

Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Foto: Pinterest
"Pernah gak ada temen cowok yang di kira pacar kamu?"

"Nggak ada, nggak tahu."

"Kok nggak tahu? Emang nggak ada yang nanyain?"

"Enggak."

"Lha si Bena?"

Shafa tersenyum sinis. "Jangan kebanyakan dengerin gosip makanya."

"Lha dia setiap ditanyain tentang lo jawab aja tuh, sambil senyum-senyum. Malah kayak beneran gitu. Masak nggak pacaran?"

Shafa menghela napas dan menghentikan aktivitas menulis catatan matakuliah Pak Bambang. "Jangan terlalu percaya sama omongan dan kelakuan Bena."

Shafa seakan seperti artis yang harus mengklarifikasi setiap ulah Bena. Dia hanya bisa menghela napas panjang tanda dia sudah bosan dengan semua pertanyaan, "Bena mana Fa?" "Dicariin Bena tadi." "Nggak bawain Bena bekel?" "Lo pacarnya Bena?" "Lo suka gak sama Bena?". Semua pertanyaan dan pernyataan seperti itu seakan sudah hafal diluar kepala. Shafa sudah lelah menanggapi teman-temannya yang terus-menerus membahas dan menyangkut-pautkan dirinya dengan Bena. Shafa memberi tanggapan maupun diam, tetap saja gosip itu sudah tersebar seantero kampus. Bahkan, Dia sudah terlalu lelah melihat tingkah Bena yang selalu menanggapi semua pertanyaan itu, seakan-akan mereka adalah pasangan.

Shafa berusaha sabar dan menghindari Bena. Ada atau tidaknya Bena disekitarnya tetap membuat teman-temannya menanyakan tentang Bena bahkan menggodanya. Shafa bahkan pernah berpikir untuk mencari pacar agar gosipnya dengan Bena mereda bahkan hilang, tapi nyatanya ketika Bena sudah punya pacar yang sebenarnya, putus dan punya pacar lagi tetap saja hidup Shafa masih dikaitkan dengan Bena.
******

Bena terus saja berjalan tanpa menoleh ke belakang tidak memedulikan para penggemarnya yang terus memanggil namanya. Berbelok ke arah perpustakaan, Bena berhenti di dekat vending machine dan menarik tangan gadis yang sedang mengambil minuman. Merasa terganggu dengan sikap Bena yang asal menarik tangan orang tanpa izin, membuat Shafa menghempaskan tangan Bena. Kerumunan penggemar Bena yang masih mengikutinya melihat adegan itu dengan kesal karena Shafa berani-beraninya menghempaskan tangan Bena, sang Idola.

“Bisa nggak, nggak main tarik tangan orang.” keluh Bena.

Bena hanya mengedikkan kepalanya ke arah gerombolan fansnya, memberi tanda kepada Shafa agar dia tidak diserang oleh fansnya karena marah-marah padanya. Shafa menoleh dan hanya tersenyum sinis pada Bena dan fansnya. Dia mengambil minumnya dari vending machine tanpa memedulikan Bena maupun tatapan para gadis yang masih berdiri siap menjambak rambutnya. Melihat Shafa yang tidak bereaksi, Bena memutuskan menyeret Shafa masuk ke perpustakaan. Berusaha melepaskan tangannya, tapi tidak berhasil. Bena memilih duduk di deretan kursi yang menghadap ke jendela yang menyuguhkan pemandangan belakang kampus yang dipenuhi rerumputan dan pepohonan. 

Mereka duduk dalam diam untuk beberapa saat, sampai ketika Shafa membuka buku dan laptopnya hendak mengerjakan tugas, Bena membuka obrolan lebih dulu.

"Lo musuhin gue?" tanya Bena.

"Emang kenapa?" balas Shafa dengan pertanyaan lagi.

"Abis muka lo bete banget gitu, jutek nggak pernah ada kasih senyum."

Shafa bukannya menjawab dia hanya menyunggingkan senyum yang terlihat dipaksakan.

"Shaf?"

"Lo berisik banget sih. Gue mau ngerjain tugas, kalo lo mau ngobrol mending keluar terus ngomong deh tu sama cewek-cewek tadi." cerocos Shafa kesal karena Bena terus mengganggunya.

Bena tidak berbicara lagi tetapi juga tidak beranjak dari kursinya. Dia hanya duduk menatap Shafa yang berusaha konsentrasi pada buku dan laptopnya. Tidak nyaman dengan keberadaan Bena dan tatapan beberapa temannya yang melihat mereka duduk berdua membuat Shafa menutup sejenak bukunya.

"Ben, lo nggak capek apa ya ganggu gue. Lo sih nggak kena imbasnya, nah gue."protes Shafa.

"Enggak, kan dari tadi gue duduk ngapain capek?"jawab Bena dengan cengiran. "Diemin aja mereka. Nggak usah diribetin. Gue tidur bentar, kalo udah kelar bangunin ya." 

Kemudian Bena menenggelamkan wajahnya ke tangannya dan tidur. Shafa yang gondok, hanya bisa menghentak-hentakkan kakinya frustasi. Shafa masih saja tidak nyaman dengan tatapan fans Bena yang seakan mengajak berperang dan tatapan beberapa temannya yang senang menggodanya dengan Bena. Saat Shafa akan berpindah meja, suara Bena terdengar.

"Duduk aja disitu, nggak usah pindah."

"Ben, gue capek nih, risih diliatin mulu, dicengcengin nggak jelas. Gue komen nggak bikin reda, gue diem nggak bikin reda juga. Nah, lo juga suka jawab asal."

Bukannya menjawab atau menenangkan Shafa, Bena hanya memberikan cengiran tanpa rasa bersalah dan kembali tidur.
******
Foto: Pinterest

Bena sama Shafa, Shafa sama Bena seakan tak pernah hilang. Teman-temannya seakan tidak mau menghilangkannya. Mereka masih saja mengaitkan Shafa dan Bena satu sama lain seakan Shafa dan Bena benar-benar berpacaran. Shafa hanya bisa diam dan menanggapi sekenanya saja. Nyatanya Bena dan Shafa tidak pernah ada apa-apa. Bena hanya menjadikan Shafa tameng dari para penggemarnya itu. Dan Shafa yang tidak mau melepas status jomblonya ya harus terima kalo dikaitakan dengan Bena meski sampai mereka lulus kuliah.

Kayaknya gue kudu punya cowok dulu terus nikah baru deh pada berhenti. batin Shafa.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hi barcodes!
Tema kali ini tentang temen cowok yang pernah dikira pacar. Super bingung sebenernya mau nulis apa dan gimana. At the end, aku bikinin ilustrasi  cerpen ini yang agak ngena sama yang aku alami dan sedikit aku bumbui. So, ada bagian yang beneran aku alami dan ada juga yang aku kembangin dengan bumbu-bumbu mie instan hehe

Hope you guys enjoy it!
Regards,

F

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest
Di zaman yang serba mudah untuk menggunakan media sosial, generasi muda sering kali mengunggah gaya berpakaian mereka dengan tak lupa menambah #ootd. Gaya berpakaian yang bagaimana tentu menunjukkan karakter seseorang. Apakah dia seorang yang sederhana, ribet, ceria, atau konsisten? 

Nah tentunya ada banyak pilihan fashion yang digemari generasi muda. Mereka juga kerap meniru ataupun terinspirasi dari gaya berpakaian artis-artis atau mungkin selebgram-selebgram. Aku yang memang menggunakan hijab, tentu perlu mencocokkan apa yang akan aku kenakan. Karena hijab atau menggunakan kerudung bukanlah sekedar trend, tetapi identitas dari pada diri kita sendiri. Ketika memadupadankan pakaian kitapun harus tahu etika dan aturannya. Tidak mungkin kita pergi ke tempat yang formal menggunakan kaos lengan pendek dan celana pendek. Tentu dimana kamu berada, kamu pasti punya style sendiri sesuai dengan tema dan situasi. 

Sekedar berbagi gaya yang kerap aku pilih (bukan tips sebenarnya). Biasanya aku hanya akan mengenakan celana jeans, kemudian untuk atasan aku akan memilih kemeja atau kaos panjang, dan menggunakan kerudung yang tentu bahannya tidak membuat panas. Kalaupun aku memakai outer atau kemeja yang aku jadikan outer aku lebih sering menggunakan kaos atau kemeja dengan lengan buntung lalu aku campur dengan outer lengan panjang. Untuk kerudung lebih milih yang bahannya adem dan gak licin, mau segi empat ataupun pasmina sejauh ini aku oke-oke aja. Aku sendiri jarang menggunakan rok, tetapi aku lebih memilih menggunakan long dress daripada yang cuma rok bawahan dan atasan yang terpisah (maklum gak terlalu paham fashion). Kalian bisa lihat gimana aku pilihan outfit-ku di account ig aku kok.😊😊 Kurang lebih beberapa foto dibawah ini yang mendekati gayaku.

1. Outfit yang paling simple
Foto: Pinterest

Foto: Pinterest
2. Perpaduan outer/kemeja
Foto: Pinterest


Foto: Jepretan Pribadi
3. Kemeja on point
Foto: Pinterest
Foto: Pinterest
4. Ketika harus pakai rok

Foto: Pinterest

Foto: Jepretan Pribadi
Berpakaianlah dengan etika dan tata kramanya sesuai dimana kamu akan berdiri. Seperti apa gaya berpakaianmu itulah identitasmu. Be proud of what you wear and who you are. You're the best fashion stylist for your outfit. ✌ 
Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sebelum aku ngebahas tentang K-pop, aku mau rekomendasiin kalian band asal Korea yang cukup menarik perhatianku. Selain karena membernya, aku juga suka lagu-lagunya. Liriknya suka ngena gitu. Welcome to DAY6!!!! 

Noted: Kalian bisa cek juga yang judulnya Congratulation.

Menjadi penggemar Korean Pop atau yang sering disebut K-pop tentu memunculkan beberapa pro dan kontra. Kali ini barcode sedang membahas mengenai society yang mana berkaitan dengan demam K-pop yang sedang ramai-ramainya. Sebelumnya disini aku akan menempatkan diri sebagai penggemar K-pop (drama, variety show, dan group/boy/girl band), tetapi bukan jadi fans yang benar-benar fanatik.

Masuknya K-pop di Indonesia jelas mempengaruhi masyarakat, khususnya generasi muda. Kalau ditanya, apa sih yang menarik dari K-pop? Paras tampan dan cantik jelita, gaya fashion, skill bernyanyi dan menari, musik, alur cerita, dan kelucuan mungkin adalah beberapa jawaban dari pertanyaan tersebut. Pada dasarnya, mereka yang menjadi penggemar K-pop sama dengan mereka yang menjadi penggemar artis/penyanyi Indonesia atau American pop. Hanya saja, momen dimana para penggemar K-pop ini sedang menjadi sorotan dimana-mana, terutama media sosial. 

Demam K-pop pun juga bukan hanya di Indonesia saja, di Thailand, Amerika, Malaysia, China, dan beberapa negara lainnya. Dari yang aku amati, hal yang paling terlihat terpengaruh dari budaya K-pop adalah fashion. Pakaian dan aksesoris yang kerap digunakan idol (sebutan untuk girl/boy group korea) dan aktris/aktor dalam drama, sering kali ditiru oleh para penggemar. Hal itu tentu menjadi hal positif bagi mereka yang menjadi penjual atribut K-pop atau yang menjual pakaian-pakaiannya. Keinginan untuk memiliki atau menggunakan benda yang sama dengan idola mereka inilah yang cukup terlihat pengaruhnya.

Foto: Pinterest
Sering kali mendengar ada yang mengatakan, "Cie anak K-pop.", "ih alay." sebagai bentuk kontra mereka terhadap para penggemar K-pop. Ada juga yang menganggap aneh atau terlihat tidak suka ketika melihat penggemar K-pop yang sedang menonton video-video K-pop. 

Selama aku menjadi penggemar K-pop ataupun K-drama, memang ada hal negatif yang aku rasakan, tetapi hal positif pun aku juga dapatkan. Hal negatif yang kerasa adalah
  1. Addicted. Berasa kayak candu dan gak bisa berhenti buat gak nonton lanjutan episode berikutnya.
  2. Begadang dan lupa waktu. Karena saking addicted-nya bikin lupa waktu karena kalo misal lihat drama dan punya episode 1 sampai 16 (ending) bisa deh tuh begadang tanpa berhenti alias maraton gitu.
  3. Senyum-senyum nggak jelas. Because you found it funny but others don't think the same with you.
  4. Boros. Boros disini kalo misal beli-beli benda yang kaitannya sama yang kita suka. Buat kita sih kayak wajar ataupun lumrah tapi orang lain yang lihat kita beli-beli barang atau bahkan tiket konser bakal mikir itu mubazir.
    Foto: 2PMAlways

    Foto: 2PMAlways
Walaupun ada hal yang bisa dibilang something that's unreasonable but there are something good that I can take from being K-popers.
  • Expand knowledge. Dari lihat drama-drama Korea maupun variety show-nya, aku jadi nambah ilmu lagi. Bukan cuma tentang budaya korea aja, tapi juga budaya lain (kayak misal kalo mereka lagi visit negara lain). Jadi lebih tahu tentang dunia internasional gitulah.
  • Belajar bahasanya. Karena bahasa Korea bukan bahasa ibu ataupun bahasa kedua aku, so aku jadi belajar bahasa Korea dari nontonin drama ataupun variety show. Bisa dibilang bahasa adalah kendala buat para international fans. Kita butuh adanya subtitle (atleast English subtitle), nah jadi belajar bahasa Korea dan bahasa Inggris. Sekarang pun udah ada beberapa kosakata yang aku tau artinya tanpa perlu subtitle, walaupun masih sedikit banget.
  • Healing time. Ketika mood lagi buruk banget dan bawaannya emosi, aku kadang milih untuk nonton variety show korea karena nyatanya bisa memperbaiki moodku. Kayak misal nonton The Return of Superman, variety show tentang para celeb yang udah jadi bapak buat ngasuh anak mereka yang unyu-unyu itu.
  • Buat yang susah makan mungkin akan jadi bernapsu buat makan. Karena setiap kali liat mereka makan itu kayaknya enak banget, sampe bikin ngiler. Sumpah, jangan nontonin yang lagi makan-makan tengah malam, karena bakal bikin super ngiler kruyukan perutnya tengah malam. (ups, ini neg or pos? He he )
  • Bisa jadi lebih sehat, karena beberapa fans akan ngikutin gerakan dance dari boy/girl group itu. Nah dengan gitu kan jadi banyak gerak jadi sama dengan olahraga.
Terlihat seperti aku sangat pro pada K-pop. Perlu diketahui saja, K-pop masuk ke Indonesia sebenarnya sudah cukup lama. Aku sudah mulai menontonnya mungkin sejak SMP dan aku juga ingat kala itu aku juga menonton drama-drama taiwan. Hanya saat ini jumlah yang menjadi penggemar semakin meningkat dan yang digemaripun semakin banyak. Bukan hanya dramanya, tetapi juga musik, variety show, boy/girl group, fashion, bahkan makanannya.

Menggemari sesuatu boleh asal tidak menjadi berlebihan dan bahkan membahayakan diri kita sendiri. Ambil hal positif dari apa yang kamu gemari dan usahakan untuk menghindari dari hal yang bisa mempengaruhi ke arah yang buruk. So guys, what do you think about K-pop? These are what on my mind when I heard about K-pop. Kalo ada yang sependapat boleh, yang nggak sependapat juga boleh. Ingat, di Indonesia semua warganya berhak untuk berpendapat, tapi ketika kalian berpendapat tentu ada etika yang perlu kalian jadikan pertimbangan.

Stay calm, stay positive, guys!
Regards,

F
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest
Terlahir ke dunia menjadi anak pertama, kedua, ketiga, atau bungsu sekalipun bukan kita yang memilih. Sering kali orang-orang menebak anak keberapa temannya atau siapapun orang yang ditemui. Orang-orang menebak dari karakter yang terlihat dari sikap dan kepribadian seseorang.

Jika ditanya, seberapa sering orang lain menganggapmu sebagai anak bungsu jawabannya tidak sering. Mereka (teman ataupun orang yang baru kenal) sering mengira aku bukan anak bungsu dan bahkan sering mengira aku yang merupakan kakaknya dan kakakku sebagai adikku. Entah fisik, karakter, atau kepribadianku yang membuat mereka mengira begitu.

Foto: Pinterest
Dilihat dari beberapa orang yang aku kenal (teman, sahabat, dan keluarga) yang juga merupakan anak bungsu, dapat terlihat beberapa karakter atau sifat yang sama, antara lain:

  1. Terkadang terlihat manja, tetapi pada situasi tertentu mereka bisa menjadi orang yang sangat mandiri dan sangat bisa diandalkan.
  2. Keras kepala. Mereka akan semakin keras kepala jika diberitahu atau dinasihati secara keras atau memaksa. Mereka perlu ada kelembutan dan pendekatan yang dapat membuat si bungsu melunak.
  3. Peduli dengan sekitar. Mendapatkan kasih sayang dari orang tua, kakak-kakaknya, bahkan sanak saudara membuat si bungsu menyalurkan kasih sayangnya juga kepada orang lain ataupun sekitarnya. Dan tingkat kepeduliannya mungkin terlihat lebih tinggi.
  4. Hidupnya lebih free. Mereka suka bermain, mencari hal baru, dan lebih ke arah cuek dan suka-suka (bukan hal yang negatif).
  5. Mudah bergaul. Jaringan pertemanan cenderung lebih luas.

Selain itu, beberapa karakter anak bungsu juga bisa dilihat di salah satu laman dosen psikologi yang ternyata kurang lebih menyebutkan hal yang serupa dari yang aku sebutkan. Nah, buat kalian yang juga termasuk dalam geng anak bungsu, kalian juga gitu nggak? Buat kalian yang mau iseng-iseng baca tentang si bungsu, bisa juga cek disini.

Regards,

F

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ketika tema barcode tentang cinta, terkadang aku tidak mudah untuk menemukan apa yang harus kutulis. Definisi cinta yang mana yang kalian cari. Sebisa mungkin aku memberi definisi yang menurutku umum tanpa bermaksud subjektif pada satu titik.

Cinta yang sering kali dikaitkan dengan bunga, cokelat, cincin, dan boneka sebagai lambang dari cinta itu sendiri. Tapi tidak bagiku. Ada dua benda yangmenurutku bisa melambangkan cinta, cinta untuk keluarga, cinta untuk sahabat, dan cinta untuk kekasih. 

Aku juga melambangkan cinta dengan boneka, tetapi boneka yang spesifik. Boneka beruang.

Foto: Pinterest
Entah apa, aku terlalu menyukai boneka beruang. Boneka yang terlihat lucu, manis, dan hangat menurutku. Semuapun akan menyukai boneka beruang. Tak ada hal spesifik yang membuatku melambangkan cinta dengan boneka beruang. Hanya karena itu boneka beruang, aku bisa merasakan hangatnya cinta.

Foto: Pinterest
Satu lagi yang bisa kulambangkan sebagai bentuk cinta. Kumpulan foto-foto. Foto yang tercetak adalah benda dimana aku bisa mendefinisikan cinta, melihat cinta, dan merasakan cinta. Cinta yang bahagia maupun cinta yang menyedihkan. Dalam setiap potongan foto akan ada satu scene dimana menggambarkan suasana itu. Menyimpan memori indah, pahit, dan sedih salam satu bingkai dan bingkai yang lain. Dalam bingkai itupun, terselip rasa yang tersembunyi. Dalam bingkai itu juga terdapat kebahagiaan yang terpancar. Dalam bingkai itu dapat dilihat kesedihan, bahkan kemarahan akan cinta itu.
Foto: Pinterest
Tertawa bersama, bercanda bersama, tersenyum tulus, tersenyum yang dipaksakan, cengiran tanpa bersalah, lipatan wajah ketika marah itu datang, kemurungan yang tercetak karena sedih, kebodohan yang terlihat dapat terlihat dari bingkai foto-foto itu. Bergandeng tangan, duduk bersisian, saling merangkul, berpelukan, saling pukul, saling berguling dan bergumung membuat memori bersama untuk membentuk satu bingkai foto, mengabadikannya untuk seumur hidup.

Foto: Pinterest
Cinta yang dirasakan ataupun yang terlihat dalam bingkai itu akan ada selamanya dalam foto itu walaupun tidak lagi dalam dunia nyata. The moments I spend with you is love. 

Regards,

F







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Foto: Pinterest

Jam tangan Abel menunjukkan tepat pukul 17.00. Dia segera mematikan mesin mobilnya dan turun. Abel berjalan menaiki tangga dan membuka pintu rumahnya.

“Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikumsalam mommy..” Terdengar suara bunda menjawab salam abel dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.

Senyum Abel segera merekah tatkala melihat Abil berlari kecil dari belakang bunda kearah Abel sambil mengulurkan tangannya meminta untuk digendong. Melihat Abil tertawa kecil ketika Abel menciumi perutnya membuat rasa lelah seharian di kantor hilang. Abel mendudukkan Abil di sofa kecil khusus untuk Abil, sambil menunggu Abel membersihkan dirinya.

Abil sedang sibuk menyusuk balok-balok dan mobil-mobilan ketika Abel keluar dari kamar. Bunda datang menghampiri keduanya sambil membawa sepiring buah mangga.

“Abil mau maem mangga sayang?”tanya bunda lembut.

Mata Abil berbinar ketika dia melihat piring penuh dengan buah kesukaannya, kemudian menganggukkan kepala menandakan kalo dia juga mau.

“Mangganya buat mommy aja oma.”kata Abel pada bundanya untuk menggoda Abil.
“No no no, mangga Abil itu.”jawab Abil sambil berdiri kemudian menghampiri piring mangga.

Abel terus saja menggoda Abil dengan meminta semua potongan mangganya. Tapi Abil juga cerdik, dia mengambil piring yang biasa dia gunakan untuk makan. Kemudia dia mengambil beberapa potong mangga dan diberikan pada Abel.

Dengan hati-hati Abil memberikan piringnya sambil berkata, “ini mangganya mommy, yang itu punya Abil.”

Abel tersenyum menerima piring dari Abil. “Terima kasih gantengnya mommy.”ucap Abel sambil mengacak-acak rambut Abil.

Bunda yang melihat interaksi putri dan cucunya itu terlihat terharu. “Perjalanan kamu mendidik Abil masih panjang sayang. Bunda bangga sama kamu di usia kamu sekarang, kamu memilih Abil untuk kamu besarkan.”

“Abil itu jadi awal hidup Abel. Matanya selalu menarikku untuk terus menyayanginya bun. Abel juga berterima kasih karena Abil ada di hidup Abel sekarang. Dia obat untuk segala hal buat Abel.”kata Abel sambil melihat Abil yang mulai berjoget ketika mendengar lagu Baby Shark.
******

Siang ini Abel sudah berjanji dengan Abil untuk pergi berdua saja ke salah satu mall di Jogja. Setelah berhasil mendapatkan parker, Abel dan Abil segera berjalan menuju escalator untuk ke lantai 3. Begitu sampai ditempat yang sudah Abil inginkan sejak kemarin sore, Abil langsung berlari kecil tidak sabar untuk bermain. Matanya berbinar melihat kolam penuh dengan bola.

Abel segera menyusul Abil setelah membayar pada petugas yang berjaga. Saat sebelum masuk area bermain, Abil melepas sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu yang tersedia. Salah satu orang tua yang juga sedang menemani anaknya bermain memuji sikap Abil.

“Pinter banget mbak putranya, sudah tahu harus ditaruh mana sepatunya.”celetuk salah satu ibu dengan baju biru muda.
“Iya, mbaknya berhasil mendidik biar anaknya disiplin.”sahut ibu-ibu yang duduk disampingnya.

Abel hanya tersenyum dan menjawab seadanya. Abel terus memerhatikan dan mengawasi Abil yang sedang bermain prosotan. Dia kembali pada ingatannya tiga tahun lalu.

“Nay, bayi kamu lucu banget sih. Matanya kayak bersinar ceria.”ucap Abel ketika ia datang ke salah satu rumah bersalin.
Nayla tersenyum. “Iya, dia selalu tersenyum.”
“Boleh aku gendong?”tanya Abel tanpa melepas tatapannya pada bayi Nayla.
“Jelas boleh.”
Dengan antusias Abel menggendong bayi Nayla. Dari tempat tidurnya, Nayla terus menatap lurus pada Abel.
“Bel, aku boleh titip Abil sama kamu?”
Mendengar perkataan sahabatnya itu membuat Abel segera menoleh dan menghampiri Nayla. “Maksud kamu apa sih?”
“Aku nggak punya siapa-siapa lagi, mas Aga udah pergi lebih dulu. Dan entahlah, aku rasa aku nggak bisa jaga Abil, Bel.”
“Hussh, ngawur kamu. Kamu kan udah bilang sama mas Aga mau jaga Abil bareng aku. Nggak usah ngawur deh ngomongnya.”kataku mulai meneteskan air mata.
Tangan kurus Nayla terulur, menghapus air mata yang tidak mau berhenti membasahi pipi Abel. “Abel, janji sama aku, kalo ada apa-apa sama aku, aku minta tolong jaga Abil buat aku dan mas Aga ya? Aku mau kamu jadi mama untuk dia.”
Abel terus menggeleng tidak setuju dengan perkataan Nayla. Dia yakin sahabatnya itu akan sembuh dan bisa menjaga Abil bersamanya. Dia berusaha menguatkan sahabatnya itu.

Dua hari setelah Abel menemani Nayla dan Abil di rumah sakit, Abel mendapat kabar yang tidak menyenangkan. Nayla benar-benar pergi meninggalkannya untuk selamanya. Bukan karena dia harus menjaga Abil, tetapi persahabatan sejak sekolah dasar hingga kini membuat Abel dan Nayla seperti anak kembar yang tak terpisahkan. Abel tak henti-hentinya meneteskan air mata meski Nayla sudah di tempat peristirahatan terakhirnya. Sejak mendengar kabar Nayla memburuk sampai dia menghembuskan napas dan dikebumikan, Abel tak pernah melepas Abil. Dia terus menggendong bayi laki-laki itu penuh tatapan sayang.

Abel sudah memutuskan untuk menepati janjinya pada mas Aga dan Nayla untuk menjaga Abil. Bukan hanya karena janji itu, tetapi sejak Abil lahir dan mata kedua bertemu, Abel sudah sangat sayang pada Abil. Seakan mata Abil bisa menarik semua perhatian Abel dari dunianya. Tentu keputusan Abel memilih Abil membuat Abel melepas beberapa hal, bahkan kekasihnya. Dino tidak menyetujui keputusan Abel untuk hidup dengan Abil, dan dengan ikhlas Abel melepas Dino.

Tak hanya itu, waktu Abel pun hanya tercurah untuk Abil, keluarganya, dan pekerjaannya. Meski begitu, Abel selalu bersyukur memiliki Abil. Seakan Abil adalah kunci keberhasilannya. Karir Abel meningkat walau tidak dengan percintaannya.

“Mommy kok nangis?”tanya Abil menghampiri Abel.

Abel segera menghapus air mata yang mulai membasahi pipinya. “Mommy nangis karena mommy bahagia lihat Abil ketawa senang bisa main disini.”jawab Abel.

Abil kemudian duduk dipangkuan Abel sambil berusaha memeluk mommynya agar tidak menangis. “Mommy jangan nangis, mommy senyum aja.”

Sambil membalas pelukan Abil. “iya ganteng, makasih ya sayang. Mommy sayang banget sama Abil.”

“Abil juga sayang mommy.”kata Abil mempererat pelukannya.

Seharian menghabiskan waktu di mall untuk bermain, Abil sudah tidur saat sampai di rumah. Setelah meletakkan Abil di tempat tidurnya, Abel menghampiri kedua orang tuanya. Setiap Abel mengingat Nayla, dia selalu mengingat seberapa sayang dan sangat mendukungnya orang tua Abel pada keputusannya. Dia selalu berterima kasih karena bunda dan ayahnya selalu berada disampingnya.

Abel duduk di antara bunda dan ayahnya. “Makasih ya bun, yah, udah support dan selalu ada untuk Abel.”

Keduanya tersenyum mengangguk dan memeluk Abel.

“Pasti kamu keinget sama Nayla ya?”tanya bunda. “Nayla dan Aga pasti bahagia lihat kamu sayang banget sama Abil. Lihat kamu selalu berusaha untuk menjadi yang pertama untuk Abil. Bunda juga bahagia lihat kamu semakin bahagia setelah ada Abil di hidup kamu.”

Setelah percakapan singkat, Abel kembali ke kamarnya. Sebelum tidur, Abel mengambil buku agendanya. Dia kembali menatap Abil yang tengah pulas tidur. Senyum terukir dibibir Abel setiap saat ia melihat malaikat kecilnya sedang tertidur pulas.

Dear Nayla dan mas Aga

Terima kasih sudah menitipkan Abil sama aku. Kalian bisa tenang dan bahagia di sana. Abila man sama aku pokoknya. Kalian nggak perlu khawatir, Abil bukan beban atau penghalang bagiku. Abil itu anugerah terindah yang pernah ada dalam hidupku.
I love you, Nayla, mas Aga.
I’ll always love Abil till I die.

Abel

Regards,

F




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hai hai, udah lama nggak nyapa dengan sok manis manja penuh dengan basa-basi ini. he he he

Foto: Pinterest
Tema kali ini tentang first experience di-bully. Kalau ditanya aku pernah gak di-bully, sebenernya aku agak bingung karena aku nggak merasa kalo misal kena bully. Entah karena bukan bully fisik ataupun yang harassing gitu. Mungkin kalopun iya, verbal bullying sih. I just try to comfort myselft that they just saying for fun not for hurt me. But sometimes when I felt really tired or super sensitive, I just being silence or sulking a bit.

Malah aku kadang yang nge-bully temen aku. Cuma bullynya sebatas ejek-ejekan atau canda gitu ibarat saling lempar ejekan gitu, bukan bully fisik ataupun bully yang tend to hurt someone. Walaupun kadang aku juga sadar kalo jangan sampai candaan yang kecil melebar jadi masalah atau malah nyakit orang lain. Jadi tetep kudu bisa ngerem kalo kita lagi becandaan sama teman sendiri. Suka kebablasan kadang.

So, yang perlu diinget adalah ketika ada orang yang bully secara verbal, anggaplah angin lalu. Karena kalo dibiarin mengendap nanti malah jadi tekanan. Kalo suka becanda sama temen, inget juga buat ngerem atau disaring, takutnya kebalasan dan ternyata hurt someone. Dan kalo emang kena bully, jangan takut untuk cerita ke orang lain, ceritalah ke orang yang memang bisa dipercaya dan diandalkan. Don't let them take you down with their words. Be strong!!

Regards,

F

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ketika denger temanya menyangkut cowok romantis vs cowok cuek, sedikit geli sebenarnya karena aku nggak terlalu tahu perihal mereka. Kalo aku disuruh milih, mungkin aku malah lebih milih yang perhatian. Yups, yang perhatiannya ke aku doang, unch unch (nggak gitu juga sih). 

Entahlah, mungkin karena aku juga cuek dan kadang nggak peka dan lagi aku bukan orang yang bisa dengan mudah memahami makhluk yang namanya 'cowok', so I'll choose the romantic one. Toh kalo cowok juga pasti akan ada sisi dimana dia akan jadi yang cuek. Because he has his own way to be romantic even though he's cool. 

Romantis disinipun bukan cowok yang selalu penuh dengan kata-kata manis, romantis, gombal yang minta ditampol. Bukan juga cowok yang setiap saat kasih bunga atau kado hanya sekedar biar dia terlihat romantis. Tapi romantis disini adalah dia yang perhatian dan bisa ngertiin dan ku mengerti. Dia akan terlihat romantis dari hubungannya dengan keluarganya, adiknya, kakaknya, ataupun ponakannya.

Foto: Pinterest
Dan seperti yang disebut Vindi juga, cowok yang dekat dan akrab dengan adiknya terutama yang perempuan entah kenapa ketampanannya terlihat menambah satu point. Hehe

Kalo dibandingin, mungkin akan imbang scorenya antara mereka yang romantis dan yang cuek. Beberapa cewek merasa kalo cowok cuek itu terlihat cool, misterius, dan bikin penasaran. Tapi tak bisa dipungkiri juga kalo cewek juga suka kalo cowoknya jadi romantis dan full of surprises. Dan bahkan ada beberapa yang menuntut cowoknya kudu romantis yang selalu manis, kasih bunga, dan lain-lainnyalah. 

So, kalo kalian lebih suka yang mana? Romantis? Cuek? or Cuek yang romantis?

Regards,

F

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Mengenai Saya

Barcode Projects
Lihat profil lengkapku

About me

Barcode Projects adalah sebuah proyek menulis yang diinisiasi oleh dua perempuan sok struggle dan tukang baper. Perempuan yang dimaksud adalah Ferizka Winda dan Vindiasari Putri.

Barcode Projects sendiri memiliki kepanjangan 'Barengan corat-coret'. Barcode Projects ini dijadikan wadah menulis dan berbagi cerita.

Labels

  • 1
  • 10
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • A
  • Barcodeprojects
  • Bebas
  • Cinta
  • Cowok
  • Evaluasi
  • F
  • Family
  • First Experience
  • Friend
  • Lagu
  • Review
  • Society
  • V

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2017 (95)
    • ▼  November (1)
      • #69, 70, 71, 72, 73, 74,75, 76, 77, 78
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (10)
    • ►  Agustus (14)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (19)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (15)
    • ►  Februari (9)

Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates